YLKI Usul Tarif Listrik Turun di Tengah Wabah Corona

Pebriansyah Ariefana | Mohammad Fadil Djailani
YLKI Usul Tarif Listrik Turun di Tengah Wabah Corona
Aksi petisi penolakan terhadap kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (7/5).

Saat ini struktur tarif berdasar keekonomiannya (non subsidi) berkisar Rp 1.352 per kWh.

Suara.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI mengusulkan tarif listrik turun di tengah wabah corona di Indonesia. Soebab virus corona memukul ekonomi masyarakat rentan yang pendapatannya berbasis harian.

Menurut YLKI, pemerintah harus memikirkan kelompok ini dengan cara memberikan kompensasi. YLKI mengusulkan penurunan tarif listrik untuk golongan 900 VA, bahkan kalau perlu golongan 1.300 VA.

Saat ini struktur tarif berdasar keekonomiannya (non subsidi) berkisar Rp 1.352 per kWh.

"YLKI mengusulkan agar struktur tarif tersebut diturunkan minimal Rp 100 per kWh, selama 3-6 bulan ke depan, atau bergantung pada lamanya wabah," kata Ketua Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan persnya, Kamis (26/3/2020).

Apalagi harga minyak mentah di pasaran dunia saat ini sedang turun, sehingga momen untuk menurunkan tarif listrik tidak terlalu mengganggu Baya Pokok Penyediaan (BPP) listrik.

Diharapkan dengan penurunan struktur tarif tersebut, bisa mengurangi beban ekonomi masyarakat rentan yang terdampak akibat wabah virus corona.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS