Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman Capai 9,82 Persen

Adhitya Himawan

Senin, 05 Desember 2016 | 05:20 WIB
Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman Capai 9,82 Persen
Kedai kebab Turki Baba Rafi di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (6/5/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Industri makanan dan minuman nasional terus menunjukkan kinerja positif dengan tumbuh mencapai 9,82 persen atau sebesar Rp192,69 triliun pada triwulan III 2016. Pertumbuhan industri ini terutama didorong kecenderungan masyarakat khususnya kelas menengah ke atas yang mengutamakan konsumsi produk-produk makanan dan minuman yang higienis dan alami.

“Industri makanan dan minuman menduduki posisi strategis dalam penyediaan produk siap saji yang aman, bergizi dan bermutu,” kata Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto melalui keterangan tertulis, Jumat (2/12/2016)

Oleh karena itu, industri yang berperan memenuhi kebutuhan hidup masyarakat ini dituntut untuk menerapkan cara pengolahan dan sistem manajemen keamanan pangan yang baik mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pengemasan, serta distribusi dan perdagangannya. “Sektor ini sangat strategis dan mempunyai prospek yang cukup cerah untuk dikembangkan,” ujar Panggah.

Industri makanan dan minuman juga mempunyai peranan penting dalam pembangunan sektor industri.Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri non migas merupakan yang terbesar dibandingkan subsektor lainnya yang mencapai 33,6 persen pada triwulanIII tahun 2016. “Dengan pertumbuhan 9,82 persen, sektor ini menopang sebagian besar pertumbuhanindustri non migas dengan pertumbuhan mencapai 4,71 persen,” ungkap Panggah.

Sementara itu, sumbangan nilai ekspor produk makanan dan minuman termasuk minyak kelapa sawit pada Januari-September 2016 mencapai USD17,86 miliar. Capaian ini membuat neraca perdagangan masih positif bila dibandingkan dengan nilai impornya pada periode yang sama sebesar USD6,81 miliar.

Dilihat dari perkembangan realisasi investasi sektor industri makanan, sampai dengan triwulan II tahun 2016 sebesar Rp24 triliun untuk PMDN dan PMA sebesar USD1,6 miliar. “Kami mengharapkan agar GAPMMI beserta seluruh anggotanya tetap berupaya keras dan bekerja sama dengan pemerintah agar pertumbuhan industri yang dicapai saat ini dapat terus dipertahankan, terlebih lagi ditingkatkan, sehingga sektor industri makanan dan minuman menjadi penggerak utama industri nasional,” paparnya.

Panggah juga mengingkatkan, perkembangan industri makanan dan minuman ke depan menghadapi tantangan yang cukup berat, khususnya dengan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Oleh sebab itu, industri makanan dan minuman Indonesia harus siap dan mampu bersaing dengan produk-produk makanan dan minuman dari negara ASEAN.

“Dalam menghadapi tantangan tersebut, pemerintah terus berupaya menciptakan iklim investasi dan memberikan dukungan dalam pengembangan industri makanan dan minuman,” tegas Panggah. Dukungan strategis itu meliputi pemberian insentif investasi, fasilitasi penyediaan bahan baku, dan pengembangan infrastruktur dalam mendukung konektivitas untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi distribusi bahan baku dan produk.

Selain itu, Kementerian Perindustrian juga berkomitmen menyiapkan tenaga kerja yang handal melalui pendidikan vokasi, penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), pengembangan lembaga pendidikan dan pelatihan, sehingga tercipta tenaga kerja profesional di sektor industri.

baca juga

Ketua GAPMMI Adhi S. Lukman mengatakan, pihaknya optimistis kinerja ekspor industri makanan dan minuman terus membaik pada tahun depan dan dapat menyamai angka realisasi ekspor tahun 2015. Keyakinan ini didorong oleh proyeksi membaiknya perekonomian global yang membuat harga jual bergerak positif serta meningkatnya produksi di dalam negeri. “Untuk menopang kinerja, kami juga terus mencoba masuk ke negara-negara tujuan non tradisional. Bahkan, peluang kebutuhan produk halal akan turut memberikan kontribusi,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

IKM Manfaatkan Teknologi Digital Dongkrak Ekonomi 2 Persen

IKM Manfaatkan Teknologi Digital Dongkrak Ekonomi 2 Persen

Bisnis | Senin, 05 Desember 2016 | 04:18 WIB

IKM Diminta Lestarikan Produk Berbasis Kearifan Lokal

IKM Diminta Lestarikan Produk Berbasis Kearifan Lokal

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 13:11 WIB

Lima Menteri Teken MoU Tingkatkan Pendidikan Vokasi Industri

Lima Menteri Teken MoU Tingkatkan Pendidikan Vokasi Industri

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 13:05 WIB

Per Oktober 2016, Ekspor Industri Agro 29,94 Miliar Dolar AS

Per Oktober 2016, Ekspor Industri Agro 29,94 Miliar Dolar AS

Bisnis | Selasa, 29 November 2016 | 12:58 WIB

Unit Pendidikan Kemenperin Jadi Role Model Vokasi Industri

Unit Pendidikan Kemenperin Jadi Role Model Vokasi Industri

Bisnis | Sabtu, 05 November 2016 | 12:53 WIB

Daya Saing Industri Pulp dan Kertas di Indonesia Kuat

Daya Saing Industri Pulp dan Kertas di Indonesia Kuat

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 18:12 WIB

Peran Industri Smelter di Indonesia Terus Ditingkatkan

Peran Industri Smelter di Indonesia Terus Ditingkatkan

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 18:08 WIB

Kemenperin Gelar PPI 2016 di Surabaya

Kemenperin Gelar PPI 2016 di Surabaya

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 18:03 WIB

Indonesia-Bavaria Jalin Kerja Sama Industri Komponen Penerbangan

Indonesia-Bavaria Jalin Kerja Sama Industri Komponen Penerbangan

Bisnis | Rabu, 19 Oktober 2016 | 17:58 WIB

Menperin Merespon Makin Gencarnya Investor Jepang di Indonesia

Menperin Merespon Makin Gencarnya Investor Jepang di Indonesia

Bisnis | Selasa, 18 Oktober 2016 | 15:21 WIB

Terkini

Novel Bungkam Suara: Ketika Kebebasan Berbicara Menjadi Sumber Perpecahan

Novel Bungkam Suara: Ketika Kebebasan Berbicara Menjadi Sumber Perpecahan

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 12:00 WIB

Dari Komik hingga Smartwatch, Cara Baru Mengajak Anak Muda Peduli Kesehatan

Dari Komik hingga Smartwatch, Cara Baru Mengajak Anak Muda Peduli Kesehatan

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 11:59 WIB

Cak Imin Geram Ikut Disadap Listyo: Kurang Ajar Betul!

Cak Imin Geram Ikut Disadap Listyo: Kurang Ajar Betul!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 11:55 WIB

Metranet Hadirkan Executive Dashboard Berbasis AI, Dukung Efektivitas Operasional DPR

Metranet Hadirkan Executive Dashboard Berbasis AI, Dukung Efektivitas Operasional DPR

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 11:54 WIB

Apakah SIM B1 Boleh Bawa Mobil Pribadi? Ini Aturannya

Apakah SIM B1 Boleh Bawa Mobil Pribadi? Ini Aturannya

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 11:53 WIB

Hutan Dibabat Demi Biomassa: Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan dari Krisis Iklim?

Hutan Dibabat Demi Biomassa: Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan dari Krisis Iklim?

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 11:52 WIB

Garena Tomb Busters Buka CBT November 2026, Ada La Llorona sampai Pocong

Garena Tomb Busters Buka CBT November 2026, Ada La Llorona sampai Pocong

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 11:47 WIB

Persib Bandung Ukir Prestasi di Asia, Ferry Paulus Acungi Jempol

Persib Bandung Ukir Prestasi di Asia, Ferry Paulus Acungi Jempol

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 11:45 WIB

7 E-Reader Terbaik untuk Mencegah Mata Lelah, Andalan Pencinta Buku

7 E-Reader Terbaik untuk Mencegah Mata Lelah, Andalan Pencinta Buku

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 11:43 WIB

Jadi Polemik di Sidang Ijazah Palsu Jokowi, Sejak Kapan Sebenarnya Font Times New Roman Ada?

Jadi Polemik di Sidang Ijazah Palsu Jokowi, Sejak Kapan Sebenarnya Font Times New Roman Ada?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 11:40 WIB

×