Array

Jokowi di Depan Ahok: Kita Mau Keluar dari Rezim Impor atau Tidak?

Senin, 23 Desember 2019 | 11:48 WIB
Jokowi di Depan Ahok: Kita Mau Keluar dari Rezim Impor atau Tidak?
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Suara.com/Ummi Saleh)

Suara.com - Impor BBM masih jadi beban Indonesia dalam neraca perdagangan. Tugas berat inilah yang kini harus segera dilaksanakan para pembantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Jokowi tak menampik bahwa masih ada pihak-pihak yang sangat suka pemerintah terus mengimpor BBM, karena cuan yang didapatkan cukup menggiurkan.

"Apakah kita mau keluar dari rezim impor atau tidak?" tanya Jokowi usai peresmian implementasi program penggunaan B30 di SPBU Pertamina MT Haryono, Jakarta, Senin (23/12/2019). Dalam acara ini, turut hadir Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, hingga jajaran Pertamina mulai dari Komisaris Utama Basuki Tjahja Purnama (Ahok), Wakil Komisaris Utama sekaligus Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin, serta Direktur Utama Pertamina Nicke Widyastuti.

"Jangan-jangan masih ada di antara kita yang masih suka impor, impor BBM," celetuk Jokowi lagi.

Kegeraman Jokowi memang tak mengada-ada. Pasalnya dari data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan impor migas pada November 2019 saja mencapai 2,13 miliar dolar AS atau naik 21,6 persen dibanding Oktober 2019. Hal inilah yang membuat neraca perdagangan Indonesia terus mengalami defisit.

Presiden bilang implementasi penggunaan campuran minyak sawit 30 persen ini penting dilakukan, mengingat ketersediaan akan bahan bakar fosil sudah menipis, sehingga perlu adanya produk energi terbarukan yang lainnya.

"Mengapa kita harus melakukan percepatan implementasi program biodiesel? Ada 3 alasan. Yang pertama kita berusaha untuk mencari sumber-sumber energi baru terbarukan dan kita harus melepaskan diri dari ketergantungan dari energi fosil yang kita sadar suatu saat pasti akan habis," kata Jokowi.

Selain itu kata mantan Gubernur DKI Jakarta dan Walikota Solo ini pengembangan energi baru terbarukan juga membuktikan komitmen pemerintah untuk menjaga planet bumi dari kelestarian lingkungan.

"Menjaga energi bersih dengan menurunkan emisi gas karbon dan meningkatkan kualitas lingkungan. Ini adalah energi bersih," ucapnya.

Baca Juga: Pemkab Bantul Cabut Larangan Jual BBM Eceran

Yang kedua adalah isu ketergantungan importasi BBM di Indonesia yang sangat tinggi, ini yang membuat neraca perdagangan Indonesia selalu defisit karena importasi impor BBM yang sangat banyak.

"Kita tahu ketergantungan kita kepada impor BBM, termasuk di dalamnya solar, ini cukup tinggi. Sementara di sisi lain kita adalah negara penghasil sawit terbesar di dunia, dengan potensi sawit sebesar itu kita punya banyak sumber bahan bakar nabati sebagai pengganti bahan bakar solar," katanya.

"Potensi itu harus kita manfaatkan untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional. Usaha-usaha untuk mengurangi impor, khususnya solar, harus terus dilakukan dengan serius," kata Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI