Ekonomi Indonesia Mandek, Airlangga Bantah karena Virus Corona

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Ekonomi Indonesia Mandek, Airlangga Bantah karena Virus Corona
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Suara.com/Fadil)

BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 lagi-lagi hanya bertahan diangka 5,02 persen.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 lagi-lagi hanya bertahan diangka 5,02 persen, pertumbuhan ini tak jauh lebih baik jika dibandingkan tahun sebelumnya yang menyentuh 5,17 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun sudah memprediksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan berada di 5 Persen.

"Kalau tahun lalu (2019) masih di atas 5 persen lah," kata Airlangga di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Airlangga pun membantah bahwa stagnansi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 karena wabah virus corona, dirinya bilang virus corona baru terjadi akhir tahun dan dampaknya pada awal tahun ini.

"Corona kan baru terjadi di 2020 jadi tidak ganggu 2019. Dan itu biasanya semuanya ada lagging (jeda) jadi ada waktu lagging," kata Airlangga.

Jika dirinci, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2019 pada kuartal I sebesar 5,07 persen, kuartal II 5,05 persen, kuartal III 5,02 persen, dan kuartal IV 4,97 persen.

Pertumbuhan ekonomi ini juga tak mencapai target pemerintah yang mematok diangka 5,3 persen dalam APBN 2019.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS