Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.879

P4I Imbau Pengusaha Palet Lestarikan Sumber Daya Alam

Ririn Indriani

Selasa, 22 Agustus 2017 | 21:39 WIB
P4I Imbau Pengusaha Palet Lestarikan Sumber Daya Alam
Ilustrasi pelestarian sumber daya alam. (Shutterstock)

Suara.com - Kegiatan usaha secara universal pada umumnya selalu menggunakan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan operasional dan produksinya. Baik langsung maupun tidak langsung, pasti akan ada kegiatan eksploitasi terhadap sumber daya alam. Tidak terkecuali dalam kegiatan usaha palet dan peti yang notabene selalu menggunakan bahan baku kayu.

Dengan bahan dasar kayu, bidang usaha palet dan peti juga memerlukan banyak pasokan kayu baik dari hasil Hutan Tanaman Industri maupun hasil Hutan Rakyat sebagai bahan bakunya. Alhasil, para pemasoknya (biasa disebut sawmill/ penggerjian kayu) harus selalu menebang pohon secara terus menerus sebagai faktor utama kegiatan produksi.

Dari catatan Paguyuban Pengusaha Palet dan Peti Indonesia (P4I), dalam sebulan saja, produksi satu produsen palet dan peti mencapai sekitar 1.000-2.000 kubik peti dan sekitar 5.000an unit palet. Untuk kegiatan diatas akan dibutuhkan sekitar 500an kubik kayu hasil olahan (tebang, belah, potong).

Dengan memakai asumsi 10 batang pohon muda bisa dibuat menjadi 1 kubik kayu olahan jadi, maka akan dilakukan penebangan 5.000 pohon setiap bulannya. Bila di Cikarang saja produsen palet dan peti yang mencapai puluhan, maka disinyalir kegiatan ini menghasilkan penebangan 500.000an batang pohon dalam sebulan atau sekitar 6.000.000 pohon dalam setahun.

"Kalau sumber daya rusak, maka kita semua yang kena dampaknya, termasuk yang tidak menggunakan sumber daya alam sekalipun," ujar Boy Sunarko Ketua P4I melalui keterangan tertulisnya.

Kendala utama dalam program reboisasi ini, lanjut dia, masih sedikitnya pelaku usaha yang bersedia menyisihkan sebagian keuntungannya untuk mendukung program reboisasi ini. Malah, kata Boy, ada pula perusahaan global yang mempunyai slogan Go Green tetapi ternyata tidak aplikatif dalam aktualnya.

Terbukti mereka masih menggunakan sumber alam berupa kayu dan enggan memasukkan unsur 'kewajiban mengelola sumber daya alam' sebagai bagian dari kontrak ataupun struktur biaya produksinya karena hanya melihat harga jual terendah dari produsen peti dan palet. "Padahal sumber daya hasil hutan yang kita gunakan selama ini adalah hutang yang kita pinjam dari anak cucu kita," jelasnya lebih lanjut.

Apabila satu hektar hutan terdiri dari 100 pohon, maka laju degradasi hutan dapat mencapai 60.000 hektar setiap tahunnya. Sementara untuk mengembalikan pohon sebanyak yang ditebang diperlukan waktu 10x lebih lama dari penebangan.

Artinya untuk satu tahun penebangan saja diperlukan 10 tahun masa reboisasi dalam jumlah dan luasan yang sama. Selama ini pasokan kayu ke daerah Cikarang kebanyakan di suplai dari daerah Banten dan Jawa Barat.

Untuk itu P4I mengimbau kalangan pengusaha palet dan peti untuk meremajakan sumber daya kayu yang mereka gunakan dengan mengalokasikan sebagian dari keuntungan usaha menjadi dana wajib reboisasi. Caranya dengan rutin melakukan koordinasi untuk penanaman pohon kembali dengan Komunitas Pohon Indonesia, yang telah melakukan MOU dengan Dirjen BPDAS-PS Kementerian Lingkungan Hidup.

Guna mendukung program tersebut, pemerintah melalui Kementerian LHK menggulirkan fasilitas dana bergulir untuk pembangunan Hutan Rakyat melalui Badan Layanan Umum - Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan (BLU-P3H) yang mana dananya bersumber dari Dana Reboisasi

P4I menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan berbagai pihak terkait selain KPI untuk mendukung kegiatan tersebut. Dengan anggota sekitar 100 orang per unit usaha, maka program peremajaan diharapkan bisa berjalan sukses, efektif dan masif.

Untuk ke depannya, P4I juga membuka kemungkinan penjajakan penggunaan sumber daya alternatif yang lebih efektif dan ramah lingkungan melalui research dan development maupun brainstorming dengan semua pihak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yosefa, Pebisnis Energi Terbarukan Dari NTT

Yosefa, Pebisnis Energi Terbarukan Dari NTT

Bisnis | Senin, 31 Juli 2017 | 13:09 WIB

Peran Pengusaha Dibutuhkan Untuk Dongkrak Ekonomi Jateng

Peran Pengusaha Dibutuhkan Untuk Dongkrak Ekonomi Jateng

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 19:52 WIB

Permintaan Jepang Untuk Cangkang Sawit Indonesia Tumbuh 40 Persen

Permintaan Jepang Untuk Cangkang Sawit Indonesia Tumbuh 40 Persen

Bisnis | Minggu, 23 Juli 2017 | 15:03 WIB

Terkini

Digendong GoTo dan Grab, Sayurbox dan HappyFresh Mau Merger?

Digendong GoTo dan Grab, Sayurbox dan HappyFresh Mau Merger?

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 17:26 WIB

Nilai Ekspor RI Naik 5,48% Jadi 92,15 Miliar USD hingga April 2026, Ditopang Sektor Non Migas

Nilai Ekspor RI Naik 5,48% Jadi 92,15 Miliar USD hingga April 2026, Ditopang Sektor Non Migas

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 17:25 WIB

Rupiah Ambruk, Plesiran Warga RI ke Luar Negeri Ikutan Anjlok

Rupiah Ambruk, Plesiran Warga RI ke Luar Negeri Ikutan Anjlok

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 17:04 WIB

Viral Tagihan Listrik Naik di Medsos, PLN Ungkap Penyebabnya

Viral Tagihan Listrik Naik di Medsos, PLN Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 17:03 WIB

Teddy Klaim Prabowo Pakai Dana Pribadi untuk Kunjungan Luar Negeri, Celios: Buktinya Mana?

Teddy Klaim Prabowo Pakai Dana Pribadi untuk Kunjungan Luar Negeri, Celios: Buktinya Mana?

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:54 WIB

IHSG Masih Betah di Zona Hijau ke Level 6.195, Besok Berpeluang Lanjut

IHSG Masih Betah di Zona Hijau ke Level 6.195, Besok Berpeluang Lanjut

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:53 WIB

Rupiah Melemah, Harga Kedelai Melonjak: Pengrajin Tahu dan Tempe di Lebak Terancam Gulung Tikar

Rupiah Melemah, Harga Kedelai Melonjak: Pengrajin Tahu dan Tempe di Lebak Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:44 WIB

Pintu PHK 20 Persen Karyawan, Industri Kripto RI Mulai Goyang?

Pintu PHK 20 Persen Karyawan, Industri Kripto RI Mulai Goyang?

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:27 WIB

Perundingan AS-Iran Alot, Harga Minyak Mentah Global Tertahan di Level Tinggi

Perundingan AS-Iran Alot, Harga Minyak Mentah Global Tertahan di Level Tinggi

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:23 WIB

Danantara Mau Merger Asuransi BUMN, AAJI Buka Suara

Danantara Mau Merger Asuransi BUMN, AAJI Buka Suara

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 16:14 WIB