Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

Bangun Pulau-pulau Terluar, Susi Pudjiastuti Gandeng Jepang

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 06 September 2017 | 20:57 WIB
Bangun Pulau-pulau Terluar, Susi Pudjiastuti Gandeng Jepang
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bertemu dengan Penasihat Khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi. [Dok KKP]

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bertemu dengan Penasihat Khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi di Gedung Mina Bahari IV, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, pada Rabu (6/9/2017). Dalam pertemuan tersebut keduanya membicarakan pembangunan pulau-pulau terluar dan promosi perikanan di Indonesia, menyambut peringatan 60 tahun kemitraan Indonesia – Jepang, 2018 nanti.

Indonesia dan Jepang menyatakan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis berdasarkan kerja sama yang saling menguntungkan dan bersahabat. Hal ini sebagai tindak lanjut kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ke Indonesia pada Januari 2017, disusul kunjungan Menteri Susi ke Jepang pada April dan Agustus lalu.

“Kerja sama ini akan dilakukan dalam rangka memastikan pembangunan di bidang perikanan dan juga keamanan laut, termasuk free navigation di wilayah laut Indonesia. Di mana dalam kerja sama ini Jepang akan memberikan hibah pembangunan 6 lokasi (Sabang, Natuna, Morotai, Saumlaki, Moa, dan Biak) fisheries community atau fasilitas perikanan terintegrasi di 6 lokasi dan juga coastal radar terutama di 6 lokasi di wilayah pulau terluar ini,” ungkap Menteri Susi.

“Saya berharap pembangunan 6 pulau terluar ini nantinya akan dibantu lagi menjadi 60 pulau terluar. Saya harapkan ini nanti menjadi PR kita bersama. Tentu ini nanti menjadi PR yang saya titipkan kepada Mr. Izumi untuk disampaikan kepada perdana menteri dan pemerintah Jepang. Jadi dari 6 ditambah 0 di belakang,” jelas Menteri Susi.

Menteri Susi berpendapat, jika Indonesia memiliki 60 coastal radar yang tersebar di pulau-pulau terluar Indonesia, laut Indonesia akan aman, dan hal ini juga akan dirasakan manfaatnya oleh negara-negara Asia lainnya.

Tak hanya membantu pembangunan infrastruktur di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di pulau-pulau terluar Indonesia, menurut Menteri Susi, Jepang juga akan membantu pengembangan teknologi satelit yang telah dimiliki KKP. Dengan bantuan tersebut diharapkan, sistem satelit KKP di Bali bisa menjadi suatu sistem terbuka, sehingga Indonesia tak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan data dan rekaman kelautan dan perikanan.

“Kerja sama ini menjadi sangat penting untuk kedua negara karena ini adalah satu penghormatan dari Jepang kepada Indonesia dan juga dari Indonesia kepada Jepang, sebagai sesama negara di wilayah Asia yang sama-sama menghormati kedaulatan masing-masing. Kita juga bekerja sama membangun community development untuk kemakmuran, kesejahteraan masyarakat di wilayah regional kita,” tambah Menteri Susi.

Menteri Susi menilai, sebagai salah satu negara terdepan dalam bidang perikanan, sudah selayaknya Indonesia menjalin kerja sama yang baik dengan Jepang. “Saya berharap Jepang akan bisa meng-encourage perusahaan-perusahaannya, mendirikan pabrik-pabrik pengolahan ikan di Indonesia atau pun mengelola aquaculture di Indonesia. Saya yakin Jepang akan menjadi salah satu partner strategis kita di bidang perikanan,” harap Menteri Susi.

baca juga

Pada kesempatan yang sama, Izumi menyatakan bahwa Jepang sangat menghargai peran aktif Indonesia yang berkontribusi terhadap stabilitas dan kesejahteraan kawasan dan global. Untuk itu, kedua belah pihak telah menyepakati beberapa paket kerja sama.

“Pentingnya poros maritim dunia dianjurkan Presiden Joko Widodo, Jepang bekerja sama yang erat dengan Indonesia, dan mempertimbangkan kesempatan kerja sama dengan kecepatan luar biasa. Kami melaksanakan dengan cepat dan berurutan dari proyek yang tersedia dengan menggunakan berbagai upaya termasuk kerja sama pendanaan dan kerja sama teknologi, ” ungkap Izumi.

Izumi mengungkapkan, dalam waktu dekat, pemerintah Jepang melalui Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Kelautan Jepang akan berkunjung ke Indonesia untuk melakukan survey terkait pelaksanaan kerja sama ini.

“Dan mengenai kerja sama di bidang satelit, karena sistem yang digunakan Indonesia bersifat sangat tertutup, saya mengusulkan agar Indonesia dapat menggunakan jatah lebih banyak data dengan beban yang lebih kecil. Dan untuk informasi saya mengusulkan menggunakan sistem satelit yang baru,” ungkap Izumi.

Kedua negara menyadari pentingnya memperkuat infrastruktur, meningkatkan keselamatan, dan mempromosikan industri maritim kawasan, termasuk pembangunan pulau-pulau terluar sebagai salah satu pilar penting dalam meningkatkan hubungan kerja sama bilateral. Hal ini sejalan dengan kepentingan kedua negara untuk memelihara dan mempromosikan laut yang bebas, terbuka, dan stabil untuk perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan dan masyarakat internasional sebagai negara maritim.

Untuk itu, Indonesia dan Jepang sepakat untuk menjalin kerja sama di beberapa bidang, seperti ekonomi, termasuk investasi dan perdagangan produk perikanan; pemberantasan IUU Fishing dan fisheries crimes; dan pengembangan kapasitas di bidang kelautan dan perikanan; serta penelitian dan pengembangan kelautan dan perikanan.

Selain itu, kerja sama juga akan dilakukan dalam konstruksi kapal pengangkut ikan untuk memperlancar konektivitas produk perikanan dari pulau-pulau terluar ke pasar; peningkatan kemampuan pengawasan perikanan di sekitar enam pulau terluar dengan menggunakan teknologi Jepang; konstruksi kapal-kapal pengawas dan kapal serbaguna (multipurpose); dan penyusunan proyek kelautan dan perikanan dengan menggunakan teknologi antariksa.

Tak ketinggalan, Indonesia dan Jepang akan membentuk business matching guna memfasilitasi dan memperluas kerja sama kedua negara. Jepang juga akan memberikan dukungan teknis untuk rehabilitasi Pelabuhan Perikanan Jakarta (Muara Baru) dan Pasar Grosir Ikan, termasuk penyusunan rencana pengembangan jangka pendek/menengah Muara Baru.

Rencana kerja sama ini akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan tingkat tinggi musim gugur nanti untuk memastikan komitmen para pemimpin dan pemerintah kedua negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BRI Kucurkan Kredit ke Nelayan Melalui KKP

