Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:40 WIB
Impor Bahan Baku Tinggi, Mendag Ingatkan Industri Jangan Bergantung Satu Suplier
Menteri Perdagangan Budi Santoso. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
baca 10 detik
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan impor nasional didominasi bahan baku dan barang modal sebesar 91 persen.
  • Budi Santoso mengingatkan industri dalam negeri agar menghindari ketergantungan pada sedikit pemasok global demi keamanan posisi tawar.
  • Pemerintah memperluas kerja sama melalui perjanjian perdagangan di Jakarta pada Jumat, 30 Oktober 2026, untuk kelangsungan industri domestik.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso menyoroti struktur impor nasional masih didominasi oleh bahan baku, dan barang modal.

Di tengah dominasi itu, Mendag mengingatkan agar industri dalam negeri tidak terlalu bergantung pada sedikit pemasok global demi menghindari risiko posisi tawar yang terlalu kuat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), struktur impor nasional tercatat sebesar 91 persen untuk bahan baku penolong dan barang modal, sementara 8,7 persen sisanya merupakan barang konsumsi.

Di sisi lain, struktur ekspor nasional didominasi oleh produk industri pengolahan sebesar 82 persen. Mendag menegaskan pentingnya memperluas kerja sama melalui berbagai perjanjian dagang guna mengamankan rantai pasok industri domestik.

Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Ilustrasi Impor, [Suara.com/Alfian Winanto]

"Nah yang perlu dipikirkan adalah ketika 91 persen impor barang modal, dan bahan baku itu semuanya impor 91 persen, berarti kita harus memikirkan supliernya jangan sampai kita tergantung pada satu, dua supplier. Karena ketika kita tergantung pada satu, dua supplier berarti daya tawar dia semakin kuat. itu tentu berbahaya buat kita," ujar Budi dalam paparannya pada agenda Kadin di Jakarta pada Jumat (30/10/2026).

Budi menambahkan bahwa jaringan kerja sama internasional melalui perjanjian perdagangan diperlukan untuk memastikan kelancaran aktivitas ekspor dan pertumbuhan industri nasional.

"Kemudian kenapa kita harus mempunyai banyak perjanjian dagang. Salah satunya adalah bagaimana kita banyak melakukan hubungan sehingga memudahkan perdagangan kita berjalan dengan baik," tambahnya.

Budi menambahkan, bagi pemerintah, perjanjian dagang tidak hanya berfokus pada masalah surplus atau defisit neraca perdagangan, melainkan bertujuan untuk memastikan kelangsungan industri dalam negeri. 

"Industri kita berkembang dan  ekspor kita meningkat di masing-masing negara yang kita lakukan perjanjian," pungkas Budi. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Proteksi Impor Mulai Berbuah Hasil, Industri Keramik dan Tekstil RI Menguat

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Kekurangan Gula Rafinasi, Industri Mamin RI Terancam Stop Produksi

Kekurangan Gula Rafinasi, Industri Mamin RI Terancam Stop Produksi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Terkini

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

2 Pemadat Ditangkap Polisi saat Asik Nikmati Sabu di Gubuk Kampung Boncos Palmerah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:39 WIB

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Sunscreen SPF 50 Tahan Berapa Jam di Kulit? Ini Fakta Medis dan Aturan Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Sinopsis Coming to Myself, Dracin Jing Tian dan Zhang Xin Cheng di WeTV

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:35 WIB

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Pemerintah Kehilangan Rp 576,4 T Gegara Insentif Pajak, Suahasil Akui Sengaja Buat Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:34 WIB

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:33 WIB

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Produsen Bihun Teriak, Harga Beras Pecah di Dalam Negeri Mahal

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:32 WIB

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

POCO X8 dan C95 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo hingga 8.340 mAh, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

Situasi Geopolitik Memanas, Menpar Sebut Masyarakat Butuh Ketenangan Lewat Wisata Kebugaran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:28 WIB

×