Tingkatkan Kualitas Pendidikan, PUPR Bangun 2 Rusun bagi Mahasiswa ITB

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Sabtu, 27 April 2019 | 19:09 WIB
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, PUPR Bangun 2 Rusun bagi Mahasiswa ITB
Rusunawa untuk mahasiswa dan dosen muda, serta para karyawan di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (Dok : PUPR).

Suara.com - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penyedia Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan perguruan tinggi dengan membangun rumah susun sewa (rusunawa). 

Salah satu yang sudah dilakukan adalah membangun dua tower rusunawa untuk mahasiswa dan dosen muda, serta para karyawan, di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

“Kementerian PUPR, melalui Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Barat, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, sudah membangun dua tower Rusunawa di kampus ITB Jatinangor," ujar Kepala SNVT Penyediaan Perumahan Jabar, Achiral Agustiansjah, di Bandung, Kamis (25/4/2019).

Menurutnya, rusunawa kini menjadi salah satu pilihan bagi generasi milenial seperti mahasiswa di perguruan tinggi. Biaya sewa yang tidak terlalu mahal dan terjangkau, serta fasilitas yang memadai membuat mereka lebih nyaman saat tinggal di hunian vertikal yang dibangun pemerintah itu.

“Rusunawa setinggi lima lantai yang telah selesai dibangun pada 2017 dan 2018, di Kampus ITB Jatinangor. Fasilitas ini bertipe 36 untuk dosen muda, sebanyak 66 unit dan rusunawa mahasiswa dengan tipe 24 sebanyak 63 unit, serta hunian untuk penyandang disabilitas," ujarnya.

Pembangunan rusunawa ITB tersebut, imbuhnya, menelan biaya APBN masing-masing sekitar Rp 15 miliar dan Rp 17,5 miliar. Untuk memberikan kenyaman bagi para penghuninya, rusun ini juga telah dilengkapi dengan prasarana, sarana dan utilitas, seperti tempat parkir, saluran air serta listrik dan air bersih. 

Rusunawa ITB dibangun di dalam lingkungan Kampus ITB yang sangat rindang, tepatnya di Jalan Letnan Jendral Purnawiraman, DR (HC) Mashudi No. 1 Desa Sayang, Kabupaten Sumedang. 

Bangunan vertikal tersebut berwarna putih dan kusen dari alumunium, yang di dalamnya juga ada ruangan cukup besar untuk tempat pertemuan.

“Kami juga telah melengkapi setiap unit rusunawa dengan meubelair, seperti meja dan kursi makan, kursi tamu, tempat tidur dan lemari pakaian," katanya.

Menurut pengelola rusunawa ITB Jatinangor, Usup Sukmana, hunian tersebut kini mulai ditempati beberapa keluarga dosen muda ITB. Fasilitas ini memiliki dua kamar, yakni kamar utama dan kamar anak, serta kamar mandi dan dapur yang memadai.

“Kami berharap, rusunawa ini bisa segera diresmikan. Pihak kampus juga sedang mengupayakan agar rusunawa ini bisa segera dihuni," terangnya.

Salah seorang penghuni, Andrie Saeful Nugraha menyatakan, isterinya merupakan dosen di ITB yang mengajar rekayasa pertanian biologi dan mendapatkan hunian di lantai dua Rusunawa ITB. Menurutnya, bangunannya sangat layak huni dan telah lengkap fasilitasnya.

“Kebetulan isteri saya dosen baru di ITB. Lokasi rusunawa yang dekat dengan tempat mengajar memudahkan sekali untuk pergi ke tempat kerjanya, apalagi anak juga sekolah dekat sini," katanya. 

Hal senada disampaikan penghuni lainnya, Mochamad Firmansyah, yang bekerja sebagai asisten akademik di Rekayasa Hayati dan Rekayasa Pertanian ITB. Dia mengaku sangat nyaman tinggal di sini

“Semoga nanti rusunawa ini bisa cepat dihuni oleh para dosen ITB," harapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkas Lengkap, 4 Pejabat KemenPUPR Segera Susul Penyuapnya di Sidang

Berkas Lengkap, 4 Pejabat KemenPUPR Segera Susul Penyuapnya di Sidang

News | Jum'at, 26 April 2019 | 18:55 WIB

Pemerintah akan Terus Laksanakan Program Satu Juta Rumah di Sumbar

Pemerintah akan Terus Laksanakan Program Satu Juta Rumah di Sumbar

Bisnis | Kamis, 25 April 2019 | 10:51 WIB

Minimalisir Sengketa, PUPR Uji Publik Perjanjian Jual Beli Rumah

Minimalisir Sengketa, PUPR Uji Publik Perjanjian Jual Beli Rumah

Bisnis | Kamis, 25 April 2019 | 10:46 WIB

PUPR : Perjanjian Pendahuluan Jual Beli Jadi Solusi Sengketa Perumahan

PUPR : Perjanjian Pendahuluan Jual Beli Jadi Solusi Sengketa Perumahan

Bisnis | Kamis, 25 April 2019 | 10:31 WIB

Terkini

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:11 WIB

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 20:28 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:20 WIB

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:59 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB