Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Malaysia Airlines Batalkan Pembelian Boeing 787 Dreamliner

RR Ukirsari Manggalani | Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 02 Oktober 2018 | 10:00 WIB
Malaysia Airlines Batalkan Pembelian Boeing 787 Dreamliner
Ilustrasi pesawat-pesawat yang dioperasikan oleh maskapai Malaysia Airlines [Shutterstock].

Suara.com - Malaysia Airlines batal mendatangkan pesawat Boeing 787 Dreamliner. Sebanyak delapan unit pesawat berbadan lebar ini tidak bakal menjadi bagian dari armada Malaysia Airlines.

Izham Ismail, Chief Executive Officer Malaysia Airlines menyatakan, pembatalan ini terjadi karena maskapai pelat merah alias milik nasional dari negara Malaysia ini tidak sanggup memenuhi persyaratan yang diminta.

"Kami hanya akan meminta kembali permintaan proposal, dan melibatkan dewan untuk mendiskusikan rencana jaringan maskapai penerbangan kami di masa depan," kata Izham Ismail, seperti dikutip MalayMail, Selasa (2/10/2018).

Menurut Izham Ismail, ‎saat ini armada Malaysia Airlines sebanyak 81 unit pesawat masih dirasa cukup untuk melayani 58 rute yang dimiliki. Pembelian pesawat, lanjut dia, nantinya akan didasarkan pada kebutuhan dan status keuangan perusahaan.

Perjanjian pembelian pesawat ini dibuat oleh perdana menteri pada saat itu, Datuk Seri Najib Razak dalam kunjungannya ke Amerika Serikat (AS) pada tahun lalu.

Najib Razak mengatakan bahwa Malaysia Airlines akan membeli 25 jet B737 dan delapan 787 Dreamliner dari Boeing yang berbasis di Seattle, Washington D.C, AS.

Izham Ismail mengatakan, maskapai akan mengirim surat keterangan untuk mengakhiri perjanjian leasing pesawat Airbus A330-300.‎ Dia menambahkan bahwa pesawat berbadan lebar generasi baru harus sesuai dengan aspirasi jaringan masa depan Malaysia Airlines.

Malaysia Airlines saat ini memiliki armada berbadan lebar di kelas Airbus yang terdiri dari enam Airbus A380, enam A350 dan 21 unit A330, selain 48 unit B737-800.

Sebelumnya, Malaysia Airlines juga mengalami kerugian selama tiga tahun berturut-turut. Pada tahun pertama, Malays‎ia Airlines menderita kerugian hingga 1 miliar Ringgit atau sekitar Rp 3,6 miliar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Boeing akan Suplai 351 Jet Tempur untuk Angkatan Udara AS

Boeing akan Suplai 351 Jet Tempur untuk Angkatan Udara AS

Bisnis | Jum'at, 28 September 2018 | 08:49 WIB

Boeing Sebut Cina Bakal Beli 7.690 Pesawat Baru

Boeing Sebut Cina Bakal Beli 7.690 Pesawat Baru

Bisnis | Rabu, 12 September 2018 | 06:52 WIB

Tas Plastik Alternatif dari Indonesia Berjaya di Qatar

Tas Plastik Alternatif dari Indonesia Berjaya di Qatar

Bisnis | Senin, 06 Agustus 2018 | 09:00 WIB

Kendali Pesawat MH370 Dimanipulasi, Nasibnya Masih Penuh Misteri

Kendali Pesawat MH370 Dimanipulasi, Nasibnya Masih Penuh Misteri

News | Senin, 30 Juli 2018 | 21:45 WIB

Pesawat Airbus atau Boeing, Mana Lebih Laku?

Pesawat Airbus atau Boeing, Mana Lebih Laku?

Bisnis | Kamis, 12 Juli 2018 | 07:55 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya

Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah

Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi

IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:17 WIB

Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI

Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:15 WIB

Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja

Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:00 WIB

Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia

Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:48 WIB

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:45 WIB

Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup

Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:18 WIB

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:15 WIB

China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk

China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB