PUPR: 35 Ruas Tol Berhasil Tarik Dana Swasta Rp300 T

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Kamis, 30 November 2017 | 09:33 WIB
PUPR: 35 Ruas Tol Berhasil Tarik Dana Swasta Rp300 T

Suara.com - Pembangunan infrastruktur sebagai prioritas pembangunan nasional, bukan lagi sebagai pilihan, namun menjadi kebutuhan dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa. Walau demikian tidak semua infrastruktur dibangun dengan dana pemerintah melalui APBN dan APBD, sebab keterlibatan swasta terus didorong melalui berbagai model Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)/public private partnership (PPP).

“Anggaran infrastruktur di Kementerian PUPR dalam 3 tahun ini sekitar Rp100 triliun, dengan porsi pinjaman sebesar 7 persen. Pembangunan 35 ruas tol yang saat ini dilakukan melalui skema PPP, berhasil menarik dana swasta sebesar Rp300 triliun, dan didukung dana pemerintah tidak lebih dari 17 persen dalam bentuk viability gap fund (VGF),” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, dalam "Indonesia PPP Day 2017", di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Pembangunan infrastruktur PUPR dengan skema KPBU, saat ini tidak hanya dalam pembangunan jalan tol, namun juga pada proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM), seperti SPAM Bandar Lampung, Semarang Barat, Umbulan dan Saluran Pembawa Air Baku dari Bendungan Karian (Karian-Serpong Water Conveyance).

Selanjutnya, Kementerian PUPR saat ini juga tengah menjajaki peluang PPP dalam pembangunan bendungan yang memiliki potensi sebagai pembangkit listrik.

“Saya sudah meminta value engineering terhadap rencana pembangunan 3 bendungan oleh Komisi Keamanan Bendungan bekerja sama dengan pemerintah Jepang, karena biayanya yang cukup besar. Pihak Jepang menyatakan minatnya untuk membiayai salah satu bendungan, yakni Bendungan Tiga Dihaji di Sumatera Selatan melalui investasi perusahaan swasta Jepang. Dalam minggu-minggu ini, mereka (Jepang) akan memutuskan,” kata Basuki.



Berdasarkan hasil studi kelayakan, biaya pembangunan Bendungan Tiga Dihaji sangat mahal, yakni sebesar Rp3,8 triliun. Bila terealisasi maka akan menjadi bendungan pertama yang dibangun tanpa menggunakan dana APBN secara penuh, alias sebagian pendanaannya akan dilakukan oleh swasta.

Berikutnya, tambah Basuki, ada skema ketersediaan layanan atau availability payment (AP) yang akan diterapkan dalam rangka pemeliharaan jalan-jalan lintas utama di Indonesia, seperti jalan lintas timur Sumatera, lintas selatan Jawa, dan trans Papua. Prinsipnya, investor atau badan usaha membangun infrastruktur lebih dahulu, dan ketika selesai dan memberikan manfaat, pemerintah akan membayar secara bertahap ketersediaan fisik atau layanan infrastruktur tersebut.

Dalam mempercepat pembangunan jalan tol Trans Sumatera, yang kurang diminati investor, Kementerian PUPR melakukan sistem lelang bundling dengan jalan tol di Pulau Jawa, seperti ruas tol Jakarta-Cikampek Elevated II, ruas tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, yang memiliki margin keuntungan baik.

Salah satu contohnya adalah tender tol Jakarta-Cikampek II Selatan, yang mensyaratkan kemampuan peserta lelang membangun tol Terbanggi Besar-Kayu Agung sebagai salah satu syarat.

“Banyak sekali variasi dan inovasi yang kami kembangkan,” jelas Basuki.

Guna menggenjot dana swasta lebih banyak dalam pembangunan infrastruktur, Basuki menyatakan akan mengembangkan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infratruktur, yang merupakan penggabungan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi dan Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan. Unit organisasi baru ini akan khusus menangani masalah KPBU, agar prosesnya semakin cepat dan mudah.

“Kami juga akan memberikan pelatihan kepada para pejabat tinggi madya dan pratama tentang KPBU, agar Kementerian PUPR ke depan tidak hanya bergantung pada dana APBN,” jelasnya.

Adapun kebutuhan pendanaan infrastruktur yang sangat besar harus dicarikan solusinya, salah satunya melalui skema KPBU.

“Pembangunan infrastruktur bukan untuk bermewah-mewahan, namun untuk mengejar ketertinggalan. Meskipun daya saing infrastruktur Indonesia sudah naik dari peringkat ke-60 menjadi ke-52, namun masih tertinggal dari negara tetangga. Kalau hanya dari APBN akan lama sekali mengejarnya,” katanya.

Sementara itu, Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian PUPR yang terus mendorong kerja sama dengan swasta dalam pembangunan infrastruktur.

"Saya berterima kasih pada Pak Basuki, karena beliau mendorong jajarannya berpikir keras bagaimana proyek (infrastruktur) ini bisa berjalan dengan tidak menggunakan APBN. Kementerian PUPR adalah champion dalam implementasi KPBU," kata Menteri Sri Mulyani.

Turut hadir dalam acara tersebut, Dirjen Bina Konstruksi, Syarief Burhanuddin, Dirjen Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Ekonomi dan Investasi, M. Natsir, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Hery Trisaputra Zuna, dan Kepala Biro Komunikasi Publik, Endra S. Atmawidjaja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Untuk Atasi Kekeringan di NTT, PUPR Bangun 7 Bendungan

Untuk Atasi Kekeringan di NTT, PUPR Bangun 7 Bendungan

Bisnis | Rabu, 29 November 2017 | 09:03 WIB

Kurangi Banjir Jakarta, Bendungan Sukamahi dan Ciawi Selesai 2019

Kurangi Banjir Jakarta, Bendungan Sukamahi dan Ciawi Selesai 2019

Bisnis | Minggu, 26 November 2017 | 17:30 WIB

Cek Renovasi GBK, Menkeu: Akan Sangat Baik Kualitasnya

Cek Renovasi GBK, Menkeu: Akan Sangat Baik Kualitasnya

Bisnis | Jum'at, 24 November 2017 | 09:31 WIB

Terkini

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:38 WIB

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:10 WIB

KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding

KPPU Sanksi 97 Pinjol Rp 755 Miliar, Asosiasi Ngotot Ajukan Banding

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:11 WIB

Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax

Penjelasan Kemenkeu soal Lapor SPT Purbaya Kurang Bayar Rp 50 Juta di Coretax

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:52 WIB

Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu

Purbaya Klaim Bos Danantara Sepakat PNM Dialihkan ke Kemenkeu

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:42 WIB

Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh

Moodys Beri Sinyal Waspada, PERBANAS Klaim Fundamental Bank Himbara Tangguh

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:41 WIB

EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H

EV Kian Diminati, Transaksi SPKLU PLN Tembus Rekor Tertinggi 18.088 Kali pada H+2 Idulfitri 1447 H

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:28 WIB

BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis

BRI KPR Solusi Hadirkan Kemudahan Beli Properti dari Lelang Bank dengan Proses Praktis

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:25 WIB

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Purbaya Buka Opsi Suntik Dana SAL Milik Pemerintah ke Bank Swasta

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:24 WIB

Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan

Maksimalkan Sisa THR, Investasikan Jadi Emas Lewat BRImo Lebih Menguntungkan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:17 WIB