Pemerintah Dorong Pendidikan Berorientasi ke Pasar Kerja

Adhitya Himawan

Rabu, 08 Februari 2017 | 17:59 WIB
Pemerintah Dorong Pendidikan Berorientasi ke Pasar Kerja
Gedung Kementerian Tenaga Kerja di Jakarta Selatan, Sabtu (14/5/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Menteri Ketenakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan dalam rangka untuk menekan ketimpangan sosial, maka isu ketenagakerjaan itu harus di dorong ketengah. Salah satu caranya adalah dengan melakukan realokasi anggaran pendidikan yang nomenklaturnya benar-benar bisa diarahkan ke pelatihan kerja.

"Nah ini penting tidak hanya untuk di pusat, tetapi juga daerah. Karena kita melihat anggaran pelatihan kerja di arah itu terlalu minim. Sehingga upaya angkatan kerja agar masuk ke pasar kerja kan jadi tersendat," kata Hanif di Jakarta, belum lama ini.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengatakan bahwa realokasi fungsi pendidikan itu diarahkan untuk kebutuhan pelatihan kerja. Upaya ini dalam rangka untuk mendongkarak agar angkatan kerja di Indonesia ini punya keterampilan. Dengan demikian, angkata kerja ini lebih bisa masuk ke pasar kerja sehingga mendapatkan pekerjaan.


"Idelanya anggaran untuk pelatihan kerja  10 persen sajalah. Kalau 10 persen dari angggaran fungsi pendidikan itu sudah bisa agak lumayan. Tinggal ngitung aja. Ini sudah saya sampaikan juga di rapat (kepada presiden), namun perlu kajian juga dari kementerian keuangan," tutur Hanif.

Hanif juga menekankan agar bagaimana semua program dan kegaitan yang dijalankan pemerintah dalam bidang ketenagakerjaan benar-benar bisa dirasakan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kementerian ketenagakerjaan akan mengkoordinasikan berbagai sektor-sektor dalam aktivitas ekonomi. "Karena penciptaan lapangan kerja, kewajiban dan kewenangan kan ada di sektornya. Kita memperediksikan petumbuhan lapangan pekerjaan di sector-sektor itu," jelas Hanif.

Hanif juga mengakui, masalah yang terjadi di Indonesia selama ini adalah ketidakcocokan ketersediaan keterampilan dari tenaga kerja yang ada dengan jenis permintaan lapangan kerja yang ada. Kondisi inilah yang berusaha untuk diatasi oleh pemerintah saat ini. "Dulu misalnya ada pekerjaan orang mengantar surat di kantor pos. nah begitu orang sudah pakai email, pakai WA, pakai sosial media, kan pekerjaan pengantar surat ini mau gak mau harus ilang kan. Tidak bisa dipertahankan lagi. Naum, akan tumbuh pekerjaan-pekerjaan yang lain lagi. Ada jenis pekerjaan tertentu yang hilang, lalu ada jenis pekerjaan lain yang muncul. Nah yang penting bagaimana input SDMnya, baik melalui pendidikan maupun pelatihan ini bisa menyesuaikan perubahan dari karakter pekerjaan di masa yang akan datang," ujar Hanif.

Oleh karenanya, Kementerian Ketenagakerjaan terus meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan kementerian terkait melalui Kementerian Koordinator Perekonomian. Tujuannya agar pendidikan ini benar-benar berorientasi pada pasar kerjanya.

"Pelatihan kerja ini orientasinya lebih kepada industri dan dunia wirausaha. Untuk kantor pemerintahan pasti akan berbeda dan terbatas. Itu sudah kita sampaikan, kita dorong agar ada insentif untuk perusahaan-perusahaan yang mengikuti progam pemagangan nasional itu," tutup Hanif.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menaker: Program Kerja 2017 Harus Berorientasi Hasil

Menaker: Program Kerja 2017 Harus Berorientasi Hasil

Bisnis | Rabu, 08 Februari 2017 | 17:38 WIB

Dokter Asing Praktik di Indonesia Dipastikan Ilegal, Mengapa?

Dokter Asing Praktik di Indonesia Dipastikan Ilegal, Mengapa?

News | Rabu, 08 Februari 2017 | 15:29 WIB

Rini Soemarno Klaim 118 BUMN Ciptakan 1 Juta Lapangan Kerja

Rini Soemarno Klaim 118 BUMN Ciptakan 1 Juta Lapangan Kerja

Bisnis | Rabu, 08 Februari 2017 | 14:42 WIB

Isu Masuknya Jutaan Pekerja Cina ke Indonesia Tidak Masuk Akal

Isu Masuknya Jutaan Pekerja Cina ke Indonesia Tidak Masuk Akal

Bisnis | Selasa, 07 Februari 2017 | 14:25 WIB

Menaker: Pemerintah Upayakan 113 Juta Pekerja Terampil

Menaker: Pemerintah Upayakan 113 Juta Pekerja Terampil

Bisnis | Sabtu, 04 Februari 2017 | 03:18 WIB

Jokowi Minta Program Kementerian Bisa Membuka Lapangan Kerja

Jokowi Minta Program Kementerian Bisa Membuka Lapangan Kerja

Bisnis | Jum'at, 03 Februari 2017 | 07:46 WIB

Darmin Sebut Banyak Pekerjaan Saat Ini Tidak Relevan dengan Zaman

Darmin Sebut Banyak Pekerjaan Saat Ini Tidak Relevan dengan Zaman

Bisnis | Rabu, 01 Februari 2017 | 12:38 WIB

Dilaporkan Soal Cuitan TKI, Ini Respon Fahri Hamzah

Dilaporkan Soal Cuitan TKI, Ini Respon Fahri Hamzah

News | Selasa, 31 Januari 2017 | 11:20 WIB

Remitansi TKI Melebihi Capaian Program Tax Amnesty

Remitansi TKI Melebihi Capaian Program Tax Amnesty

Bisnis | Kamis, 26 Januari 2017 | 07:46 WIB

Kicauannya Soal "Babu" Dijawab Menaker, Fahri Dicecar Netizen

Kicauannya Soal "Babu" Dijawab Menaker, Fahri Dicecar Netizen

Tekno | Selasa, 24 Januari 2017 | 14:46 WIB

Terkini

Diskon Tiket Pestapora 2026 dari BRI, Segera Klaim Sebelum Habis!

Diskon Tiket Pestapora 2026 dari BRI, Segera Klaim Sebelum Habis!

Bri | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:54 WIB

Cerita Pedagang yang Tiba-tiba Naik ke Desil 10, Kaget dan Tak Terima Bantuan Lagi

Cerita Pedagang yang Tiba-tiba Naik ke Desil 10, Kaget dan Tak Terima Bantuan Lagi

Surakarta | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:48 WIB

Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026

Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:44 WIB

Sinopsis Unabomber, Kisah Nyata Mahasiswa Harvard Jadi Teroris Buronan FBI

Sinopsis Unabomber, Kisah Nyata Mahasiswa Harvard Jadi Teroris Buronan FBI

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Perkuat Keandalan Operasi dan Produksi Migas, PHR Resmikan Fasilitas EPF Libo GS

Perkuat Keandalan Operasi dan Produksi Migas, PHR Resmikan Fasilitas EPF Libo GS

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:34 WIB

Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Pengacara: Hakim Akui Ada Penyimpangan Prosedural

Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Pengacara: Hakim Akui Ada Penyimpangan Prosedural

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:32 WIB

141 Anak dan Perempuan Dipulangkan Usai Demo 27 Agustus, Polisi: Ada yang Bawa Bensin

141 Anak dan Perempuan Dipulangkan Usai Demo 27 Agustus, Polisi: Ada yang Bawa Bensin

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:29 WIB

Flores Diguncang Gempa, Pertamina Segera Pulihkan Distribusi Energi

Flores Diguncang Gempa, Pertamina Segera Pulihkan Distribusi Energi

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Dari Beragam Budaya hingga Satu Meja, Ketika Anak Muda Berani Cari Jalan Keluar untuk Isu Dunia

Dari Beragam Budaya hingga Satu Meja, Ketika Anak Muda Berani Cari Jalan Keluar untuk Isu Dunia

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:24 WIB

Diskon Hingga Rp100.000! Nikmati Japanese BBQ di Gyu-Kaku Pakai Promo BRI

Diskon Hingga Rp100.000! Nikmati Japanese BBQ di Gyu-Kaku Pakai Promo BRI

Bri | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:22 WIB

×