Jokowi Sebut Mobil Listrik Jadi Tantangan Industri Otomotif

Pebriansyah Ariefana, Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 02 Agustus 2018 | 12:58 WIB
Jokowi Sebut Mobil Listrik Jadi Tantangan Industri Otomotif
Presiden Joko Widodo membuka GIIAS 2018 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (2/8/2018). [Suara.com/RR Ukirsari Manggalani]

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan industri otomotif menghadapi tiga tantangan yang harus dicermati bersama. Ini dikatakan Jokowi saat membuka pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke-26 Tahun 2018.

"Pertama semakin meluasnya fenomena mobil listrik," ujar Jokowi saat memberikan sambutan di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Kamis (2/8/2018).

Jokowi menerangkan, fenomena mobil listrik dimulai Elon. Namun kini yang lebih dikenal adalah Tesla, mobil listrik asal Amerika Serikat. Mobil tersebut juga pernah digunakan Ketua DPR Bambang Soesatyo.

"Dulu Tesla masih merupakan barang langka yang eksotis. Dengan semakin banyak negara bikin mobil listrik, tren dunia semakin jelas dunia beralih ke mobil listrik," katanya.

Pemerintah Prancis dan Inggris, kata Jokowi, sudah mengeluarkan larangan untuk pabrikan mobil non listrik menjual produknya di kedua negara tersebut pada tahun 2040.

"Pemerintah tiongkok juga mengumukan akan jadi yang terdepan di dunia untuk mengembangkan mobil listrik. Sekarang juga sudah jadi pasar terbesar dunia," katanya.

Sedangkan tantangan kedua adalah, teknologi-teknologi distrupsi atau distruption technomlogy. Contohnya kata Jokowi, seperti kendaraan otonom bisa mengendarai dirinya sendiri dan transportasi online, Gojek dan Grab.

"Dengan kendaraan otonom bisa-bisa kita harus meredefinisi apa itu mobil. Ini contoh inovasi kendaraan otonom. Kita selalu berpikir yang bisa kendarai sendiri dan bisa dipakai di jalan umum. Tapi di awal mungkin untuk kargo dulu jasa delivery. Hati-hati dengan perkembangan seperti ini," katanya.

Selain itu, Jokowi menyebut ada kendaraan otonom dari startup di Los Angeles yang berfungsi sebagai shuttle di zona terbatas dalam menjalankan rutenya yang tetap.

baca juga

"Apakah kendaraan seperti ini masih bisa diistilahkan mobil? mungkin industri otomotif yang harus bisa perluas definisinya," kata Jokowi.

Jokowi juga menyinggung soal transportasi online. Menurutnya, dari produk sudah beralih menjadi jasa.

Adanya aplikasi ojek dan taksi online di tanah air membuat sebagian orang sudah terbiasa menggunakan jasa dari grabcar dan gocar.

"Dan mungkin akan malas belajar nyetir anak-anak kita nanti mungkin malas juga bikin SIM. Makin banyak yang bilang ngapain saya belajar nyetir dan beli mobil, kalau saya perlu mobil tinggal panggil pakai aplikasi," katanya.

Sedangkan tangan yang ketiga adalah terkait resiko jangka pendek. Jokowi ingin hal tersebut bisa diwaspadai oleh industri otomotif tanah air.

"Ada siklusnya dan sangat peka terhadap ekonomi yang ada. Ada peneliti bilang jumlah penjualan mobil di Amerika Serikat sudah setinggi-tingginya. (Tetapi) beberapa tahun ke depan akan mulai menurun," kata Jokowi.

Sedangkan di Cina, kata dia, ekonomi di sana mulai mengalami perlambatan dampak dari perang dagang AS. Jokowi ingin pemerintah menghadapi siklus tersebut kalu nantinya industri otomotif mengalami perlambatan.

"Tapi harus optimis kalau kita adalah pasar besar. Tapi saya selalu sampaikan, untuk dorong pasar-pasar ekspor apalagi peran industri otomotif sangat besar yaitu posisi nomor dua industri pengolahan dan masuk lima besar investasi di sektor industri," katanya.

Kepala Negara memastikan, pemerintah akan melakukan segalanya untuk memajukan industri otomotif tanah air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anies Doakan Cucu Kedua Jokowi: Semoga Jadi Anak Soleha

Anies Doakan Cucu Kedua Jokowi: Semoga Jadi Anak Soleha

News | Kamis, 02 Agustus 2018 | 11:51 WIB

Buka GIIAS, Jokowi Sebut Sektor Otomotif Indonesia Dikenal Dunia

Buka GIIAS, Jokowi Sebut Sektor Otomotif Indonesia Dikenal Dunia

Bisnis | Kamis, 02 Agustus 2018 | 11:35 WIB

Presiden NKRI Resmi Membuka GIIAS 2018

Presiden NKRI Resmi Membuka GIIAS 2018

Otomotif | Kamis, 02 Agustus 2018 | 10:56 WIB

Habiburokhman Sindir Gaya Pertemuan Jokowi dan 9 Sekjen Parpol

Habiburokhman Sindir Gaya Pertemuan Jokowi dan 9 Sekjen Parpol

News | Kamis, 02 Agustus 2018 | 09:33 WIB

Perkiraan : Rabu Pekan Depan Jokowi Umumkan Cawapresnya

Perkiraan : Rabu Pekan Depan Jokowi Umumkan Cawapresnya

News | Kamis, 02 Agustus 2018 | 06:38 WIB

Terkini

5 Moisturizer untuk Mencegah Penuaan Dini di Usia 20-an, Mulai Rp40 Ribuan

5 Moisturizer untuk Mencegah Penuaan Dini di Usia 20-an, Mulai Rp40 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:43 WIB

Arti Mimpi Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Perubahan?

Arti Mimpi Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Perubahan?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:30 WIB

Rp11 Triliun untuk Rekening Massal: Kebijakan Publik Kehilangan Prioritas?

Rp11 Triliun untuk Rekening Massal: Kebijakan Publik Kehilangan Prioritas?

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 11:30 WIB

Arab Saudi Tembak Jatuh 2 Drone Houthi yang Mengincar Wilayah Riyadh

Arab Saudi Tembak Jatuh 2 Drone Houthi yang Mengincar Wilayah Riyadh

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:29 WIB

Kenangan Surya Paloh Pernah Larang Guruh Soekarnoputra Jadi Ketum Partai

Kenangan Surya Paloh Pernah Larang Guruh Soekarnoputra Jadi Ketum Partai

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:26 WIB

Bupati Gowa Tersangka, Gubernur Sulsel: Wakilnya Menjalankan Pemerintahan Sementara

Bupati Gowa Tersangka, Gubernur Sulsel: Wakilnya Menjalankan Pemerintahan Sementara

Sulsel | Sabtu, 26 September 2026 | 11:21 WIB

Cara Pakai Cleanser Sekaligus Masker Viva untuk Cegah Kerutan pada Kulit Kering

Cara Pakai Cleanser Sekaligus Masker Viva untuk Cegah Kerutan pada Kulit Kering

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:20 WIB

TP2DD Jatim Raih Penghargaan, Gubernur Khofifah Pastikan Digitalisasi Bermanfaat bagi Masyarakat

TP2DD Jatim Raih Penghargaan, Gubernur Khofifah Pastikan Digitalisasi Bermanfaat bagi Masyarakat

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 11:20 WIB

Benjamin Netanyahu Sembunyikan Peringatan UEA Soal Ancaman Serangan Besar Hamas

Benjamin Netanyahu Sembunyikan Peringatan UEA Soal Ancaman Serangan Besar Hamas

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:11 WIB

Karhutla Terus Berulang, APHI Soroti Masalah Tata Kelola Lahan dan Ekonomi Warga

Karhutla Terus Berulang, APHI Soroti Masalah Tata Kelola Lahan dan Ekonomi Warga

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 11:10 WIB

×