Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Antisipasi Tuduhan Eropa dan AS, Mendag Kumpulkan CEO Sawit

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 18 April 2017 | 09:56 WIB
Antisipasi Tuduhan Eropa dan AS, Mendag Kumpulkan CEO Sawit
Buah sawit panen dari perkebunan PT GAL yang siap dikirim ke Kapuas, Kalimantan Tengah. [suara.com/Laban Laisila]

Memperkuat komitmen menjalankan mandat Presiden Joko Widodo, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita makin intensif menjaga stok dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok. Setelah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk gula, daging, dan minyak goreng, Mendag kembali melakukan terobosan baru. Semua pemilik perusahaan perkebunan dan pengolahan minyak sawit diminta ikut menjaga stok dan harga minyak goreng sesuai HET Rp11.000/liter untuk kemasan sederhana dan Rp10.500/liter untuk curah.

Pertemuan dilakukan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, (17/4/2017). Hadir sejumlah CEO perusahaan perkebunan sawit dan produsen minyak goreng seperti Franky Widjaja dari Sinar Mas, Fransiskus Welirang dari Indofood, Peter Sondakh dari Rajawali, dan perwakilan perusahaan sawit lainnya seperti Asian Agri, Wilmar, Astra Agro Lestari, serta Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit.

"Harga minyak goreng sudah mulai turun, namun belum mencapai harga yang ditetapkan pemerintah. Saya minta pemilik perkebunan sawit dan produsen minyak goreng ikut menjaga kesepakatan harga minyak goreng curah yang telah ditetapkan pemerintah," tegas Mendag Enggar.

Sejak ditetapkannya HET, harga rata-rata nasional minyak goreng curah per 13 April sebesar Rp11.512/liter atau turun 3,37% dari harga rata-rata nasional Maret yang mencapai Rp11.914/liter.
Di sejumlah daerah harga minyak goreng curah bahkan berada di bawah Rp10.500/liter. Hal itu terjadi di Kendari, Palangkaraya, Medan, dan Palembang. Sedangkan di beberapa wilayah antara lain Gorontalo, Jayapura, dan Manokwari harga masih cukup tinggi di kisaran Rp13.000-14.000/liter.

Stok Satu Juta Ton

Mendag menginginkan harga minyak goreng benar-benar dapat turun sesuai harga yang ditetapkan pemerintah secepatnya. Menjelang bulan puasa dan Idul Fitri, harga minyak goreng diharapkan berada pada posisi stabil dengan stok melimpah. Stok ke ritel modern diharapkan mampu mengerek harga minyak goreng di pasar tradisional cepat turun.

"Saya minta produsen minyak goreng memasok minyak goreng kemasan sederhana ke ritel modern. Kemasan sederhana ini diperlukan karena ritel modern tidak bisa menjual minyak goreng curah. Langkah ini penting karena ritel modern adalah price leader yang menjadi rujukan harga bagi pasar tradisional. Jika harga di ritel modern bisa dikendalikan, maka akan memberikan efek penurunan harga di pasar yang lebih luas," tegas Mendag.

Mendag tak tanggung-tanggung dalam bertindak. Ia meminta para produsen minyak goreng membanjiri pasar dengan minyak goreng kemasan sederhana sehingga diharapkan harga minyak goreng curah di pasar tradisional segera turun. “Ini penting agar minyak goreng bagi masyarakat kelas menengah ke bawah selalu tersedia dan spekulasi bisa diredam jika stok tersedia,” kata Mendag.

Menurut Mendag, pertemuan dengan para pemilik dan pimpinan perusahaan sawit dan minyak goreng ini penting. Pengendalian harga minyak goreng belum berjalan lancar seperti yang terjadi pada harga gula dan daging. Untuk mengatasi hal itu, Mendag melibatkan semua mata rantai minyak goreng.

"Saya sudah bicara dengan ritel modern dan sekarang kita libatkan yang lebih hulu lagi, yaitu produsen minyak goreng dan perkebunan sawit,” ujar Mendag Enggar.
Mendag meminta media bekerja sama menyampaikan kepada masyarakat bahwa harga tersebut bukan harga promosi atau musiman, sehingga konsumen tidak perlu panik dan berburu harga murah.

“Kebijakan ini baru akan dievaluasi pada bulan September. Sekarang konsumen tidak perlu panik karena stok dengan harga yang ditetapkan akan diusahakan selalu tersedia,” ujar Mendag. Para pengusaha menyambut baik dan mendukung terobosan yang dilakukan Mendag.

Salah satu langkah stabilisasi harga adalah dengan menguatkan stok. Jika ada fluktuasi harga, stok segera digelontorkan ke pasar setiap saat. Dalam pertemuan disepakati stok satu juta ton dari berbagai produsen.

“Kebutuhan minyak goreng curah nasional sekitar 3-3,5 juta ton per tahun. Karena itu, stok satu juta ton sangat cukup untuk meredam fluktuasi. Yang penting informasi di mana ada fluktuasi sehingga kita bisa cepat banjiri daerah itu dengan pasokan,” kata Franky Widjaja dari Sinar Mas dalam jumpa pers.

Antisipasi Tuduhan Internasional

Selain membahas stabilisasi stok dan harga, pertemuan ini juga membahas tuduhan internasional terhadap sawit Indonesia, yaitu dari Parlemen Eropa dan Pemerintah Amerika Serikat. Kementerian Perdagangan mengumpulkan masukan dari pengusaha dan memadukan langkah untuk menjawab tuduhan-tuduhan itu. “Pemerintah berada di depan karena ini merupakan urusan antarnegara. Jika perlu kita akan minta bantuan DPR untuk menjawab tuduhan Parlemen Eropa, sehingga pembicaraannya terjadi antara parlemen dengan parlemen,” kata Enggar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mendag Akan Kontrol Harga Di Pasar Ritel Modern

Mendag Akan Kontrol Harga Di Pasar Ritel Modern

Bisnis | Senin, 03 April 2017 | 15:12 WIB

Kemendag Deregulasi Perizinan dari 152 Menjadi 98 Layanan

Kemendag Deregulasi Perizinan dari 152 Menjadi 98 Layanan

Bisnis | Senin, 03 April 2017 | 14:52 WIB

Mendag Cabut Izin Importir Hortikultura Nakal

Mendag Cabut Izin Importir Hortikultura Nakal

Bisnis | Senin, 03 April 2017 | 14:44 WIB

Mendag Minta Pegawainya Jadi Akselerator Pembangunan

Mendag Minta Pegawainya Jadi Akselerator Pembangunan

Bisnis | Senin, 03 April 2017 | 14:25 WIB

Mendag Jamin Bahan Pokok Jelang Puasa Aman

Mendag Jamin Bahan Pokok Jelang Puasa Aman

Bisnis | Senin, 03 April 2017 | 13:43 WIB

Mendag: Tidak Ada Keinginan Pengusaha Memberi Kalau Tidak Diperas

Mendag: Tidak Ada Keinginan Pengusaha Memberi Kalau Tidak Diperas

Bisnis | Senin, 03 April 2017 | 13:29 WIB

KPK Ceramahi Karyawan Kemendag Agar Tak Korupsi

KPK Ceramahi Karyawan Kemendag Agar Tak Korupsi

News | Senin, 03 April 2017 | 12:58 WIB

Mengerikan, Petani Sawit Ini Tewas Dimangsa Ular Piton

Mengerikan, Petani Sawit Ini Tewas Dimangsa Ular Piton

News | Rabu, 29 Maret 2017 | 11:05 WIB

Sengketa Biodiesel, RI Gugat Uni Eropa di WTO

Sengketa Biodiesel, RI Gugat Uni Eropa di WTO

Bisnis | Selasa, 21 Maret 2017 | 14:35 WIB

Dorong UMKM, Kemendag akan Tekankan Pengembangan e-Commerce

Dorong UMKM, Kemendag akan Tekankan Pengembangan e-Commerce

Bisnis | Sabtu, 11 Maret 2017 | 09:00 WIB

Terkini

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 18:19 WIB

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 15:12 WIB

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 10:09 WIB

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:39 WIB

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:24 WIB

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:11 WIB

Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah

Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 06:17 WIB

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 21:57 WIB

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 19:58 WIB