Kurangi Banjir Jakarta, Bendungan Sukamahi dan Ciawi Selesai 2019

Fabiola Febrinastri

Minggu, 26 November 2017 | 17:30 WIB
Kurangi Banjir Jakarta, Bendungan Sukamahi dan Ciawi Selesai 2019
Kementerian PUPR tengah membangun dua bendungan kering di Ciawi dan Sukamahi, Jawa Barat. (Sumber: Kementerian PUPR)

Suara.com - Sebagai upaya pemerintah dalam mengurangi kerentanan kawasan metropolitan Jabodetabek dari bencana banjir, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, saat ini tengah membangun dua bendungan kering (dry dam), yakni Bendungan Sukamahi dan Ciawi di Kabupaten Bogor. Keberadaan kedua bendungan ini dinilai vital dalam mengurangi titik-titik banjir di Jakarta.

Keduanya akan menahan aliran air dari Gunung Gede dan Gunung Pangrango sebelum sampai ke Bendung Katulampa, yang kemudian mengalir ke Sungai Ciliwung. Selain itu, bendungan juga bermanfaat untuk konservasi air dan pembangunan pariwisata di Jawa Barat.

"Jumlah titik banjir di Jakarta bisa berkurang cukup siginifikan. Jika saat ini ada 78 titik banjir di Jakarta, maka kehadiran dry dam bisa membuat titik banjir berkurang menjadi tinggal 38 titik saja," kata Kepala BBWS Ciliwung-Cisadane Kementerian PUPR,Jarot Widioko, saat berada di lokasi pembangunan bendungan Sukamahi, Bogor, Kamis (23/11/2017).

Dari penelusuran debit banjir kala ulang 50 tahun, dengan dibangunnya Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi akan mengurangi debit banjir di Pintu Air Manggarai sebesar 577,05 m3/det. Bila dikurangi dengan debit Sungai Ciliwung yang nantinya dialirkan Kanal Banjir Timur melalui sodetan Ciliwung sebesar 60 m3/det, maka debit di PIntu Air Manggarai sebesar 517,05 m3/det.

"Secara keseluruhan, di Jakarta akan berkurang risiko banjir 12 persen, dengan menggeser waktu puncak banjir 2 -4 jam. Air hujan yang turun di Ciawi dan Sukamahi langsung tertampung di bendungan tersebut, kemudian mengalir lewat terowongan secara konstan dengan kecepatan 45 meter kubik per detik ke KBT sampai Pintu Air Manggarai," ujarnya  

Menurut Jarot, pembangunan dua bendungan kering ini merupakan perhatian dan komitmen pemerintah untuk mengendalikan banjir tidak hanya di hilir, melainkan sejak dari hulu.

"Dry dam ini sangat unik, karena baru ada airnya  jika intensitas hujannya tinggi, terutama di musim penghujan. Kalau di musim kemarau, bendungan ini kering. Selain itu, keduanya dibuat dengan desain Q50, yang berarti debit itu mungkin terjadi satu kali dalam 50 tahun. Probabilitas tercapainya debit 50 tahun adalah sekali dalam 50 tahun," tegasnya

Jarot menjelaskan, secara alami, air hujan yang turun harusnya langsung masuk ke tanah. Namun yang terjadi sekarang, air hujan menggenangi tanah dan mengalir ke selokan dengan membawa sedimentasi tanah.

Akibatnya, sungai yang tidak pernah dikeruk dan mengalami perluasan membuat daya tampungnya menjadi penuh hingga menggenangi kawasaan permukaan.

"Kondisi ini bertambah parah ketika air tanah dieksploitasi secara massif untuk berbagai keperluan permukiman dan industri," ujarnya.

Pengendalian banjir di Jakarta tidak bisa dilakukan melalui upaya struktural atau pembangunan fisik seperti kegiatan normalisasi sungai dan membangun bendungan, melainkan juga dengan kegiatan non struktural, seperti kampanye penyadaran masyarakat, tata ruang, dan pembuatan berbagai sumur resapan di lingkungan rumah masing-masing.

Kontrak pembangunan Bendungan Ciawi ditandatangani pada 23 November 2016 antara SNVT PJSA Ciliwung Cisadane dan Abipraya-Sacna KSO, sebagai kontraktor, dengan nilai pekerjaan konstruksi mencapai Rp757,8 miliar melalui kontrak tahun jamak (multi years). Bendungan Ciawi merupakan bendungan kering yang memiliki volume tampung 6,45 juta m3 dan luas area genangan 29,22 hektare.

Sementara penandatanganan kontrak pembangunan Bendungan Sukamahi senilai Rp436,97 miliar dilakukan pada 20 Desember 2016, dengan kotraktor Wijaya-Basuki KSO. Bendungan Sukamahi memiliki daya tampung tampung 1,68 juta m3 dan luas area genangan 5,23 ha. Keduanya ditargetkan selesai konstruksinya pada 2019.

Hingga 6 November 2017, lahan Bendungan Sukamahi yang sudah bebas, seluas 10,33 ha (22,19 persen) dari kebutuhan 46,56 ha, sementara lahan Bendungan Ciawi yang dibutuhkan seluas 78,79 ha, dan sudah dilakukan pembayaran 11,03 ha (14,01 persen). Pembebasan lahan kedua bendungan dilakukan dengan skema dana talangan oleh kontraktor, yang nantinya akan dibayarkan melalui anggaran Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Didanai China, Konstruksi Tol Cisumdawu Seksi 1 Dimulai Awal 2018

Didanai China, Konstruksi Tol Cisumdawu Seksi 1 Dimulai Awal 2018

Bisnis | Minggu, 26 November 2017 | 16:44 WIB

Terkini

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

Gerindra Minta Kasus Dugaan Penyadapan Prabowo Diusut Tanpa Intervensi

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:32 WIB

×