Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.373,849
LQ45 633,840
Srikehati 307,576
JII 383,471
USD/IDR 17.871

PFII Bakal Bermarkas di Bali, Emiten WINE Bidik Peluang dari Masuknya Investor Global

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:44 WIB
PFII Bakal Bermarkas di Bali, Emiten WINE Bidik Peluang dari Masuknya Investor Global
Ilustrasi WINE. (Freepik)
baca 10 detik
  • PT Hatten Bali Tbk memproyeksikan pertumbuhan bisnis menyusul pengesahan undang-undang Pusat Finansial Internasional Indonesia pada 21 Juli 2026.
  • Kehadiran investor global dan individu kaya di Bali berpotensi meningkatkan permintaan produk anggur lokal segmen premium Hatten Bali.
  • Pemerintah berencana menjadikan Bali sebagai lokasi permanen kawasan finansial tersebut sementara operasional awal dimulai di Jakarta.

Suara.com - PT Hatten Bali Tbk (WINE) melihat peluang pertumbuhan bisnis dari rencana kehadiran Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Bali. 

Kehadiran kawasan finansial tersebut dinilai berpotensi mendorong masuknya investor global dan meningkatkan permintaan terhadap produk premium, termasuk anggur lokal.

Bagi Hatten Bali, peluang dari PFII tidak hanya berasal dari sektor jasa keuangan.

Masuknya investor asing, pemegang golden visa, wealth manager, serta institusi global dinilai dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di Bali, termasuk sektor hospitality dan makanan dan minuman premium.

Direktur Utama PT Hatten Bali Tbk, Ida Bagus Rai Budarsa, mengatakan rencana PFII menjadi sinyal bahwa Bali berpotensi semakin terhubung dengan pasar global.

“PFII adalah sinyal bahwa Bali sedang menulis babak baru untuk audiens global. Begitu pulau ini makin dihuni orang-orang kaya dunia dan investornya, kami ingin anggur Hatten jadi bagian dari cara mereka menikmati Bali, di meja makan maupun dalam cerita yang kami bagikan tentang pulau ini,” kata Ida Bagus Rai Budarsa dalam siaran pers yang diterima, Kamis (13/8/2026).

Untuk itu, PFII menawarkan sejumlah insentif bagi perusahaan keuangan yang memenuhi persyaratan, antara lain pajak korporasi nol persen hingga 50 tahun, pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), serta kemudahan kepabeanan dan visa, termasuk jalur golden visa bagi investor asing.

Hatten menilai, karakteristik kawasan finansial internasional seperti Dubai International Financial Centre (DIFC) di Dubai menunjukkan adanya potensi peningkatan aktivitas dari kelompok individu dengan kekayaan tinggi atau high-net-worth individuals (HNWI), family office, dan komunitas internasional.

Sebagai produsen anggur asal Bali, Hatten melihat kondisi tersebut dapat membuka ruang bagi pertumbuhan segmen produk premium.

baca juga

Perseroan saat ini memiliki jaringan ritel dan hotel, restoran, dan kafe (HoReCa) yang mencakup lebih dari 1.500 restoran dan 900 hotel. Hatten juga telah membuka gerai Cellardoor Jakarta.

Selain itu, Hatten akan meluncurkan lini label Avara dan Ekko yang disebut telah meraih medali dalam AWC Vienna 2025. Produk tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi perseroan di segmen premium.

Menurut Hatten, apabila Bali ditetapkan sebagai lokasi permanen PFII, kondisi tersebut dapat memberikan peluang bagi perseroan untuk memperluas pasar di segmen premium.

PFII memberi peluang di sektor usaha keuangan yang luas dan secara kelembagaan akan memiliki dewan, pengelola, pengawas serta pengadilan khusus. [Suara.com/Syahda]
PFII memberi peluang di sektor usaha keuangan yang luas dan secara kelembagaan akan memiliki dewan, pengelola, pengawas serta pengadilan khusus. [Suara.com/Syahda]

Kedekatan operasional dan basis bisnis Hatten di Bali menjadi salah satu modal untuk menangkap peluang tersebut.

Meski demikian, perseroan masih akan memantau perkembangan PFII, khususnya aturan pelaksana yang diperkirakan terbit dalam enam bulan setelah undang-undang disahkan serta keputusan pemerintah mengenai lokasi final kawasan tersebut.

Sebagai informasi, PFII merupakan kawasan finansial yang baru disahkan DPR menjadi undang-undang pada 21 Juli 2026.

Pemerintah sebelumnya menyampaikan bahwa kawasan permanen PFII direncanakan berada di Bali, meskipun lokasi finalnya belum diumumkan secara resmi.

Pada tahap awal, PFII akan menjalankan pusat operasional di Jakarta, tepatnya di gedung Danareksa milik Danantara.

Sementara itu, Bali disiapkan sebagai lokasi kawasan permanen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Bali Barat dan Kawasan Ekonomi Khusus Sanur sebagai sejumlah kandidat lokasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

9 Saham Indonesia Dihapus dari MSCI, Emiten Milik Hary Tanoesoedibjo dan 1 BUMN Hilang Status

9 Saham Indonesia Dihapus dari MSCI, Emiten Milik Hary Tanoesoedibjo dan 1 BUMN Hilang Status

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:35 WIB

Calon Gubernur PFII Berasal dari Internal Pemerintah, Chatib Basri?

Calon Gubernur PFII Berasal dari Internal Pemerintah, Chatib Basri?

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:19 WIB

Emiten AVIA Tegaskan Kepatuhan Persaingan Usaha KPPU

Emiten AVIA Tegaskan Kepatuhan Persaingan Usaha KPPU

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Rupiah Rp18.000 Diam-Diam Memangkas Laba Emiten

Rupiah Rp18.000 Diam-Diam Memangkas Laba Emiten

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:55 WIB

Chatib Basri Disebut Bakal Jadi Gubernur PFII, Menkeu Purbaya Buka Suara

Chatib Basri Disebut Bakal Jadi Gubernur PFII, Menkeu Purbaya Buka Suara

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:31 WIB

Purbaya Mau Tarik Uang Investor Global dari Dubai ke Indonesia lewat PFII

Purbaya Mau Tarik Uang Investor Global dari Dubai ke Indonesia lewat PFII

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Kakak Angelina Jolie Berharap Bisa Sambung Silahturahim dengan Adiknya Setelah Mengaku Gay

Kakak Angelina Jolie Berharap Bisa Sambung Silahturahim dengan Adiknya Setelah Mengaku Gay

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:43 WIB

9 Saham Indonesia Dihapus dari MSCI, Emiten Milik Hary Tanoesoedibjo dan 1 BUMN Hilang Status

9 Saham Indonesia Dihapus dari MSCI, Emiten Milik Hary Tanoesoedibjo dan 1 BUMN Hilang Status

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:35 WIB

Bikin Haru! Aksi Seru Anak-Anak Disabilitas SLBN 1 Makassar Rayakan HUT RI

Bikin Haru! Aksi Seru Anak-Anak Disabilitas SLBN 1 Makassar Rayakan HUT RI

Sulsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:28 WIB

Viral Satpol PP Jadi Maling Rokok saat Razia di Pasar Kabupaten Aceh Utara

Viral Satpol PP Jadi Maling Rokok saat Razia di Pasar Kabupaten Aceh Utara

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:28 WIB

Mengulas Sisi Manusiawi dari Jasa Sewa Peran Keluarga di Film Rental Family

Mengulas Sisi Manusiawi dari Jasa Sewa Peran Keluarga di Film Rental Family

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:25 WIB

20 Kata-kata Ucapan Hari Pramuka Singkat untuk Status WhatsApp

20 Kata-kata Ucapan Hari Pramuka Singkat untuk Status WhatsApp

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:20 WIB

Helikopter Apache AS Jatuh Menewaskan 2 Awak

Helikopter Apache AS Jatuh Menewaskan 2 Awak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:16 WIB

Seberapa Kuat Militer Iran di Bawah 'Dewa Perang' Baru Mohsen Rezaei?

Seberapa Kuat Militer Iran di Bawah 'Dewa Perang' Baru Mohsen Rezaei?

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Harga Minyak Stabil di Tengah Eskalasi Serangan di Jalur Pelayaran Timur Tengah

Harga Minyak Stabil di Tengah Eskalasi Serangan di Jalur Pelayaran Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Ha Young Minta Maaf Tertulis Usai Buat Kegaduhan Soal Keluaga Pro-Jepang

Ha Young Minta Maaf Tertulis Usai Buat Kegaduhan Soal Keluaga Pro-Jepang

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:05 WIB

×