Dua Gudang Bulog di Cianjur Kebanjiran Beras, Terancam Busuk

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 18 Juli 2019 | 14:38 WIB
Dua Gudang Bulog di Cianjur Kebanjiran Beras, Terancam Busuk
Suasana para pedagang beras.

Suara.com - Dua gudang Bulog Cianjur, Jawa Barat, over kapasitas sejak program bantuan beras dialihkan menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT), sehingga stok terus menumpuk karena penyerapan beras dari petani tetap berjalan.

Kepala Bulog Subdivre Cianjur, Agus Siswantoro mengatakan, sejak empat bulan lalu, stok beras di dua gudang di Cianjur terus bertambah, bahkan sejak berjalannya program BPNT, tidak ada stok yang keluar.

"Untuk enam wilayah yang berada di bawah tanggungjawab Subdivre Cianjur, stok yang berada di gudang mencapai 12 ribu ton. Sedangkan tahun ini, Bulog Subdivres Cianjur menargetkan penyerapan beras dari petani sampai 19 ribu ton," katanya.

Penyerapan gabah dan beras terus dilakukan, meskipun tidak ada pendistribusian yang sebelumnya berimbang antara stok yang masuk dan keluar melalui program rastra.

"Stok yang ada di gudang sebagian sudah masuk sejak empat bulan lalu. Jika dibiarkan terus menumpuk, dikhawatirkan kualitas berasnya menurun bahkan tidak dapat dikonsumsi," katanya.

Sebelumnya ungkap dia, ketika stok baru masuk sebulan atau dua bulan sudah terdistribusikan, namun saat ini sudah cukup lama menumpuk di gudang, sehingga dikhawatirkan terjadi penurunan kualitas.

Pihaknya menyambut baik wacana Kementerian Sosial RI yang akan mengembalikan fungsi bulog sebagai penyedia beras untuk bantuan pangan karena akan mengoptimalkan stok yang ada agar tidak membusuk di gudang.

Meskipun hingga saat ini, pihaknya belum menerima surat resmi atau tembusan langsung berkaitan wacana yang rencananya akan mulai berjalan pada September itu.

"Ini menjadi angin segar untuk mengatasi masalah stok yang menumpuk, kami masih menunggu instruksi dari provinsi dan pusat, terutama mengenai petunjuk pelaksana dan teknisnya agar dalam pelaksanannya tidak ada kendala," katanya.

Ia menjelaskan, bukan hal yang mudah menjadi penyuplai beras untuk BPNT karena bulog sudah masuk saat program berjalan, sehingga koordinasi dengan berbagai pihak akan dilakukan agar tidak terjadi gejolak atau permasalahan saat pelaksanaan.

"Kalau kami kan sebatas menjalankan apa yang menjadi kebijakan. Meskipun sulit masuk ketika program sudah berjalan, namun kami akan berupaya semaksimal mungkin termasuk menjalin komunikasi dengan instansi terkait," katanya.

Sedangkan terkait kualitas beras, Bulog Cianjur berupaya agar sesuai dengan ketentuan yang ada, meskipun sudah disimpan beberapa bulan di gudang, pihaknya akan melakukan quality control untuk menjamin kualitas beras tetap bagus saat didistribusikan ke e-Warung. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh, Bulog Buang 50.000 Ton Beras dari Dalam Gudang

Duh, Bulog Buang 50.000 Ton Beras dari Dalam Gudang

Bisnis | Selasa, 02 Juli 2019 | 08:46 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Mentan: Stok Beras Aman

Memasuki Musim Kemarau, Mentan: Stok Beras Aman

Bisnis | Selasa, 25 Juni 2019 | 02:10 WIB

DPR Minta Bulog  Jaga Ketersediaan Pangan Jelang Lebaran

DPR Minta Bulog Jaga Ketersediaan Pangan Jelang Lebaran

DPR | Jum'at, 24 Mei 2019 | 09:16 WIB

Terkini

Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April

Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:27 WIB

WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit

WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:20 WIB

Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini

Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18 WIB

Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global

Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:16 WIB

Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah

Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:55 WIB

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:48 WIB

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:38 WIB

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:37 WIB

Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT

Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:31 WIB

Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:28 WIB