Hadapi Disrupsi, Pos Indonesia Relevankan Seluruh Aspek Bisnis

Fabiola Febrinastri

Senin, 05 Februari 2018 | 00:15 WIB
Hadapi Disrupsi, Pos Indonesia Relevankan Seluruh Aspek Bisnis
Pos Indonesia terus berinovasi menghadapi era digital. (Sumber: PT Pos Indonesia)

Suara.com - Ekonomi digital akan semakin berkembang, seiring dengan perkembangan teknologi. Era teknologi digital menghadirkan disrupsi di seluruh sektor bisnis.

Disrupsi menjadi masa depan bagi pelaku bisnis yang tengah eforia, yang mana terjadi perubahan pola konvensional menjadi digital. Namun sebaliknya, bagi pelaku bisnis yang nyaman dengan pola bisnis konvensional, disrupsi menjadi momok dan awal kepunahan.

Bagi Pos Indonesia, disrupsi merupakan masa depan yang harus diraih, karena saat ini Pos Indonesia tengah merombak seluruh dapur bisnisnya dengan merelevankan seluruh aspek strategis terhadap apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat di era milenial.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “disrupsi” berarti “tercabut dari akarnya”. Jika dikaitkan dengan kondisi saat ini, disrupsi merupakan gangguan yang mengakibatkan suatu bisnis tidak berjalan dengan baik, karena adanya kompetitor baru yang cenderung lekat dengan pelayanan berbasis teknologi, yang mengakibatkan pemain bisnis lama harus memikirkan ulang strategi berhadapan dengan era baru saat ini.

Disrupsi hadir karena adanya kebiasaan-kebiasaan yang dianggap tidak efisien (inefisiensi). Ketidakefisienan tersebut menghilang dengan hadirnya teknologi digital, yang pada akhirnya menjadi faktor utama perubahan bisnis saat ini.

Dengan kata lain, perubahan paradigma bisnis dari pola konvensional menjadi digital yang bertumpu pada teknologi menjadi driver pertumbuhan bagi para pelaku bisnis saat ini. Paradigma tersebut pun mampu merubah gaya hidup masyarakat menjadi digital, dan menjadikan segalanya serba mungkin.

Menurut Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Gilarsi W. Setijono, perseroan sejatinya telah merespons hal tersebut sejak 2 tahun lalu. Perubahan landscape bisnis menjadi isu yang selalu hangat untuk dibahas oleh manajemen.

Pos Indonesia, jelasnya, tidak hanya berdiam diri dan terpesona menyaksikan kompetitor yang tengah lahap menyantap pasar, tetapi BUMN oranye ini tengah menyiapkan langkah dan strategi untuk merelevankan seluruh aspek bisnis sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat saat ini.

Gilarsi menyebut, infrastruktur bisnis berbasis teknologi adalah agenda utama Pos Indonesia.

“Istilahnya, kami bereskan dapur terlebih dahulu. Setelah yakin benar-benar sudah tidak ada masalah, baru kita percaya diri untuk perang. Jadi kami tidak ingin masyarakat hilang kepercayaan kepada kami setelah menggunakan produk kami yang ternyata memang bermasalah. Untuk menarik mereka kembali akan menjadi lebih sulit,” tandas laki-laki kelahiran 10 Februari 1962 tersebut.  

Dengan DNA bisnis yang dimiliki, ke depan, Pos Indonesia dinilai akan mampu menjadi market leader yang kuat di Indonesia. Terlebih, perusahaan ini memiliki titik layanan yang memungkinkan untuk menjangkau rural area.

Pos Indonesia memiliki 2 DNA utama dalam bisnisnya, yaitu sektor kurir logistik dan financial services atau jasa keuangan. Saat ini, sektor-sektor tersebut mampu berkontribusi masing-masing sebesar 60 persen untuk sektor kurir logistik, 35 persen untuk sektor financial services, dan  5 persen sisanya untuk sektor lainnya.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Said Iqbal Sambangi PT Pos Indonesia, Soroti Ribuan Pekerja Berstatus Menggantung

Said Iqbal Sambangi PT Pos Indonesia, Soroti Ribuan Pekerja Berstatus Menggantung

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Agen Pos Butuh Internet Buat Kerja, Paket Khusus Disiapkan Mulai Rp12 Ribu

Agen Pos Butuh Internet Buat Kerja, Paket Khusus Disiapkan Mulai Rp12 Ribu

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Bupati Gowa Tunjukkan Video Kepala Kantor Pos Akui Salah Kirim Surat MA

Bupati Gowa Tunjukkan Video Kepala Kantor Pos Akui Salah Kirim Surat MA

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:03 WIB

Ditolak Mentah-mentah, Restrukturisasi Sukuk Pos Indonesia Gagal

Ditolak Mentah-mentah, Restrukturisasi Sukuk Pos Indonesia Gagal

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 16:08 WIB

Gagal Bayar Bunga Obligasi, Fitch Turunkan Peringkat Utang Pos Indonesia Jadi C

Gagal Bayar Bunga Obligasi, Fitch Turunkan Peringkat Utang Pos Indonesia Jadi C

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:46 WIB

Gagal Bayar Pos Indonesia Berlanjut, Investor Tolak Restrukturisasi

Gagal Bayar Pos Indonesia Berlanjut, Investor Tolak Restrukturisasi

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 13:14 WIB

DPR Kawal Hak Pekerja PT Pos, Tagihan Rp 158 Miliar Akhirnya Cair

DPR Kawal Hak Pekerja PT Pos, Tagihan Rp 158 Miliar Akhirnya Cair

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:14 WIB

Korupsi BUMN: Ketika Inovasi Berjalan Tanpa Pengawasan

Korupsi BUMN: Ketika Inovasi Berjalan Tanpa Pengawasan

Your Say | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:15 WIB

DPR Kawal Hak Karyawan PT Pos, Minta Pembayaran Rp158 M Segera Dituntaskan

DPR Kawal Hak Karyawan PT Pos, Minta Pembayaran Rp158 M Segera Dituntaskan

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:11 WIB

Gaji 31 Ribu Karyawan Terancam, DPR Desak Piutang PT Pos Rp158 Miliar Segera Cair

Gaji 31 Ribu Karyawan Terancam, DPR Desak Piutang PT Pos Rp158 Miliar Segera Cair

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:39 WIB

Terkini

Review Sabun Kojie San untuk Wajah Menurut Pengguna Shopee, Harum dan Mencerahkan

Review Sabun Kojie San untuk Wajah Menurut Pengguna Shopee, Harum dan Mencerahkan

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Orang Utan pun Menyerah Hadapi Karhutla, Akankah Pemerintah Terus Menunggu Hujan?

Orang Utan pun Menyerah Hadapi Karhutla, Akankah Pemerintah Terus Menunggu Hujan?

Kalbar | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Berburu iPhone 18, Ada Triple Zero hingga 31 Oktober

Berburu iPhone 18, Ada Triple Zero hingga 31 Oktober

Tekno | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:03 WIB

Tiket Konser Syahrini Beli di Mana? Harga Paling Mahal Tembus Rp35 Juta

Tiket Konser Syahrini Beli di Mana? Harga Paling Mahal Tembus Rp35 Juta

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Nutrisi Manis Wajah: 5 Sheet Mask Strawberry untuk Kulit Plumpy dan Cerah

Nutrisi Manis Wajah: 5 Sheet Mask Strawberry untuk Kulit Plumpy dan Cerah

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Kerja 24 Jam saat BBM Langka di Bali, Petugas SPBU 'Burnout' di Depan Gubernur Koster

Kerja 24 Jam saat BBM Langka di Bali, Petugas SPBU 'Burnout' di Depan Gubernur Koster

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:58 WIB

5 Kombinasi Shio Atasan dan Bawahan yang Paling Produktif di Kantor, Kerja Tim Lancar

5 Kombinasi Shio Atasan dan Bawahan yang Paling Produktif di Kantor, Kerja Tim Lancar

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Madina Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Madina Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Sumut | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:54 WIB

Isu Pergantian Kepala BNPB Mencuat Usai OTT KPK, Internal Ngaku Menghormati Hak Prerogatif Presiden

Isu Pergantian Kepala BNPB Mencuat Usai OTT KPK, Internal Ngaku Menghormati Hak Prerogatif Presiden

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:53 WIB

YLPK Bali Sentil Pertamina: Jangan Cuma Lempar Laporan di Atas Kertas

YLPK Bali Sentil Pertamina: Jangan Cuma Lempar Laporan di Atas Kertas

Bali | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:51 WIB

×