Menhub Minta Rini Instruksikan Garuda Beri Harga Tiket Khusus Lebaran

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 03 Mei 2019 | 16:11 WIB
Menhub Minta Rini Instruksikan Garuda Beri Harga Tiket Khusus Lebaran
Menhub Budi Karya Sumadi. (Suara,com/Rambiga)

Suara.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau pada Menteri BUMN Rini Soemarno untuk meminta manajemen Garuda Indonesia menurunkan harga tiket pesawat selama lebaran 2019.

Budi menuturkan, jika Garuda Indonesia menurunkan harga tiketnya akan berdampak pada turunnya harga maskapain lain.

"Saya mengimbau ibu Menteri BUMN untuk meminta Garuda memberi harga khusus selama Lebaran. Kalau Garuda turun, diikuti maskapai lain," ujar Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (3/4/2019).

Batas atas tiket pesawat kata Budi, belum mengalami perubahan selama tiga tahun terakhir. Karena itu, jika Kemenhub menurunkan harga tiket pesawat akan dipertanyakan.

"Logikanya gini, tarif batas atas sudah 3 tahun enggak berubah, kalau 3 tahun enggak berubah kok tiba tiba saya turunin. Ada dua kutub, pertama kalau dilihat dari komponennya harus naik, tetapi kalau untuk kepentingan masyarakat saya mungkin punya kewenangan," ucap dia.

"Kan logikanya tiga tahun, kalau kita ikutin inflasi saja tentu naik, komponen-komponen juga naik, jadi itu dasarnya. Saya konsultasikan, ini kan team work tidak boleh bertindak sendiri," sambungnya.

Selain itu, Budi mengaku tengah berkonsultasi dengan pihak Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha (KPPU) dan Ombudsman perihal tarif batas yang belum diturunkan selama tiga tahun.

"Saya berkonsultasi saja, ada undang-undang yang dilanggar tidak? Kalau dilihat dengan kecenderungan masyarakat menginginkan itu (tarif turun), saya rasanya punya kewenangan untuk menurunkan itu, di UU ada. Tapi saya tidak ingin ada satu aturan tidak governance, oleh karenanya saya perlu konsultasi," kata Budi.

Terkait itu, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan selama Garuda Indonesia
belum melewati tarif batas atas yang ditentukan oleh Kementerian Perhubungan, seharusnya harga tiket bisa normal.

baca juga

"Lho kita lihatnya begini. Sekarang batasnya di mana? Selama BUMN, Garuda tidak lewati batas yang ditentukan oleh Kemenhub ya harusnya normal-normal saja," kata Rini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Rekayasa Laporan Keuangan, OJK Minta BEI Selidiki Garuda Indonesia

Diduga Rekayasa Laporan Keuangan, OJK Minta BEI Selidiki Garuda Indonesia

Bisnis | Jum'at, 03 Mei 2019 | 05:22 WIB

Menhub Minta Kementerian BUMN Turut Andil Turunkan Harga Tiket Pesawat

Menhub Minta Kementerian BUMN Turut Andil Turunkan Harga Tiket Pesawat

Bisnis | Jum'at, 03 Mei 2019 | 00:19 WIB

Kenaikan Harga Tiket Pesawat Pengaruhi Inflasi, Tapi Jumlah Penumpang Turun

Kenaikan Harga Tiket Pesawat Pengaruhi Inflasi, Tapi Jumlah Penumpang Turun

Bisnis | Kamis, 02 Mei 2019 | 15:41 WIB

Kunjungan Wisman Lewat Jalur Udara Menurun, Imbas Tiket Pesawat?

Kunjungan Wisman Lewat Jalur Udara Menurun, Imbas Tiket Pesawat?

Bisnis | Kamis, 02 Mei 2019 | 15:14 WIB

Terkini

Tersangka Korupsi Batu Bara Rp30,9 Miliar, Dirut Varia Niaga Samarinda Tidak Ditahan

Tersangka Korupsi Batu Bara Rp30,9 Miliar, Dirut Varia Niaga Samarinda Tidak Ditahan

Kaltim | Selasa, 03 November 2026 | 07:44 WIB

Tertipu Iklan Medsos! Eks Anggota TNI dan Polri Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia

Tertipu Iklan Medsos! Eks Anggota TNI dan Polri Jadi Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:41 WIB

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Perluas Penghijauan di Tujuh Wilayah, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik

Riau | Selasa, 03 November 2026 | 07:30 WIB

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Transfer Uang dan Remitansi Kena Pajak? DJP Klarifikasi Ungkap Rincian 'Pajak Digital'

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Cara Memilih Pelembap untuk Kulit Kering pada Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Memilih Pelembap untuk Kulit Kering pada Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:25 WIB

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta

Bali | Selasa, 03 November 2026 | 07:22 WIB

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Dari Perjuangan Jilbab ke Reformasi: Kebebasan Tidak Lahir dari Sikap Diam

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 07:20 WIB

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

Febrie Adriansyah Bantah Peras Tan Kian Rp55 Miliar: Saya Asing dengan Istilah 'Dinginkan'

News | Selasa, 03 November 2026 | 07:19 WIB

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Semarak Peringatan Hari Pahlawan di Kota Tua Jakarta

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 07:15 WIB

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:05 WIB

×