- Presiden Prabowo meminta Jampidsus Febrie Adriansyah mengundurkan diri terkait dugaan korupsi dalam pertemuan di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
- Polri menggeledah dua belas lokasi strategis untuk menyita bukti keterlibatan Febrie dalam tiga kasus korupsi dan pencucian uang.
- Penyidik menemukan brankas berisi uang tunai asing serta dokumen penting di balik lemari kafe milik oknum tersebut.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto disebut meminta Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus atau Jampidsus Febrie Adriansyah mengundurkan diri, serta secara jentelmen menghadapi kasus dugaan korupsi dirinya yang ditangani oleh Polri.
Berdasarkan informasi dari Sumber yang mengetahui hal itu kepada Suara.com, terdapat pertemuan di rumah dinas presiden, Widya Chandra, Jakarta, untuk membahas kasus Febrie Adriansyah, Kamis (9/7/2026) pagi.
"Ada usul agar Kejaksaan Agung memecat Febrie, tapi presiden menolak. Dia ingin yang bersangkutan mengundurkan diri saja agar tak memperkeruh suasana," kata Sumber tersebut.
Dalam pertemuan itu juga, sempat dibahas sejumlah sosok Kejagung yang layak menggantikan Febrie Adriansyah yang tengah terbelit kasus pencucian uang hingga korupsi tersebut.
"Ada beberapa calon, seperti TTS dan K," kata dia.
Sementara seorang Sumber lainnya mengungkapkan, Presiden Prabowo tak pernah menyarankan pemecatan.
"Pemecatan tak pernah disarankan. Semua pejabat yang bermasalah wajib mengundurkan diri, biar tetap[ ada reputasi. Seperti kasus BGN beberapa waktu lalu, mundur dulu baru ditangkap, sehingga tidak kisruh," kata dia.
Suara.com sudah menghubungi pihak Kejaksaan Agung RI untuk mengonfirmasi hal ini. Namun, hingga berita dipublikasikan, tidak ada tanggapan apa pun.
Penemuan brankas rahasia
Gelombang penggeledahan besar-besaran yang dilakukan tim gabungan Polri dan Polda Metro Jaya sejak Rabu (8/7) hingga Kamis dini hari telah mengguncang konstelasi hukum nasional.
Nama Jampidsus Febrie Adriansyah, kini resmi terseret dalam pusaran penyidikan maraton yang menyasar belasan lokasi strategis, termasuk kawasan elite di Bogor dan Jakarta Selatan.
Puncak ketegangan terjadi pada Kamis tengah malam, saat personel kepolisian melakukan operasi senyap di kawasan elite Sentul City, Bogor.
Target utama dalam penggeledahan tersebut adalah sebuah rumah mewah yang berlokasi di Perumahan Golf Hijau.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hunian megah tersebut diduga kuat merupakan milik Jampidsus Febrie Adriansyah.
Operasi ini bukan sekadar tindakan seremonial, melainkan bagian dari penyidikan mendalam terhadap 12 titik yang diduga menjadi pusat penyimpanan aset dan dokumen terkait korupsi.