Mendag Cabut Izin Importir Hortikultura Nakal

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 03 April 2017 | 14:44 WIB
Mendag Cabut Izin Importir Hortikultura Nakal
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Arlinda di Jakarta, Senin (10/10/2016). [Antara/Wawan]

Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelayan masyarakat harus memiliki integritas yang tinggi. Tidak mudah membangun citra birokrasi yang bersih, profesional, dan melayani. Namun, dengan semangat reformasi birokrasi dan komitmen yang tinggi, kita bisa membuktikan bahwa kita mampu menjadi ASN yang bermartabat dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara ini.

Hal ini ditegaskan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dengan optimistis dalam sambutannya saat membuka acara diskusi yang bertema "Membangun Budaya Anti Korupsi di Lingkungan Kementerian Perdagangan". Diskusi berlangsung hari ini, Senin (3/4/2017), di Kantor Kementerian Perdagangan, di Jakarta.

Diskusi digelar sebagai bentuk komitmen Kemendag untuk terus melakukan reformasi birokrasi sesuai amanat Presiden RI Joko Widodo. Kali ini, upaya pencegahan korupsi dan peningkatan wawasan integritas dilaksanakan melalui diskusi yang menghadirkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Ari Dono Sukmanto, serta Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Arminsyah.

Mendag menilai bahwa mayoritas ASN Kemendag berkomitmen untuk berbuat bagi bangsa dan negara. "Yang menjadi muara bagi kita, sebagai penyelenggara negara adalah untuk berbuat baik tanpa beban untuk kepentingan masyarakat," imbuhnya.

Menurut Mendag, ASN Kemendag juga harus terbuka dengan dunia usaha. Ini dikarenakan peran Kemendag yang diinstruksikan Presiden bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai akselerator perekonomian di sektor perdagangan. "Integritas harus tetap terjaga karena sekali "bermain", maka kita akan kehilangan wibawa dan tidak bisa berjuang untuk rakyat," tegasnya.

Kepada kalangan dunia usaha, Mendag menyampaikan bahwa sudah cukup waktu untuk imbauan dan ajakan. Sekarang waktunya bertindak. "Belum lama ini kami mencabut izin bagi importir hortikultura yang nakal. Itu bisa kami lakukan," jelas Mendag.

Begitu pula di sektor daging. "Kuota di sektor daging menjadi sumber masalah dan berpotensi menjadi area korupsi. Karena itu, kuota dilepas dan harga perlahan turun. Belakangan juga diketahui ada importir daging yang melakukan penyelundupan. Itu kita tindak tegas dan kami bisa tegas karena tidak ada yang "main-main" di Kemendag," ujarnya dengan tegas.

Korupsi yang terjadi pada lembaga pemerintah dapat memberikan dampak buruk yang luas. "Jika perilaku koruptif berlangsung secara masif dan sistematik, kita tidak akan mampu bersaing dengan bangsa lain. Kita bahkan bisa digulung oleh bangsa lain jika kita tidak efisien. Korupsi pada akhirnya akan menghambat visi kompetisi dan menghambat kita berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia," ujar Enggartiasto menegaskan kembali pesan Presiden Joko Widodo yang disampaikan pada peringatan Hari Anti Korupsi pada tahun 2015 dan 2016.

baca juga

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif dalam diskusinya menyampaikan bahwa integritas harus menjadi bagian utama bagi ASN Kemendag dalam melakukan pekerjaannya. Menurutnya, pendidikan antikorupsi juga harus diinternalisasi. "Pendidikan antikorupsi tidak akan selesai dengan satu ceramah, tetapi harus diinternalisasi," imbuhnya.

Pembangunan sistem dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi sangat penting untuk dilakukan. "Sistem yang baik akan efektif mencegah peluang terjadinya korupsi. Percepatan reformasi birokrasi termasuk di dalamnya reformasi pelayanan publik dan perizinan merupakan salah satu langkah yang bisa dilakukan," imbuh Mendag.

Pembangunan lingkungan birokrasi yang baik dan bersih juga bisa dilakukan dengan lebih efisien melalui pemanfaatan teknologi informasi (TI). Misalnya e-cash flow management system, e-budgetting, e-purchasing system, e-catalog, e-monitoring, pemanfaatan whistleblowing system, dan pengaduan online.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Ari Dono Sukmanto. "Upaya untuk meningkatkan pengawasan juga bisa dilakukan dengan mengembangkan sistem. Salah satunya dengan membuat aplikasi untuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan sehingga bisa lebih transparan mulai dari anggaran yang digunakan serta tahapan-tahapan yang dilakukan," ujarnya.

Namun demikian, lanjut Mendag, pembangunan sistem yang berbasis TI bukan satu-satunya jawaban. "Pembangunan sistem berbasis IT harus diimbangi dengan bekerjanya pengawasan yang efektif, baik yang dilakukan oleh pengawas internal oleh inspektorat maupun dengan cara mengundang partisipasi publik melalui keterbukaan informasi," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mendag Minta Pegawainya Jadi Akselerator Pembangunan

Mendag Minta Pegawainya Jadi Akselerator Pembangunan

Bisnis | Senin, 03 April 2017 | 14:25 WIB

Mendag Jamin Bahan Pokok Jelang Puasa Aman

Mendag Jamin Bahan Pokok Jelang Puasa Aman

Bisnis | Senin, 03 April 2017 | 13:43 WIB

Mendag: Tidak Ada Keinginan Pengusaha Memberi Kalau Tidak Diperas

Mendag: Tidak Ada Keinginan Pengusaha Memberi Kalau Tidak Diperas

Bisnis | Senin, 03 April 2017 | 13:29 WIB

KPK Ceramahi Karyawan Kemendag Agar Tak Korupsi

KPK Ceramahi Karyawan Kemendag Agar Tak Korupsi

News | Senin, 03 April 2017 | 12:58 WIB

Sengketa Biodiesel, RI Gugat Uni Eropa di WTO

Sengketa Biodiesel, RI Gugat Uni Eropa di WTO

Bisnis | Selasa, 21 Maret 2017 | 14:35 WIB

Dorong UMKM, Kemendag akan Tekankan Pengembangan e-Commerce

Dorong UMKM, Kemendag akan Tekankan Pengembangan e-Commerce

Bisnis | Sabtu, 11 Maret 2017 | 09:00 WIB

Ekspor Sawit Indonesia Tahun Lalu 18,11 Miliar Dolar AS

Ekspor Sawit Indonesia Tahun Lalu 18,11 Miliar Dolar AS

Bisnis | Minggu, 05 Maret 2017 | 14:29 WIB

Mendag: Arab Saudi Fokus Penting Ekspor Nasional

Mendag: Arab Saudi Fokus Penting Ekspor Nasional

Bisnis | Kamis, 02 Maret 2017 | 19:53 WIB

Inilah Kerjasama Ekonomi Indonesia dengan Arab Saudi

Inilah Kerjasama Ekonomi Indonesia dengan Arab Saudi

Bisnis | Kamis, 02 Maret 2017 | 18:27 WIB

Jokowi Minta Kementerian Perdagangan Bikin Terobosan

Jokowi Minta Kementerian Perdagangan Bikin Terobosan

Bisnis | Selasa, 21 Februari 2017 | 15:52 WIB

Terkini

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

×