BRI Kucurkan Kredit ke Nelayan Melalui KKP

Bisnis | Sabtu, 26 Agustus 2017 | 07:13 WIB

Jokowi: Indonesia Harus Jadi Basis Produksi Ikan dan Olahannya

Jokowi: Indonesia Harus Jadi Basis Produksi Ikan dan Olahannya

Bisnis | Selasa, 15 Agustus 2017 | 18:44 WIB

Cuek Dandan, Susi Akui Baru Dipuji Cantik Saat Jadi Menteri

Cuek Dandan, Susi Akui Baru Dipuji Cantik Saat Jadi Menteri

News | Kamis, 10 Agustus 2017 | 02:00 WIB

Viral, Bu Susi Pudjiastuti Dibilang Tomboi, tapi Jago Dandan

Viral, Bu Susi Pudjiastuti Dibilang Tomboi, tapi Jago Dandan

Your Say | Kamis, 03 Agustus 2017 | 12:45 WIB

Gandeng JICA, KKP Perkuat Infrastruktur Kelautan Perikanan

Gandeng JICA, KKP Perkuat Infrastruktur Kelautan Perikanan

Bisnis | Senin, 31 Juli 2017 | 12:13 WIB

KKP  Kemenhub Kerja Sama Percepat Ukur Ulang Kapal Perikanan

KKP Kemenhub Kerja Sama Percepat Ukur Ulang Kapal Perikanan

Bisnis | Senin, 31 Juli 2017 | 12:08 WIB

Front Nelayan Indonesia Tolak Kebijakan Menteri Susi Soal Lobster

Front Nelayan Indonesia Tolak Kebijakan Menteri Susi Soal Lobster

Bisnis | Jum'at, 28 Juli 2017 | 14:05 WIB

Alih Profesi Penangkap Benih Lobster, Ini Bantuan Dari KKP

Alih Profesi Penangkap Benih Lobster, Ini Bantuan Dari KKP

Bisnis | Jum'at, 28 Juli 2017 | 13:53 WIB

Ini Jurus KKP Permudah Nelayan Akses Layanan Perbankan

Ini Jurus KKP Permudah Nelayan Akses Layanan Perbankan

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 15:21 WIB

Menteri Susi: Kapal Bukti Kejahatan Tak Boleh Dilelang

Menteri Susi: Kapal Bukti Kejahatan Tak Boleh Dilelang

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 15:03 WIB

Terkini

Hunian Dekat Alam, Cara Baru Menikmati Hidup di Tengah Padatnya Kota

Hunian Dekat Alam, Cara Baru Menikmati Hidup di Tengah Padatnya Kota

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:13 WIB

iCAR Indonesia Perluas Jangkauan Dealer di Kawasan Bisnis Jakarta

iCAR Indonesia Perluas Jangkauan Dealer di Kawasan Bisnis Jakarta

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Truk Hantam 3 Motor di JLS Salatiga, 1 Orang Tewas

Truk Hantam 3 Motor di JLS Salatiga, 1 Orang Tewas

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:08 WIB

5 Lip Cream Wardah yang Tahan Lama dan Tidak Bikin Bibir Kering Sesuai Review

5 Lip Cream Wardah yang Tahan Lama dan Tidak Bikin Bibir Kering Sesuai Review

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:04 WIB

Resiliensi Kedaulatan Pangan Bahari & Sinergi Regenerasi Komunitas Desa Les

Resiliensi Kedaulatan Pangan Bahari & Sinergi Regenerasi Komunitas Desa Les

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:03 WIB

Jakarta Punya Aturan Baru: Pembangunan 30 Tahun ke Depan Tak Boleh Rusak Lingkungan

Jakarta Punya Aturan Baru: Pembangunan 30 Tahun ke Depan Tak Boleh Rusak Lingkungan

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:02 WIB

Gubernur Khofifah Terima Anugerah Bintang LVRI di Peringatan Hari Veteran Nasional 2026

Gubernur Khofifah Terima Anugerah Bintang LVRI di Peringatan Hari Veteran Nasional 2026

Jatim | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Paspor Dicabut, Tanah Air Ikut Hilang: Jejak Eksil 1965 oleh Martin Aleida

Paspor Dicabut, Tanah Air Ikut Hilang: Jejak Eksil 1965 oleh Martin Aleida

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Sampel Organ Sutrimo Diteliti di Laboratorium: Makan Waktu 2 hingga 3 Pekan

Sampel Organ Sutrimo Diteliti di Laboratorium: Makan Waktu 2 hingga 3 Pekan

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:59 WIB

Daftar Atribut Pramuka SD Lengkap untuk 14 Agustus 2026, Apa Saja yang Wajib Dipakai?

Daftar Atribut Pramuka SD Lengkap untuk 14 Agustus 2026, Apa Saja yang Wajib Dipakai?

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:53 WIB

×