Optimalkan Lahan Rawa, Pemerintah Lakukan Program Serasi

Fabiola Febrinastri

Kamis, 04 April 2019 | 09:32 WIB
Optimalkan Lahan Rawa, Pemerintah Lakukan Program Serasi
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy. (Dok : Kementan)

Suara.com - Tahun ini, pemerintah menargetkan pengembangan lahan sub optimal seluas 500 ribu hektare. Hal ini dilakukan melalui Selamatkan Rawa, Petani Sejahtera (Program Serasi), menjadi salah satu ikon pemerintah untuk mengoptimalkan lahan rawa untuk usaha pertanian.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy menjelaskan, Serasi menjadi program utama pemerintah untuk mendorong pengembangan pertanian di lahan rawa. Sebagian besar pengembangan lahan rawaberada di Sumatera Selatan, yaitu 250 ribu hektare, Kalimantan Selatan 200 ribu hektare, dan Sulawesi Selatan 50 ribu hektare.

"Untuk memanfaatkan lahan rawa tersebut, Badan Litbang Pertanian telah melakukan SID (Survei Investigasi dan Desain). Adapun dari target 100 ribu hektare lahan rawa yang bisa dioptimalisasi untuk usaha pertanian, ternyata baru 42 ribu hektare yang bisa diselesaikan Badan Litbang Pertanian," jelas Sarwo Edhy, Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Kementan sepakat, sisa lahan yang akan dioptimalisasi akan menggunakan SID sederhana yang dibuat kelompok tani bersama konsultan setempat, bekerja sama dengan dinas pertanian kabupaten dan provinsi.

"Ini kita lakukan untuk mempercepat proses, agar bisa kita lakukan pengelolaan lahan rawa. SID sederhana, kita bisa langsung lihat kondisi fisik di lapangan," paparnya.

Ini berbeda dengan yang digunakan Badan Litbang Pertanian yang menggunakan satelit. Dengan SID sederhana, satuan biaya per hektare juga lebih murah. Cara ini diharapkan akan mencapai 500 ribu hektare pada akhir Desember 2019.

Untuk daerah yang menjadi lokasi pengembangan lahan rawa untuk usaha pertanian, pemerintah telah memberikan bantuan ekskavator.

"Di Kalimantan Selatan ada 63 unit, Sumatera Selatan 69 unit, dan Sulawesi Selatan 63 unit, juga untuk lima kabupaten," sebutnya.

Jika melihat data Badan Litbang Pertanian, maka potensi lahan rawa di Indonesia ada sebanyak 32 juta hektare. Lahan rawa tersebut tersebar dari Sabang hingga Merauke, bahkan yang paling besar potensinya berada di Papua.

baca juga

Namun persoalannya di sana adalah terkendala SDM yang belum siap.

"Dari 32 juta ha lahan rawa tersebut, yang berpotensi untuk lahan pertanian sebesar 10 juta hektare. Untuk tahun ini, kita coba demplot untuk luasan 500 ribu hektare," katanya.

Dengan optimasi lahan rawa, pemerintah berharap, lahan yang sebelumnya mungkin hanya satu kali tanam, bisa naik menjadi dua kali, yang dua kali naik menjadi tiga kali. Artinya, paling tidak tiap tahun, petani bisa tanam dua kali.

"Contohnya di Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Indeks pertanaman padi di lahan rawa bisa 2,6. Bahkan masyarakatnya cukup antusias mengelola lahan rawa. Namun tetap tergantung kreasi petani dalam mengelola lahannya. Ada yang padi - padi, ada juga padi - jagung - padi dan padi - kedelai - padi," tambahnya.

Bukan hanya indeks pertanaman yang naik, produktivitas tanaman juga meningkat. Jika sebelumnya hanya 3 ton per hektare menjadi 6 - 7 ton per hektare. Bahkan di Tanah Laut, produktivitas tanaman padi bisa mencapai 6,7 ton per hektare.

"Dengan demikian, upaya kita membangunkan lahan rawa adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani," tambahnya.

Untuk mengelola lahan rawa, pemerintah memberikan bantuan benih padi, khusus untuk lahan rawa seperti Inpara dan Mekongga. Pupuk subsidi juga diberikan.

Sarana produk lainnya adalah alsintan handtractor roda dua, khusus untuk lahan rawa yang bisa mengambang.

"Kita juga berikan pembenah tanah seperti pupuk organik dan dolomit untuk netralisir tanah," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Prihatin Penggunaan Pestisida Ilegal Ditemukan di Brebes

Kementan Prihatin Penggunaan Pestisida Ilegal Ditemukan di Brebes

Bisnis | Selasa, 02 April 2019 | 08:37 WIB

Kementan Lepas Ekspor Perdana Jagung ke Korea Selatan

Kementan Lepas Ekspor Perdana Jagung ke Korea Selatan

Bisnis | Sabtu, 30 Maret 2019 | 11:37 WIB

Kementan Dorong Sarolangun Kembangkan Pertanian Berbasis Kawasan

Kementan Dorong Sarolangun Kembangkan Pertanian Berbasis Kawasan

Bisnis | Kamis, 28 Maret 2019 | 11:34 WIB

Lewat Santri Tani Milenial, Kementan Kembangkan Pertanian Sumenep

Lewat Santri Tani Milenial, Kementan Kembangkan Pertanian Sumenep

Bisnis | Kamis, 28 Maret 2019 | 11:39 WIB

Terkini

The Devotion of Suspect X: Bukti Pengorbanan Ekstrem demi Wanita Pujaan

The Devotion of Suspect X: Bukti Pengorbanan Ekstrem demi Wanita Pujaan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 12:00 WIB

Apakah Tarif Listrik PLN November 2026 Naik? Cek Rincian Lengkapnya di Sini

Apakah Tarif Listrik PLN November 2026 Naik? Cek Rincian Lengkapnya di Sini

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:59 WIB

Apakah Sheet Mask Boleh Dipakai Ulang? Ini Penjelasan dan Risikonya

Apakah Sheet Mask Boleh Dipakai Ulang? Ini Penjelasan dan Risikonya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:58 WIB

Raffi Ahmad Shio Apa? Ini Karakteristik, Peruntungan Karier, dan Tantangannya

Raffi Ahmad Shio Apa? Ini Karakteristik, Peruntungan Karier, dan Tantangannya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 11:58 WIB

Daftar Kontroversi Raffi Ahmad Sejak Terjun ke Dunia Politik, Terbaru Sampai Diboikot

Daftar Kontroversi Raffi Ahmad Sejak Terjun ke Dunia Politik, Terbaru Sampai Diboikot

News | Selasa, 03 November 2026 | 11:58 WIB

Jangan Sepelekan! 4 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Cat Mobil Baret dan Cara Mencegahnya

Jangan Sepelekan! 4 Kebiasaan Ini Bisa Bikin Cat Mobil Baret dan Cara Mencegahnya

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 11:53 WIB

Stop Tunggu Mood, Ini Lima Insight Disiplin Menulis dari J.S. Khairen

Stop Tunggu Mood, Ini Lima Insight Disiplin Menulis dari J.S. Khairen

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 11:50 WIB

Sampai Harus Rawat Inap, Berikut Kondisi Shin Tae-yong yang Sedang Sakit

Sampai Harus Rawat Inap, Berikut Kondisi Shin Tae-yong yang Sedang Sakit

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 11:49 WIB

Warna BBM Pertalite Bening dan Gelap Beredar, Konsumen Bingung Pilih yang Mana?

Warna BBM Pertalite Bening dan Gelap Beredar, Konsumen Bingung Pilih yang Mana?

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 11:49 WIB

Ekspor Nonmigas RI Tembus 212,27 Miliar Dolar AS per September 2026, Ditopang Nikel & CPO

Ekspor Nonmigas RI Tembus 212,27 Miliar Dolar AS per September 2026, Ditopang Nikel & CPO

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 11:46 WIB

×