Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

APLSI: Pengembangan Industri Listrik Penting Bagi Suatu Negara

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 06 Juni 2017 | 15:00 WIB
APLSI: Pengembangan Industri Listrik Penting Bagi Suatu Negara
Petugas PLN mendeteksi kabel tegangan menengah bawah tanah di depan Kantor KPUD Jakarta, Jakarta, Senin (17/4). [suara.com/Oke Atmaja]

Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) dan PwC Indonesia mengatakan bahwa iklim investasi industri listrik nasional semakin kondusif. Para investor telah melihat adanya dukungan kuat Pemerintah.

“Meskipun terdapat kekhawatiran itu, para investor yang kami survei yakin bahwa Pemerintah telah menunjukkan dukungannya terhadap investasi swasta dan menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi para investor swasta di industri ketenagalistrikan,” kata Power & Utilities Partner PwC Indonesia, Yanto Kamarudin, di Jakarta, Senin (5/6/2017).

Ketua APLSI, Ali Herman juga mengatakan, pengembangan energi dan sumber daya secara umum dan industri ketenagalistrikan secara khusus memegang peranan besar dalam pertumbuhan suatu negara. “Laporan ini mengakui peranan sektor swasta dalam mendukung pertumbuhan dan keandalan industri ketenagalistrikan Indonesia,” ujar Ali.

Sejalan dengan Ali, Ketua Harian APLSI, Arthur Simatupang berharap agar laporan ini dapat menjadi masukan bagi pengembangan sektor ketenagalistrikan. “Kami berharap agar laporan ini dipandang sebagai masukan yang membangun bagi para pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan bagi pertumbuhan positif industri ketenagalistrikan Indonesia. Kami melihat bahwa masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan untuk mempercepat perkembangan elektrifikasi di Indonesia untuk menjangkau mayoritas penduduk di seluruh nusantara,” ujar Arthur.

Survei APLSI dan PwC Indonesia juga mengungkapkan sebanyak 67 persen responden mengkhawatirkan tentang ketersediaan pasokan listrik untuk lima tahun ke depan. Kekhawatiran ini konsisten dengan pertanyaan-pertanyaan seputar ketepatan waktu pelaksanaan rencana Program 35 GW Pemerintah. Hambatan lain yang menjadi kekhawatiran industri adalah potensi kurangnya tenaga kerja terampil di sektor ketenagalistrikan

Survei itu juga mengungkapkan permintaan dan teknologi yang membentuk lanskap industri ketenagalistrikan.

Lebih dari separuh peserta survei telah mengidentifikasi tiga megatren global sebagai faktor-faktor penting yang mempengaruhi sektor ketenagalistrikan Indonesia, yaitu pertumbuhan penduduk, pembangunan kota-kota megapolitan dan disruptive technologies. Seiring pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat dan dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa, permintaan pasokan listrik di Indonesia secara year-on-year terus mengalami pertumbuhan, sehingga Indonesia tengah menghadapi permintaan pasokan listrik yang sangat besar.

Para responden survei juga menyoroti peluang-peluang di luar pembangkit, transmisi dan distribusi listrik terpusat, yang didorong oleh peralihan ke arah energi terbarukan. “Solusi-solusi mini-grid dan off-grid semakin relevan untuk negara kepulauan yang wilayahnya tersebar luas seperti Indonesia. Meskipun demikian, beberapa isu terkait dengan tarif, model usaha, lokasi usaha dan penerimaan masyarakat setempat masih menjadi tantangan,” ujar Yanto.

baca juga

Terungkap juga, bahwa baik pemerintah maupun industri sangat mengetahui adanya ‘Trilema Energi’ – trade-off antara keamanan, keterjangkauan dan kesinambungan pasokan. Para peserta survei menetapkan keamanan pasokan sebagai prioritas utamanya di tahun 2016, disusul ketat oleh keterjangkauan, kemudian keberlanjutan (energi bersih). Dengan adanya prioritas-priorias ini, kita akan melihat fokus kebijakan tetap berada pada pembangunan PLTU yang menggunakan batubara (yang volumenya melimpah dan harganya murah di Indonesia) dalam jangka pendek, sejalan dengan bauran energi untuk Program 35GW yang sekitar 60 persen diantaranya merupakan pembangunan PLTU. Namun prioritas ini bergeser ketika para responden survei memandang dalam lima tahun ke depan, dimana keberlanjutan diharapkan menjadi isu yang lebih diprioritaskan daripada keamanan pasokan. Hasil ini kembali mendukung potensi perpindahan menuju pemakaian energi terbarukan dalam satu dekade ke depan.

Sekitar 69 persen responden mengindikasikan bahwa kebijakan kerjasama antara Pemerintah dan swasta (“KPS”) yang lebih andal dan alokasi risiko yang lebih berimbang dalam PJBL akan memiliki dampak positif terhadap peningkatan elektrifikasi dan keandalan pasokan. Selain itu, 69 persen responden lainnya menekankan bahwa pemisahan kegiatan pembangkitan, transmisi dan distribusi dan liberalisasi pasar ketenagalistrikan akan memiliki dampak positif terhadap peningkatan elektrifikasi dan keandalan pasokan.

Berdasarkan hasil survei, sektor ketenagalistrikan di Indonesia menghadapi tantangan-tantangan dalam aspek yang berbeda. Pada saat yang sama, rasa optimis masih ada dengan banyak peluang yang terbuka, dan hasil survei kami menunjukkan perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan di masa depan. Namun demikian, sistem ketenagalistrikan di Indonesia akan tetap terhambat sampai terbentuknya kerangka model investasi yang lebih menarik dan kepastian regulasi yang lebih baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

APLSI Sebut Tiga Tantangan Industri Listrik Nasional

APLSI Sebut Tiga Tantangan Industri Listrik Nasional

Bisnis | Selasa, 06 Juni 2017 | 14:41 WIB

Baterai Mobil Listrik Renault Jadi Sumber Energi Rumah Tangga

Baterai Mobil Listrik Renault Jadi Sumber Energi Rumah Tangga

Otomotif | Selasa, 06 Juni 2017 | 14:10 WIB

Mobil Listrik Satu Ini Dijamin Bikin Anda 'Ganteng Maksimal'

Mobil Listrik Satu Ini Dijamin Bikin Anda 'Ganteng Maksimal'

Otomotif | Sabtu, 03 Juni 2017 | 19:56 WIB

Insentif Dikurangi, Penjualan Mobil Listrik di Denmark Anjlok

Insentif Dikurangi, Penjualan Mobil Listrik di Denmark Anjlok

Otomotif | Sabtu, 03 Juni 2017 | 18:41 WIB

Kanada Buat Cetak Biru Perkembangan Mobil Listrik Tahun Depan

Kanada Buat Cetak Biru Perkembangan Mobil Listrik Tahun Depan

Otomotif | Jum'at, 02 Juni 2017 | 13:41 WIB

Hyundai Perkenalkan Bus Listrik Berjarak Tempuh 290 Km

Hyundai Perkenalkan Bus Listrik Berjarak Tempuh 290 Km

Otomotif | Kamis, 01 Juni 2017 | 10:13 WIB

Mercedes-Benz Mulai Produksi Massal Mobil Listrik di 2019

Mercedes-Benz Mulai Produksi Massal Mobil Listrik di 2019

Otomotif | Selasa, 30 Mei 2017 | 15:51 WIB

Honda: India Belum Siap Punya Mobil Listrik

Honda: India Belum Siap Punya Mobil Listrik

Otomotif | Senin, 29 Mei 2017 | 12:36 WIB

Tesla Tunda Rencana Ekspansi Pasar India

Tesla Tunda Rencana Ekspansi Pasar India

Otomotif | Sabtu, 27 Mei 2017 | 12:06 WIB

Studi: Mobil Berbahan Bakar Minyak Punah dalam Delapan Tahun

Studi: Mobil Berbahan Bakar Minyak Punah dalam Delapan Tahun

Otomotif | Selasa, 23 Mei 2017 | 13:09 WIB

Terkini

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55 WIB

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB