Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Garudafood dan The Duck King Resmi Catatkan Sahamnya di BEI

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Rabu, 10 Oktober 2018 | 13:14 WIB
Garudafood dan The Duck King Resmi Catatkan Sahamnya di BEI
PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK) dan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) hari ini (10/10/2018) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Suara.com/Achmad Fauzi)

Suara.com - PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK) dan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) hari ini (10/10/2018) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dua perseroan tersebut menjadi emiten ke 43 dan 44 yang melantai di BEI tahun ini.

Untuk GOOD, jumlah saham yang dicatatkan mencapai 7,37 miliar saham yang terdiri dari saham pendiri sebesar 6,61 miliar saham, pelaksanaan obligasi konversi sebesar 727,84 juta saham, penawaran umum kepada masyarakat sebesar 32,20 juta saham dan program employee stock allocation (ESA) sebesar 2,8 juta saham dengan nilai nominal Rp 100. Harga penawaran saham perdana Rp 1.284 per saham.

Bersamaan dengan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO), perseroan akan menerbitkan saham baru kepada Pelican Company Ltd (Pelican) dalam rangka pelaksanaan konversi mandatory convertible bond yang diterbitkan berdasarkan perjanjian investasi pada 29 Maret 2018 sebesar 727,84 juta saham biasa.

Dengan ada konversi MCB Pelican bersamaan dengan terjualnya seluruh saham dalam IPO, persentase kepemilikan masyarakat dan Pelican akan menjadi sebesar 10,34 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan usai IPO dan pelaksanaan konversi MCB Pelican.

Dana hasil IPO antara lain digunakan untuk pengembangan usaha. Sebelumnya penawaran saham perdana perseroan dilakukan pada 2-4 Oktober 2018, penjatahan pada 8 Oktober 2018, dan pencatatkan 10 Oktober 2018. Perseroan telah menunjuk PT Indo Premier Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Untuk DUCK, perseroan mencatatkan saham 1,28 miliar saham yang terdiri dari saham pendiri sebesar 770 juta saham, penawaran umum saham 513,33 juta saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Harga penawaran saham perdana yang ditetapkan Rp 505 per saham. Perseroan meraup dana Rp 259,23 miliar dari hasil IPO. Dana hasil IPO antara lain digunakan untuk pembukaan gerai baru, renovasi gerai yang sudah ada. Selain itu, sisanya untuk modal kerja dan meningkatkan kapabilitas operasional. Perseroan telah memiliki 29 gerai yang dimiliki.

Dalam rangka IPO tersebut perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek antara lain PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Dalam IPO ini, perseroan juga alokasikan 0,006 persen dari jumlah penerbitan saham yang ditawarkan atau sebesar 30 ribu saham.

Tak hanya itu, perseroan juga menerbitkan opsi saham untuk program MESOP sebanyak-banyaknya 10 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh usai IPO sebanyak-banyaknya 128,33 juta saham.

"Setelah menjadi perusahaan publik, kami harap perusahaan bisa meningkatkan performanya. Dua emiten itu contoh perusahaan yang memanfaatkan posisi mereka sebagai perusahaan publik untuk menjaring dana," ujar Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W Widodo di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Terpantau, pergerakan saham dua emiten tersebut langsung merangkak naik. Tercatat saham pengelola restoran The Duck King naik menjadi Rp 755 dari harga penawaran Rp 505 atau naik 49,5 persen. Dalam pergerakan tersebut, saham DUCK ditransaksikan dengan volume 3.420 lembar saham dan frekuensi sebanyak 11 kali.

Sementara, perdagangan saham GOOD juga langsung naik 49,81 persen dari harga penawaran Rp 1.285 per lembar saham menjadi Rp 1.925 per lembar saham. Dalam perdagangan itu, saham perusahaan makanan dan minuman ringan ini ditransaksikan dengan volume 1.904 lembar saham dan frekuensi sebanyak 21 kali.

Untuk diketahui, Jaya Indo Bersama merupakan perusahan pengelola restoran dengan merek seperti The Duck King, Fook Yew, dan Panda Bowl. Sedangkan, Garudafood merupakan perusahaan produsen makanan dan minuman ringan seperti Gery, Chocolatos, Leo, dan Clevo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

IPO Superkrane Kelebihan Permintaan Hampir 11 Kali

IPO Superkrane Kelebihan Permintaan Hampir 11 Kali

Bisnis | Selasa, 09 Oktober 2018 | 10:25 WIB

Saham AKSI Kembali Diperdagangkan BEI

Saham AKSI Kembali Diperdagangkan BEI

Bisnis | Kamis, 27 September 2018 | 10:55 WIB

Melejit 129,67 Persen, Saham PANI Masuk UMA

Melejit 129,67 Persen, Saham PANI Masuk UMA

Bisnis | Rabu, 26 September 2018 | 11:30 WIB

Terkini

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:44 WIB

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:43 WIB