Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Cerita Gubernur BI Perry Warjio Pernah Kuliah Nyambi Kondektur

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Senin, 26 Agustus 2019 | 14:40 WIB
Cerita Gubernur BI Perry Warjio Pernah Kuliah Nyambi Kondektur
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di depan para pengusaha menceritakan kisah hidupnya yang hanya seorang anak petani namun bisa menjadi seorang Gubernur BI.

Anak ke-6 dari 9 bersaudara ini mengaku pernah alami hidup susah semenjak bisnis pertanian tembakau milik kedua orang tuanya bangkrut.

Meski bangkrut, kedua orangnya tetap mendukung Perry untuk bersekolah. Pasalnya, kedua orang tua Ketua Umum ISEI ini berpesan bahwa jika ingin sekolah, maka terus lanjutkan hingga sampai paling tinggi.

"Sampai-sampai saya engga bisa kuliah di UGM, sebab orang tua engga punya uang, pinjem di satu desa dapat Rp 35 ribu, Rp 25 ribu beli formulir dan Rp 10 ribu buat ongkos. Pengennya jadi dokter tapi Rp 25 ribu engga cukup masuk dokter, dapatnya di ekonomi," ucap Perry.

Perry pun kemudian menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) sambil melakoni kesehariannya sebagai kondektur.

Berkat kegigihannya, Perry berhasil lulus S1 di UGM dengan gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 1982.

Setelah lulus, pada tahun 1984, Perry pun masuk kerja di BI. Karir Perry di BI moncer, ia mendapatkan beasiswa untuk meneruskan kuliah hingga S3 dan mendapatkan gelar PhD.

"Masuk BI, pada 1986 saya disekolahkan BI, kemudian 1989 dapat master, 1991 dapet PhD. Dalam waktu 4,5 tahun saya dapet S2 dan S3 sebab Ilmu, ilmu, ilmu. Ini ilmu bank sentral yang belum ada di seluruh negara, ini adalah ilmu yang saya geluti selama 40 tahun di Bank Indonesia," tutur dia.

Perry mengakui, pencapaian yang ia raih berkat restu dan petuah kedua orang tuanya. Bahkan saat menjabat Gubernur BI, Perry kerap mengikuti petuah orang tuanya dalam mengeluarkan kebijakan bank sentral.

baca juga

Salah satunya, petuah harus selalu bermusyarah dalam menentukan kebijakan. Salah satunya kebijakan pelonggaran loan to value (LTV) untuk sektor properti yang selalu bermusyarah kepada dunia usaha seperti Kadin, sebelum mengeluarkan kebijakan tersebut.

"Sebagai kabayan desa, ayah saya selalu bertemu rakyat, masalah irigasi rembukan di sawah, masalah PKK dan segalam macam masalah di dua desa di rembuk rakyat. Itu saya sering ikuti. Itu jadi dasar garis kebijakan saya, walaupun Bank sentral mandatnya di stabilitas, tapi tak hanya itu harus dorong pertumbuhan ekonomi, setiap kebijakan sebelum dikeluarkan, dibicarakan dengan pelaku usaha," imbuh dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suku Bunga Acuan Masih Tinggi, JK Minta BI Berkaca ke Krisis 98

Suku Bunga Acuan Masih Tinggi, JK Minta BI Berkaca ke Krisis 98

Bisnis | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 15:58 WIB

Jerome Powell Iri Melihat Kemesraan Bank Indonesia dengan Pemerintah RI

Jerome Powell Iri Melihat Kemesraan Bank Indonesia dengan Pemerintah RI

Bisnis | Jum'at, 09 Agustus 2019 | 14:57 WIB

Cabai Segar Mahal, Gubernur BI Minta Masyarakat Konsumsi Cabai Kering

Cabai Segar Mahal, Gubernur BI Minta Masyarakat Konsumsi Cabai Kering

Bisnis | Jum'at, 26 Juli 2019 | 17:23 WIB

Terkini

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:02 WIB

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

×