Butuh Investasi 70-80 Miliar Dolar AS Untuk Infrastruktur Gas

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 07 Februari 2017 | 20:51 WIB
Butuh Investasi 70-80 Miliar Dolar AS Untuk Infrastruktur Gas
Chairman Indonesia Gas Society sekaligus Plt Dirut PT Pertamina (Persero) Yenni Andayani di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (3/2). [Antara]

Indonesia memerlukan investasi sebesar 70-80 miliar dolar Amerika Serikat (AS) untuk pembangunan infrastruktur gas secara menyeluruh.Pembangunan ini untuk mencukupi kebutuhan energi domestik yang terus tumbuh sekitar 4 persen - 5 persen per tahun. 

Chairman Indonesia Gas Society yang juga menjabat sebagai Plt. Direktur Utama Pertamina Yenni Andayani mengatakan meningkatnya kebutuhan energi domestik ini disebabkan oleh pertumbuhan populasi kelas menengah dan meningkatnya gross domestic product (GDP). Angka pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan konsumsi energi secara global.

"Sekitar 15 persen kebutuhan energi tersebut dipasok dengan gas, sedangkan sisanya dipasok dengan bumi, batubara dan lainnya," kata Yenni di Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Indonesia merupakan negara yang diberkahi dengan sumber gas yang cukup berlimpah. Sejak tahun 1970an, Pertamina telah menjadi salah satu exporter LNG di dunia dan terlibat dalam pembangunan infrastruktur LNG yang berkelas dunia seperti fasilitas LNG di Arun, Bontang, dan Donggi Senoro. Disamping itu, Pertamina juga telah memiliki jaringan pipa gas transmisi dan distribusi, serta lapangan-lapangan gas besar antara lain Mahakam dan Corridor.

Peran gas alam untuk ekonomi Indonesia ke depan akan cukup menonjol yang utamanya dipicu oleh pertumbuhan permintaan gas dari pembangkit listrik PT PLN (Persero) untuk kapasitas total sekitar 14 GW yang merupakan bagian program 35 GW Pemerintah dan proyek Refinery Development Master Plan pada empat kilang dan dua New Grass Root Refinery milik Pertamina.

Selain itu, pertumbuhan juga akan didukung oleh penambahan kapasitas pabrik pupuk dan sektor transportasi.

“Proyek-proyek tersebut menjadikan permintaan gas meningkat dan tantangan selanjutnya adalah upaya yang harus dilakukan untuk memenuhi permintaan tersebut dari hulu ke hilir. Indonesia memerlukan investasi baru untuk mengeksplorasi dan mengembangkan sumber-sumber gas baru serta membangun infrastruktur gas yang akan mengirimkannya ke konsumen akhir,” kata Yenni.

Berdasarkan kalkulasinya, untuk membangun infrastruktur gas secara menyeluruh Indonesia memerlukan investasi baru sekitar 70-80 miliar Dolar AS hingga 2030. Selain mendukung upaya pemenuhan gas domestik, investasi baru tersebut juga berarti menciptakan ribuan lapangan kerja, memicu pertumbuhan industri, dan juga memacu pertumbuhan GDP Indonesia.

“Investasi infrastruktur gas merupakan investasi jangka panjang untuk 30-an tahun dan untuk menjadi tujuan investasi, Indonesia berkompetisi dengan negara lain. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang baik di seluruh stakeholder, insentif, harga yang kompetitif, dan memastikan iklim investasi dalam negeri yang baik,” terangnya.

Pertamina, lanjut Yenni, sebagai pioner bisnis gas dan LNG dalam skala global telah melakukan upaya pengembangan infrastruktur gas di seluruh mata rantai bisnis gas. Pertamina secara terus menerus melakukan pengembangan gas hulu, menyiapkan rencana revitalisasi Blok Mahakam, membangun FSRU (Floating Storage Regasification Unit), mengembangkan pipa gas, dan telah mengamankan pasokan LNG dari dalam dan luar negeri. Pertamina siap menjadi agen untuk memacu pertumbuhan infrastruktur dan konsumsi gas di Indonesia. 

Sementara itu, pada kesempatan yang sama hari ini, Selasa (7/2/2017) di Jakarta, Pertamina menandatangani jual beli gas untuk pasokan Stasiun Pengisian Bahan bakar Gas (SPBG) dan Jaringan Gas Rumah Tangga penugasan pemerintah kepada Pertamina di Balikpapan. Pasokan gas bersumber dari lapangan-lapangan pemasok, yaitu Chevron Indonesia Company dengan volume sebesar 1,5 MMSCFD yang berlaku hingga 2018.

Penandatanganan dilakukan oleh VP Natural Gas Pertamina, Wiko Migantoro.dan VP Commercial Chevron Indonesia John White dan disaksikan oleh Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.

Dari pasokan tersebut, 1 MMSCFD diperuntukkan bagi SPBG Mother Station Rapak Balikpapan dan 0,5 MMSCFD diperuntukkan bagi jaringan gas rumah tangga di Balikpapan. Ada sekitar 3.849 sambungan rumah tangga yang akan mendapatkan pasokan gas dari jaringan yang dioperasikan oleh PT Pertagas Niaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Begini Kriteria Calon Dirut Pertamina Versi Menko Luhut

Begini Kriteria Calon Dirut Pertamina Versi Menko Luhut

Bisnis | Selasa, 07 Februari 2017 | 05:19 WIB

DPR: Pengganti Dirut Pertamina Harus Paham Persoalan Migas

DPR: Pengganti Dirut Pertamina Harus Paham Persoalan Migas

Bisnis | Senin, 06 Februari 2017 | 11:55 WIB

Pencopotan Dirut dan Wadirut Pertamina Mengejutkan Komisi VII

Pencopotan Dirut dan Wadirut Pertamina Mengejutkan Komisi VII

Bisnis | Senin, 06 Februari 2017 | 10:40 WIB

Rini Soemarno dan Tanri Abeng Dianggap Sebab Kekacauan Pertamina

Rini Soemarno dan Tanri Abeng Dianggap Sebab Kekacauan Pertamina

Bisnis | Sabtu, 04 Februari 2017 | 14:50 WIB

Holding BUMN Migas Tidak Segampang Penggabungan Bank BUMN

Holding BUMN Migas Tidak Segampang Penggabungan Bank BUMN

Bisnis | Sabtu, 04 Februari 2017 | 14:15 WIB

Presiden Diminta Evaluasi Menteri BUMN dan Komisaris Pertamina

Presiden Diminta Evaluasi Menteri BUMN dan Komisaris Pertamina

Bisnis | Sabtu, 04 Februari 2017 | 14:09 WIB

KSPMI: Monyet pun Memimpin Pertamina Pasti Untung

KSPMI: Monyet pun Memimpin Pertamina Pasti Untung

Bisnis | Sabtu, 04 Februari 2017 | 13:58 WIB

Dewan Komisaris Tunjuk Yenni Andayani Jadi Plt Dirut Pertamina

Dewan Komisaris Tunjuk Yenni Andayani Jadi Plt Dirut Pertamina

Bisnis | Jum'at, 03 Februari 2017 | 14:59 WIB

Yenni Andayani Jadi Plt Dirut Pertamina

Yenni Andayani Jadi Plt Dirut Pertamina

Foto | Jum'at, 03 Februari 2017 | 14:49 WIB

Nasdem Akui Kinerja Dwi  Soetjipto dan Ahmad Bambang Moncer

Nasdem Akui Kinerja Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang Moncer

Bisnis | Jum'at, 03 Februari 2017 | 14:48 WIB

Terkini

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.896

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.896

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:49 WIB

Harga Emas Anjlok saat Perang Memanas, Apa Penyebabnya?

Harga Emas Anjlok saat Perang Memanas, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:33 WIB

Lebaran 2026, IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung: Wisata Baru, Kuliner hingga Hiburan Jadi Daya Tarik

Lebaran 2026, IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung: Wisata Baru, Kuliner hingga Hiburan Jadi Daya Tarik

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:30 WIB

IHSG Sempat Menguat Pagi Ini, Lalu Langsung Anjlok

IHSG Sempat Menguat Pagi Ini, Lalu Langsung Anjlok

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:20 WIB

Perketat Pengawasan, Kemnaker Pastikan Aduan THR Tak Berhenti di Meja Administrasi

Perketat Pengawasan, Kemnaker Pastikan Aduan THR Tak Berhenti di Meja Administrasi

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:14 WIB

Aduan THR 2026 Membludak, Kemnaker Tegas: Semua Laporan Wajib Ditindaklanjuti!

Aduan THR 2026 Membludak, Kemnaker Tegas: Semua Laporan Wajib Ditindaklanjuti!

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:13 WIB

Emas Antam Stagnan, Harganya Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Emas Antam Stagnan, Harganya Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:03 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Meledak, InJourney Airports Tambah Ratusan Penerbangan Ekstra

Arus Balik Lebaran 2026 Meledak, InJourney Airports Tambah Ratusan Penerbangan Ekstra

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 08:59 WIB

AS Sodorkan 15 Poin Negosiasi Damai ke Iran, Pengamat: Donald Trump Tertekan

AS Sodorkan 15 Poin Negosiasi Damai ke Iran, Pengamat: Donald Trump Tertekan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 08:43 WIB

Geopolitik Memanas, BBM RI Tetap Aman Selama Mudik Lebaran 2026

Geopolitik Memanas, BBM RI Tetap Aman Selama Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 08:41 WIB