Bulog Jadi Penyangga Ekosistem Jagung Nasional, Lindungi Petani & Jaga Keberlanjutan Usaha Peternak

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:23 WIB
Bulog Jadi Penyangga Ekosistem Jagung Nasional, Lindungi Petani & Jaga Keberlanjutan Usaha Peternak
Rapat Koordinasi Stabilisasi Ketersediaan Jagung Pakan bagi Peternak Layer melalui Kemitraan dengan Petani Penerima Bantuan Benih Jagung yang diselenggarakan di Kementerian Pertanian RI, dengan dihadiri Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani bersama Direktur Pengadaan, Direktur Pemasaran, serta jajaran Bulog. (Dok. Bulog)

Suara.com - Perum Bulog menegaskan kesiapannya mengambil peran strategis sebagai penyangga pasokan jagung nasional melalui penguatan ekosistem kemitraan antara petani jagung, koperasi, dan peternak ayam petelur. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sistem pangan terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan memastikan hasil panen petani memiliki kepastian pasar sekaligus menjamin ketersediaan bahan baku pakan dengan harga terjangkau bagi peternak.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Ketersediaan Jagung Pakan bagi Peternak Layer melalui Kemitraan dengan Petani Penerima Bantuan Benih Jagung yang diselenggarakan di Kementerian Pertanian RI, dengan dihadiri Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani bersama Direktur Pengadaan, Direktur Pemasaran, serta jajaran Bulog.

Bulog disiapkan mengambil peran sebagai offtaker atau pembeli siaga yang menyerap surplus jagung petani. (Dok. Bulog)
Bulog disiapkan mengambil peran sebagai offtaker atau pembeli siaga yang menyerap surplus jagung petani. (Dok. Bulog)

Dalam rapat tersebut, pemerintah mendorong pembentukan ekosistem kemitraan berbasis koperasi yang menghubungkan langsung petani jagung sebagai produsen dengan peternak sebagai pengguna bahan baku pakan.

Melalui target pengembangan lahan seluas 300 ribu hektare dengan asumsi produktivitas rata-rata 7 ton per hektare, potensi produksi jagung diproyeksikan mencapai 2,1 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,8 juta ton diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pakan peternak melalui koperasi dan kelompok peternak, sehingga tercipta hubungan pasokan yang lebih terencana, berkelanjutan, dan saling menguntungkan.

Untuk mengantisipasi potensi kelebihan produksi sekitar 300 ribu ton, Bulog disiapkan mengambil peran sebagai offtaker atau pembeli siaga yang menyerap surplus jagung petani. Melalui pendekatan sistem resi gudang, jagung yang terserap dapat dikelola sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan peternak pada periode ketika pasokan mulai terbatas, termasuk melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Skema ini diharapkan mampu mencegah tekanan harga saat panen melimpah sekaligus menjaga kesinambungan pasokan jagung pakan sepanjang tahun.

Bulog memiliki peran strategis sebagai penyangga pasokan jagung nasional melalui penguatan ekosistem kemitraan antara petani jagung, koperasi, dan peternak ayam petelur. (Dok. Bulog)
Bulog memiliki peran strategis sebagai penyangga pasokan jagung nasional melalui penguatan ekosistem kemitraan antara petani jagung, koperasi, dan peternak ayam petelur. (Dok. Bulog)

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa pembangunan ekosistem jagung nasional harus menempatkan kepentingan petani dan peternak sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Kita ingin petani jagung dan peternak Indonesia tumbuh bersama dalam satu ekosistem yang kuat. Petani harus memiliki kepastian pasar dan memperoleh harga yang layak, sementara peternak harus mendapatkan jaminan pasokan jagung dengan harga terjangkau. Melalui koperasi, kita satukan kekuatan dari hulu hingga hilir agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani dan peternak Indonesia.

Lebih lanjut, Mentan menegaskan pentingnya peran Bulog sebagai instrumen pemerintah dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga jagung, khususnya ketika terjadi surplus produksi maupun peningkatan kebutuhan pakan.

“Ketika produksi jagung melimpah, hasil panen petani harus tetap memiliki pasar. Di sinilah Bulog kita siapkan sebagai penyangga yang dapat menyerap kelebihan produksi, mengelola cadangannya, dan menyalurkannya kembali ketika peternak membutuhkan. Kita dahulukan kepentingan petani dan peternak Indonesia agar keduanya terlindungi dan usaha mereka terus berjalan,” ujar Andi.

Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhan, S.Sos., S.H., M.Han., menyampaikan kesiapan Bulog untuk mendukung penguatan ekosistem jagung nasional melalui mekanisme pengadaan, pengelolaan stok, dan distribusi yang terintegrasi.

baca juga

“Bulog siap menjalankan peran sebagai penyangga pasokan jagung nasional sesuai penugasan pemerintah. Kami ingin memastikan bahwa ketika petani menghasilkan produksi yang melimpah, ada mekanisme penyerapan yang memberikan kepastian pasar. Pada saat yang sama, ketika peternak membutuhkan jagung untuk menjaga keberlangsungan produksinya, Bulog dapat hadir menyediakan pasokan melalui skema stabilisasi yang tepat sasaran,” jelas Ahmad Rizal.

Ahmad Rizal menambahkan bahwa peran Bulog tidak berhenti pada penyerapan hasil panen, tetapi juga memastikan cadangan jagung dapat dikelola secara optimal untuk mendukung keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

“Yang ingin kita bangun adalah sistem yang saling menguatkan. Jagung hasil produksi petani dalam negeri diserap dan dikelola dengan baik, kemudian dimanfaatkan kembali untuk memenuhi kebutuhan peternak melalui SPHP sesuai ketentuan pemerintah. Dengan begitu, petani mendapatkan kepastian penyerapan, peternak memperoleh akses pakan yang lebih terjangkau, dan stabilitas pasokan dapat terus kita jaga,” ujar Rizal.

Penguatan ekosistem tersebut juga diarahkan hingga tahap hilirisasi hasil peternakan. Produksi telur dari peternak mikro dan kecil diharapkan dapat terserap melalui pasar reguler, pemenuhan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pengembangan industri pengolahan telur. Dalam rancangan yang dibahas, sekitar 1,9 juta ton telur diproyeksikan terserap melalui pasar reguler, termasuk untuk mendukung kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan masyarakat. Selain itu, pengembangan industri pengolahan telur menjadi produk cair maupun tepung telur turut didorong untuk memperluas pasar domestik serta membuka peluang ekspor.

Diharapkan petani jagung dan peternak Indonesia tumbuh bersama dalam satu ekosistem yang kuat.(Dok. Bulog)
Diharapkan petani jagung dan peternak Indonesia tumbuh bersama dalam satu ekosistem yang kuat.(Dok. Bulog)

Dari sisi pelaksanaan, Bulog akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Pertanian, koperasi peternak, kelompok tani, dan pemangku kepentingan terkait untuk mematangkan mekanisme penyerapan surplus jagung, pengelolaan cadangan melalui skema pergudangan, serta distribusi sesuai kebutuhan di lapangan. Sinergi ini menjadi penting untuk memastikan produksi jagung dalam negeri tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga memiliki tata niaga yang lebih terarah, efisien, dan mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh pelaku usaha di sepanjang rantai pasok.

Melalui penguatan peran sebagai penyangga jagung nasional, Perum Bulog berkomitmen mendukung terciptanya keseimbangan antara kepentingan petani sebagai produsen dan peternak sebagai pengguna jagung pakan. Integrasi produksi, penyerapan, penyimpanan, distribusi, hingga hilirisasi diharapkan menjadi fondasi bagi sistem pangan nasional yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Dengan mengutamakan hasil produksi dalam negeri serta keberlangsungan usaha petani dan peternak rakyat, Bulog terus mengambil bagian dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bulog Kuasai Beras 4,5 Juta Ton, Cadangan Indonesia Unggul Dibanding Sejumlah Negara Asia Tenggara

Bulog Kuasai Beras 4,5 Juta Ton, Cadangan Indonesia Unggul Dibanding Sejumlah Negara Asia Tenggara

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:28 WIB

Bulog Jamin Kesiapan Beras Jelang Nataru, Stok 4,5 Juta Ton: Pasokan Nasional Aman 10 Bulan

Bulog Jamin Kesiapan Beras Jelang Nataru, Stok 4,5 Juta Ton: Pasokan Nasional Aman 10 Bulan

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Bulog Percepat Pengiriman 10 Ribu Ton Jagung ke Jawa, Dirut Tinjau Langsung Pemuatan di Kapal

Bulog Percepat Pengiriman 10 Ribu Ton Jagung ke Jawa, Dirut Tinjau Langsung Pemuatan di Kapal

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:28 WIB

Bulog Dukung GPM Nasional di 38 Provinsi, Perluas Akses Pangan Murah bagi Masyarakat

Bulog Dukung GPM Nasional di 38 Provinsi, Perluas Akses Pangan Murah bagi Masyarakat

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:27 WIB

Bulog dan DPR RI Luncurkan Bantuan Pangan Beras Tahap III, Berlanjut hingga Akhir 2026

Bulog dan DPR RI Luncurkan Bantuan Pangan Beras Tahap III, Berlanjut hingga Akhir 2026

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Bulog Gencarkan Penyaluran 150 Ribu Ton SPHP Jagung Tahap II, Prioritaskan Peternak Mikro

Bulog Gencarkan Penyaluran 150 Ribu Ton SPHP Jagung Tahap II, Prioritaskan Peternak Mikro

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 12:36 WIB

Terkini

Bakal Gelar Aksi di Bundaran HI Besok, Mahasiswa Komite Sadar Bawa 5 Tuntutan Ini

Bakal Gelar Aksi di Bundaran HI Besok, Mahasiswa Komite Sadar Bawa 5 Tuntutan Ini

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Pemkab Bogor Uji Sampel Makanan dan Minuman ke Labkesda

Dugaan Keracunan MBG di Dramaga, Pemkab Bogor Uji Sampel Makanan dan Minuman ke Labkesda

Bogor | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:20 WIB

KSPSI dan KSPN Imbau Aksi Mahasiswa 28 Oktober Berjalan Damai

KSPSI dan KSPN Imbau Aksi Mahasiswa 28 Oktober Berjalan Damai

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:14 WIB

KPK Sita Dokumen Proyek Vendor dari Sestama BNPB, Usut Dugaan Konflik Kepentingan!

KPK Sita Dokumen Proyek Vendor dari Sestama BNPB, Usut Dugaan Konflik Kepentingan!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:13 WIB

Dugaan Keracunan MBG di Dramaga: 481 Siswa Mengeluh Sakit

Dugaan Keracunan MBG di Dramaga: 481 Siswa Mengeluh Sakit

Jabar | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:08 WIB

Perjamuan Arwah: Ketika Keinginan Manusia Menuntut Harga yang Mengerikan

Perjamuan Arwah: Ketika Keinginan Manusia Menuntut Harga yang Mengerikan

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Jangan Asal Posting! Ini Risiko Jejak Digital yang Mengintai Kreator Muda

Jangan Asal Posting! Ini Risiko Jejak Digital yang Mengintai Kreator Muda

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Bedanya Krim Malam Viva Queen White Advance dan Viva Queen Pro Age, Mana yang Cocok untukmu?

Bedanya Krim Malam Viva Queen White Advance dan Viva Queen Pro Age, Mana yang Cocok untukmu?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:59 WIB

Musik Timur Resmi Bikin Sejarah Baru di AMI Awards 2026

Musik Timur Resmi Bikin Sejarah Baru di AMI Awards 2026

Sulsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:57 WIB

Diperiksa KPK, Sestama BNPB Dicecar soal Status Adik Suharyanto hingga Alur Pengadaan

Diperiksa KPK, Sestama BNPB Dicecar soal Status Adik Suharyanto hingga Alur Pengadaan

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:57 WIB

×