Ditanya Perseteruannya dengan Buwas, Mendag : Sudah Cukup

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Senin, 24 September 2018 | 15:47 WIB
Ditanya Perseteruannya dengan Buwas, Mendag : Sudah Cukup
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. [Antara/Puspa Perwitasari]

Suara.com - Direktur Utama Perum Badan Usaha Logistik (Bulog) Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas tengah berseteru dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait permasalahan impor beras.

Saat ditanya kondisi terkini, Mendag Enggartiasto Lukita enggan bicara ‎banyak. Bahkan, Politisi Partai Nasdem ini hanya menjawab seadanya ketika ditanya mengenai permasalahan impor beras.

"Sudah cukup, Pak Menko Perekonomian sudah bicara," kata Enggartiasto Lukita di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Senin (24/9/2018).

Para awak media pun terus berusaha untuk bertanya kepada Enggartiasto Lukita terkait permasalahan tersebut. Namun, lagi-lagi Enggartiasto Lukita tidak mempedulikan pertanyaan yang dilontarkan awak media.

Untuk diketahui, Hubungan keduanya memanas akibat persoalan pasokan beras yang melimpah namun tempat untuk penyimpanannya tak mampu lagi menampung pasokan yang ada.

Bulog Sewa Gudang TNI untuk Simpan Beras

Pada saat melakukan operasi pasar di Pasar Kramat Jati Jakarta Timur, Buwas menyebutkan pasokan beras yang ada di gudang Bulog sudah mencapai 2,2 juta ton.

Meski angka itu belum menyentuh batas maksimal kapasitas gudang Bulog yang mencapai 3 juta ton. Buwas khawatir masa panen yang belum selesai akan semakin menambah pasokan beras ke gudang Bulog.

Maka dari itu, pihaknya menyewa gudang milik TNI untuk menyimpan sebagian stok beras yang ada.

"Sebenarnya kemampuan gudang ada yang 3 juta ton, tetapi karena ada yang harus diperbaiki. Jadi kurang lebih ada 500 ribu ton beras kita disimpan di luar gudangnya Bulog. Hari ini masih kita sewa, bahkan pinjam gudangnya TNI AU," kata Buwas saat melakukan operasi pasar.

Mendag Enggartiasto Lukita Tersinggung Ucapan Buwas

Mendengar ucapan mantan Kepala BNN itu, Enggartiasto Lukita langsung melontarkan ungkapannya, bahwa permasalahan Bulog itu bukanlah urusan Kemendag.

"Bukan urusan kami. Itu kan sudah diputuskan di rakor Menko, urusan Bulog," kata Enggartiasto Lukita kala itu.

Bahkan Enggartiasto Lukita meyakini bahwa kapasitas tampung gudang Bulog mencapai 4 juta ton.

Selain itu, Mendag Enggartiasto Lukita juga mewacanakan agar impor beras. Hal itu langsung memancing emosi Buwas, karena pasokan dalam negeri saja tengah melimpah.

Buwas Meradang ke Mendag Enggartiasto Lukita : Matamu!

Buwas sebelumnya secara gamblang telah mendengar bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta untuk tidak melakukan impor beras terlebih dahulu.

Namun, adanya ungkapan Mendag Enggartiasto Lukita justru memancing emosi orang nomor satu di Perum Bulog yang merupakan mantan Kepala BNN tersebut.

"Ada yang ngomong perlu impor, ini pikiran dari mana, ini warga negara bukan? Gunanya berkoordinasi kita samakan pendapat. Fakta gudang saya tidak mampu sampai sewa gudang itu cost tambahan. Ada yang jawab itu urusan Bulog, matamu!" tegas Buwas.

Perseteruan Buwas dan Mendag Menuai Beragam Tanggapan

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah turut berkomentar terkait perseteruan itu melalui akun Twitter pribadinya.

"Sebelum tidur, Gak bisa tidur mikirin permainan #ImportBeras oleh #MafiaImport yang katanya sudah jera. Saya twit menjawab pertanyaan bahwa jika Bulog dalam menentukan besaran cadangan pangan pemerintah berdasarkan penyerapan gabah petani. Kalau kemendag dengan apa ya?" tulis Fahri Hamzah.

Selain Fahri Hamzah, Sekjen PSI Raja Juli Antoni turut berkomentar. Menurutnya, hal tersebut adalah suatu hal yang telah terjadi berulang kali.

"Ini masalah yang sudah berlarut-larut dari lama yang diusahakan diselesaikan oleh Pak Jokowi secara serius," kata Raja Juli Antoni.

Presiden Joko Widodo Ambil Sikap

Presiden Joko Widodo meminta Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memanggil Enggartiasto Lukita dan Buwas untuk bersama-sama menyelesaikan kisruh tersebut.

"Sebentar lagi mau diundang menteri koordinator ekonomi untuk duduk sama-sama. Enggak boleh begitu (ribut-ribut). Semuanya harus berkoordinasi dengan baik," kata Presiden Joko Widodo melalui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Mendengar arahan dari Presiden Joko Widodo, Darmin Nasution pun dalam waktu dekat ini akan menjadwalkan pertemuan keduanya.

"Saya masih cari waktu," kata Darmin Nasution.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bulog Raih CNN Indonesia Awards 2026, Bukti Keberhasilan Stabilisasi dan Distribusi Pangan Nasional

Bulog Raih CNN Indonesia Awards 2026, Bukti Keberhasilan Stabilisasi dan Distribusi Pangan Nasional

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 18:39 WIB

Dukung Peternak Ayam Petelur Mikro, Bulog Siapkan Pembelian Telur Senilai Rp30 Miliar

Dukung Peternak Ayam Petelur Mikro, Bulog Siapkan Pembelian Telur Senilai Rp30 Miliar

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 13:46 WIB

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:01 WIB

Impor RI Naik 19,67 Persen, Mendag Sebut Didominasi Kebutuhan Industri

Impor RI Naik 19,67 Persen, Mendag Sebut Didominasi Kebutuhan Industri

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 14:25 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Bulog Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

Bulog Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Perum Bulog Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

Perum Bulog Perkuat Pengawasan Mitra RPK, Pastikan Penjualan Beras SPHP Sesuai Ketentuan

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Bulog Jadi Penyangga Ekosistem Jagung Nasional, Lindungi Petani & Jaga Keberlanjutan Usaha Peternak

Bulog Jadi Penyangga Ekosistem Jagung Nasional, Lindungi Petani & Jaga Keberlanjutan Usaha Peternak

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Terkini

Fakta Unik Daun Salam: Bumbu Masakan Rumahan yang Jadi Simbol Berbagi di Pedesaan

Fakta Unik Daun Salam: Bumbu Masakan Rumahan yang Jadi Simbol Berbagi di Pedesaan

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 19:34 WIB

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 19:10 WIB

Gubernur Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026: Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah

Gubernur Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026: Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 19:04 WIB

Polisi Gagalkan Dugaan Tawuran di Kramat Jati, 4 Pemuda Diciduk Bersama Sajam

Polisi Gagalkan Dugaan Tawuran di Kramat Jati, 4 Pemuda Diciduk Bersama Sajam

News | Minggu, 08 November 2026 | 18:51 WIB

BNPB Pastikan Pemadaman Karhutla di Kalimantan Tetap Berlanjut Usai Helikopter Super Puma Jatuh

BNPB Pastikan Pemadaman Karhutla di Kalimantan Tetap Berlanjut Usai Helikopter Super Puma Jatuh

News | Minggu, 08 November 2026 | 18:40 WIB

PIH dan Kusam Auto Hempas! 4 Pelembap Pencerah Kemasan Tube Lebih Higienis

PIH dan Kusam Auto Hempas! 4 Pelembap Pencerah Kemasan Tube Lebih Higienis

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:40 WIB

A Separation: Ketika Urusan Rumah Tangga, Agama, dan Kemiskinan Berubah Jadi Teror yang Nyata

A Separation: Ketika Urusan Rumah Tangga, Agama, dan Kemiskinan Berubah Jadi Teror yang Nyata

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:10 WIB

Cara Cek Nomor HP Terdaftar Pinjol atau Tidak, Jangan Tunggu Diteror Debt Collector

Cara Cek Nomor HP Terdaftar Pinjol atau Tidak, Jangan Tunggu Diteror Debt Collector

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 18:05 WIB

Sweet Child O' Mine Guns N' Roses: Cinta Axl Rose dan Kenangan Masa Remaja

Sweet Child O' Mine Guns N' Roses: Cinta Axl Rose dan Kenangan Masa Remaja

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 18:03 WIB

IHSG Masih dalam Tren Penurunan, Diproyeksikan ke Level 4.763

IHSG Masih dalam Tren Penurunan, Diproyeksikan ke Level 4.763

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 18:00 WIB

×