Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG 7.654,942
LQ45 760,985
Srikehati 352,266
JII 532,569
USD/IDR 17.184

Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 24 Februari 2026 | 14:35 WIB
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Koperasi dan Kementerian Desa (Kemendes PDT) mulai mengambil langkah ekstrem dengan melarang ekspansi Alfamart dan Indomaret di wilayah pedesaan. Desain Rochmat Hariyadi/Suara.com
  • Pemerintah melarang Alfamart/Indomaret di desa demi Kopdes Merah Putih.
  • 60.000 unit Kopdes ditargetkan mulai beroperasi pada Maret-April 2026.
  • Kebijakan ini dinilai mematikan persaingan dan efisiensi layanan bagi warga.

Suara.com - Genderang perang terhadap dominasi ritel modern di pelosok desa resmi ditabuh. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Koperasi dan Kementerian Desa (Kemendes PDT) mulai mengambil langkah ekstrem dengan melarang ekspansi Alfamart dan Indomaret di wilayah pedesaan.

Langkah ini diambil demi memuluskan jalan bagi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Namun, di balik narasi keberpihakan pada rakyat kecil, muncul pertanyaan besar, apakah ini bentuk kedaulatan ekonomi, atau justru cermin mentalitas "prajurit" pembantu Presiden yang takut kalah bersaing sebelum terjun ke medan laga?

Instruksi Stop dari Meja Menteri

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, secara terang-terangan telah meminta pengelola jaringan ritel modern seperti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) untuk berhenti menambah gerai di desa.

"Saya bilang stop bikin ritel modern di desa, biarkan di desa itu si koperasi desa yang jualan ritel barang-barangnya," tegas Ferry dalam sebuah acara yang kemudian videonya viral di media sosial baru-baru ini.

Ferry beralasan, bahwa pemerintah tidak ingin keuntungan dari belanja warga desa terbang ke kantong pemegang saham di kota besar, melainkan berputar di sirkulasi ekonomi lokal melalui koperasi.

Proteksi atau Takut Kalah?

Kemenkop sendiri tengah mempercepat pembangunan 60.000 unit Kopdes Merah Putih dengan model desain tunggal. Tujuannya satu yakni kecepatan konstruksi. Targetnya, pada Maret hingga April 2026, ribuan koperasi ini sudah harus beroperasi.

Ferry menjelaskan bahwa pembangunan fisik ini akan dilakukan di lahan strategis desa dengan luas minimal 1.000 meter persegi, mayoritas bangunan akan menggunakan desain seragam dari PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mempercepat konstruksi.

Di satu sisi, ada semangat membela rakyat kecil. Di sisi lain, muncul kesan ketakutan sebelum berperang. Alih-alih memacu kualitas koperasi agar bisa bersaing secara alami, pemerintah memilih jalur "sterilisasi" pasar.

Menteri Desa PDT Yandri Susanto, dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR beberapa waktu lalu, menyatakan dengan tegas bahwa ekspansi minimarket harus disetop demi keberlangsungan Kopdes Merah Putih.

“Buat apa kita membangun Kopdes, tapi Alfamart sama Indomaret atau sejenisnya merajalela? Itu artinya tidak apple to apple. Kalau mereka sudah sangat besar, tentu akan menjadi ancaman bagi Kopdes,” ujar Yandri dalam rapat itu.

Logika ini mencerminkan mentalitas yang enggan beradu inovasi. Padahal, jargon "Merah Putih" yang diusung Presiden Prabowo biasanya identik dengan ketangguhan dan keberanian menghadapi kompetisi global, bukan justru memagari diri karena khawatir kalah saing oleh sistem manajemen ritel modern yang sudah mapan.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Koperasi dan Kementerian Desa (Kemendes PDT) mulai mengambil langkah ekstrem dengan melarang ekspansi Alfamart dan Indomaret di wilayah pedesaan. Desain Rochmat Hariyadi/Suara.com
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Koperasi dan Kementerian Desa (Kemendes PDT) mulai mengambil langkah ekstrem dengan melarang ekspansi Alfamart dan Indomaret di wilayah pedesaan. Desain Rochmat Hariyadi/Suara.com

Ancaman Monopoli vs Efisiensi

Yandri Susanto menyebut jumlah gerai Alfamart dan Indomaret yang sudah menembus angka 20.000 unit secara nasional sebagai sesuatu yang "melampaui batas kewajaran". Ia menilai dominasi ini harus dihentikan demi pemerataan.

Namun, tantangan besar menanti. Menghentikan ritel modern bukan sekadar soal melarang izin bangunan, tapi soal kesiapan logistik. Masyarakat desa selama ini memilih ritel modern karena kepastian harga, kenyamanan, dan ketersediaan stok.

Berdasarkan data per awal 2026, jumlah gerai Indomaret di Indonesia tercatat lebih banyak, yaitu melebihi 23.100 unit. Sementara itu, Alfamart mengoperasikan lebih dari 21.120 gerai. Keduanya terus melakukan ekspansi di seluruh Indonesia, dengan Indomaret (di bawah DNET) dan Alfamart (AMRT) mendominasi pasar minimarket.

Sementara itu Direktur Corporate Affairs Alfamart, Solihin belum menjawab pertanyaan dari Suara.com perihal titah para Menteri Prabowo ini.

Jika Kopdes Merah Putih hadir dengan mentalitas "dilindungi negara" tanpa dibarengi efisiensi yang setara, maka konsumen di desa yakni rakyat kecil itu sendiri yang berpotensi dirugikan.

Ketua Komisi V DPR Lasarus memberikan catatan penting. Ia mendukung penguatan ekonomi desa, namun mengingatkan pemerintah untuk memiliki roadmap yang jelas. Jangan sampai pelarangan ekspansi ritel modern ini justru menciptakan kekosongan pasokan barang di desa sebelum Kopdes siap sepenuhnya.

Jika Kopdes Merah Putih benar-benar ingin menjadi tuan rumah di negeri sendiri, mereka harus membuktikan diri melalui kualitas layanan, bukan sekadar lewat "surat sakti" pelarangan pesaing.

Komunikasi yang Kurang Baik

Analis komunikasi politik Hendri Satrio menyoroti pernyataan Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang meminta agar ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret diatur keberadaannya terutama di wilayah desa. Hensa, sapaan akrabnya, melihat bahwa maksud di balik pernyataan tersebut bisa jadi baik. Namun, cara sang menteri menyampaikannya dinilai kurang tepat.

“Maksudnya baik, tapi pesan komunikasinya perlu diperbaiki, kurang tepat, sehingga publik menangkapnya juga tidak tepat, tapi saya percaya maksudnya mungkin baik,” kata Hensa kepada wartawan di Jakarta, Senin (23/2/2026).

Ia pun menilai wajar jika Menteri Koperasi Ferry Juliantono ingin kehadiran ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret diatur kehadirannya terutama di pedesaan.

Menurut Hensa sebagai seorang menteri yang kini memiliki program unggulan Koperasi Desa-Kelurahan Merah Putih, Ferry dinilai hanya ingin program koperasi itu berjalan mulus.

“Buat saya pernyataan tersebut jadi sebuah kewajaran, sebagai menteri kan ia ingin program ini berjalan mulus tanpa ada halangan,” kata Hensa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Impor Mobil India Tanpa Jaringan Purnajual Berpotensi Jadi Besi Tua di Desa-Desa

Impor Mobil India Tanpa Jaringan Purnajual Berpotensi Jadi Besi Tua di Desa-Desa

Otomotif | Selasa, 24 Februari 2026 | 13:13 WIB

Promo Kue Kaleng Indomaret Alfamart 2026 Terbaru, Potongan Harga Gede-gedean untuk Lebaran

Promo Kue Kaleng Indomaret Alfamart 2026 Terbaru, Potongan Harga Gede-gedean untuk Lebaran

Lifestyle | Senin, 23 Februari 2026 | 21:29 WIB

Terpopuler: Kopdes Merah Putih Pakai Pikap, Geger Impor Mobil India Rp24 Triliun

Terpopuler: Kopdes Merah Putih Pakai Pikap, Geger Impor Mobil India Rp24 Triliun

Otomotif | Selasa, 24 Februari 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Tren Menabung Masyarakat Daerah Tinggi, Nasabah Simpeda Melonjak 104%

Tren Menabung Masyarakat Daerah Tinggi, Nasabah Simpeda Melonjak 104%

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 11:32 WIB

Waduh! Harga Emas Antam Terjun Bebas Rp44 Ribu, Cek Rinciannya Hari Ini

Waduh! Harga Emas Antam Terjun Bebas Rp44 Ribu, Cek Rinciannya Hari Ini

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 11:25 WIB

Belanja di Luar Negeri Lebih Untung, BRI Beri Cashback dan Cicilan Ringan hingga 36 Bulan

Belanja di Luar Negeri Lebih Untung, BRI Beri Cashback dan Cicilan Ringan hingga 36 Bulan

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 11:25 WIB

Daftar Harga LPG Non Subsidi 2026: 12 Kg Rp228 Ribu dan 5 Kg Rp107 Ribu, Ini Penjelasan Pertamina Pa

Daftar Harga LPG Non Subsidi 2026: 12 Kg Rp228 Ribu dan 5 Kg Rp107 Ribu, Ini Penjelasan Pertamina Pa

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 11:14 WIB

Kenaikan BBM Non-Subsidi Dinilai Tepat, Bisa Tekan Kompensasi APBN

Kenaikan BBM Non-Subsidi Dinilai Tepat, Bisa Tekan Kompensasi APBN

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 10:48 WIB

Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg yang Alami Kenaikan

Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg yang Alami Kenaikan

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 10:44 WIB

1 Lowongan Dilamar 12 Orang, Ini Kondisi Nyata Pasar Kerja Indonesia 2026

1 Lowongan Dilamar 12 Orang, Ini Kondisi Nyata Pasar Kerja Indonesia 2026

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 10:40 WIB

CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur Baru

CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur Baru

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 10:24 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak 6 Persen Usai Iran Tutup Selat Hormuz, Brent Tembus 96 Dolar AS

Harga Minyak Dunia Melonjak 6 Persen Usai Iran Tutup Selat Hormuz, Brent Tembus 96 Dolar AS

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 10:09 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.172 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.172 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:41 WIB