Pertumbuhan Properti RI Sangat Dipengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Adhitya Himawan
Pertumbuhan Properti RI Sangat Dipengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
Perumahan subsidi yang dibangun di kota Pontianak, Kalimatan Barat. [Dok Kementerian PUPR]

Sektor properti selama beberapa waktu terakhir mengalami stagnasi.

Suara.com - Pertumbuhan ekonomi nasional merupakan faktor yang sangat penting dalam rangka mendongkrak sektor properti yang selama beberapa waktu terakhir mengalami stagnasi sehingga pemerintah diharapkan menjaga momentum pertumbuhan tersebut.

"Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu faktor yang amat mempengaruhi bisnis properti," kata Head of Advisory Jones Lang LaSalle (konsultan properti internasional), Vivin Harsanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Menurut dia, hal ini dapat terlihat erat kaitannya terhadap tingkat permintaan pasar perkantoran seperti di kawasan DKI Jakarta dan sekitarnya.

Ia mengutarakan harapannya agar pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen pada tahun ini dapat terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

Dengan didukung pembangunan infrastruktur dan perbaikan peringkat kemudahan berinvestasi, lanjutnya, maka pengembang bisnis properti juga diharapkan dapat memanfaatkan dan mencermati hal itu sebagai peluang dan membaca permintaan pasar.

Sebagaimana diwartakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan Indonesia akan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang telah terjalin aik dengan mempertahankan stabilitas kinerja dari APBN.

"Indonesia punya keinginan untuk menjaga momentum perekonomian dan stabilitas APBN, jadi kita mencari titik 'balance'," ujar Sri Mulyani menanggapi hasil penilaian terbaru IMF terhadap perekonomian Indonesia di Jakarta, Rabu (7/2).

Sri Mulyani mengatakan salah satu upaya untuk mempertahankan stabilitas kinerja APBN adalah menjaga defisit anggaran dalam tingkat yang terkendali serta berada dalam batas yang diperkenankan oleh Undang-Undang yaitu tiga persen terhadap PDB.

Sementara itu, komitmen pemerintah untuk memperkuat daya saing dan memperbaiki iklim usaha dinilai Bank Indonesia perlu terus direalisasikan agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi pada 2018 yang ditargetkan mencapai 5,1-5,5 persen (tahun ke tahun/yoy).

Bank Indonesia (BI) dalam pernyataan resmi menyikapi pengumuman Produk Domestik Bruto kuartal IV/2017 di Jakarta, Senin (5/2), mengatakan komponen investasi, ekspor, dan struktur lapangan usaha akan menjadi basis berlanjutnya proses pemulihan pertumbuhan ekonomi 2018.

"Kinerja ekonomi pada kuartal IV/2017 didukung struktur yang lebih kuat," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman dan menambahkan, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2017 sebesar 5,19 persen (yoy), dan secara kumulatif pada 2017 sebesar 5,07 persen. (Antara)

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS