- Polda Metro Jaya menegaskan situasi keamanan Jakarta kondusif.
- Mereka meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai pemasangan pagar tinggi di tiga mal milik Pakuwon Group.
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pengelola mal mengganti pagar tinggi dengan pepohonan hijau yang ramah masyarakat.
Suara.com - Polda Metro Jaya meminta masyarakat tidak berspekulasi terkait pemasangan pagar tinggi di sejumlah mal di Jakarta. Kepolisian menegaskan kondisi keamanan ibu kota hingga saat ini masih aman dan kondusif.
Penegasan itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026), menyusul ramainya perbincangan mengenai pemagaran tiga mal milik Pakuwon Group, yakni Kota Kasablanka, Blok M Square, dan Gandaria City.
Pemagaran tersebut sempat dikaitkan oleh sebagian warganet dengan isu potensi gangguan keamanan yang disebut-sebut akan terjadi pada Agustus ini.
"Kami kembali menyampaikan, ada statement dari Bapak Gubernur DKI bahwa situasi saat ini masih aman dan kondusif, dan dapat dikendalikan," ujar Budi.
Ia mengatakan, jaminan keamanan itu merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, dan Kodam Jaya.
"Gubernur, Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya memberikan rasa aman bersama-sama kepada seluruh warga dan masyarakat DKI," katanya.
Budi memastikan Polda Metro Jaya juga terus melakukan langkah antisipasi melalui deteksi dini, baik di ruang digital maupun di lapangan.
"Statement Gubernur sudah disampaikan, dan Polda Metro Jaya juga melakukan deteksi dini, baik itu dari digital maupun kondisi di lapangan," ujarnya.
Terkait alasan pengelola mal memasang pagar tinggi, Budi meminta masyarakat menunggu penjelasan resmi dan tidak membangun asumsi sendiri.
Ia juga mengimbau masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Jangan berpersepsi, jangan membuat kegaduhan ataupun opini publik dengan rasa kekhawatiran di bulan Agustus hingga September," pintanya.
![Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pengelola mal hinggta gedung perkantoran menghentikan tren pemasangan pagar tinggi. [Suara.com/Adiyoga]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/01/47122-pramono-anung.jpg)
Pramono Minta Pagar Tinggi Mal Diganti
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pengelola mal, gedung perkantoran, dan kawasan properti tidak lagi memasang pagar tinggi secara berlebihan. Menurutnya, pembatas fisik yang terlalu tinggi justru menciptakan kesan seolah-olah Jakarta sedang berada dalam situasi yang tidak aman.
Sebagai gantinya, Pramono mendorong pengelola kawasan memperbanyak pepohonan dan ruang hijau agar wajah Jakarta terlihat lebih terbuka, nyaman, dan ramah bagi masyarakat.
Fenomena pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan memang sempat memicu spekulasi publik dan dikaitkan dengan isu bakal adanya aksi demonstrasi besar pada Agustus.
Namun, Polda Metro Jaya memastikan hingga kini belum menerima pemberitahuan resmi terkait rencana aksi tersebut.
Meski demikian, kepolisian bersama Kodam Jaya telah menyiapkan langkah mitigasi dan pengamanan sebagai upaya antisipasi apabila sewaktu-waktu muncul potensi gangguan keamanan.