Satu Pasien Positif Corona Hasilkan 14,3 Kg Limbah Medis Setiap Hari

Iwan Supriyatna

Jum'at, 10 April 2020 | 13:37 WIB
Satu Pasien Positif Corona Hasilkan 14,3 Kg Limbah Medis Setiap Hari
Ilustrasi limbah medis. [ANTARA FOTO/Arif Firmansyah]

Suara.com - Limbah medis yang berasal dari pasien positif corona terus bertambah. Bahkan disebutkan, dari setiap pasien positif covid-19 yang dirawat, setiap harinya menghasilkan limbah medis sebanyak 14,3 kilogram.

Sekjen Perkumpulan Ahli Lingkungan Indonesia (Indonesian Environmental Scientists Association/IESA) Lina Tri Mugi Astuti memperingatkan akan terjadi penambahan limbah infeksius di tengah pandemi Covid-19 sehingga perlu upaya cepat untuk menanganinya.

Studi kasus berdasarkan data dari China, yang lebih dahulu menghadapi wabah yang disebabkan virus corona jenis baru itu, memperlihatkan terjadi penambahan limbah medis dari 4.902,8 ton per hari menjadi 6.066 ton per hari.

"Kalau kita konversikan limbah di China dengan pasien yang terinfeksi, memang bukan semuanya berasal dari pasien tapi juga tentunya dari para tenaga medis, wabah Covid-19 ini menyumbang penambahan bahan medis 14,3 kg per hari per pasien. Kita bisa bayangkan bagaimana di Indonesia," kata Lina dalam paparan via daring yang diselenggarakan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) di Jakarta ditulis Jumat (10/4/2020).

Jika menggunakan angka pemodelan kasus Covid-19 di Indonesia dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, kata Lina, yang memerlukan perawatan intensif mencapai 600.000 orang ketika dilakukan intervensi tinggi sepeti karantina wilayah dan tes massal.

Berdasarkan hal tersebut jika digabung dengan fakta rata-rata pasien menyumbang 14,3 kg limbah medis per hari maka di Indonesia bisa terjadi skenario penambahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sebanyak 8.580 ton per hari.

Pemerintah sendiri sudah melakukan upaya untuk menangani hal tersebut dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sudah mengeluarkan surat edaran pengelolaan limbah B3 untuk penanganan Covid-19.

Yang diatur di dalamnya adalah limbah infeksius yang berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan, rumah tangga dengan orang dalam pemantauan (ODP) dan sampah rumah tangga serta sampah sejenis sampah rumah tangga.

Limbah infeksius akibat perawatan ODP adalah masker, sarung tangan, dan baju pelindung diri yang harus dikumpulkan dan dikemas menggunakan wadah tertutup yang kemudian diangkut dan dimusnahkan di tempat pengelolaan limbah B3.

baca juga

Untuk itu, menurut Lina, harus ada upaya lokalisasi penanganan limbah medis infeksius tersebut agar edaran yang dikeluarkan pemerintah itu bisa berjalan dengan baik.

Selain itu, perlu sosialisasi penanganan limbah medis kepada masyarakat, khususnya pada rumah yang memiliki ODP, untuk menangani limbah medis Covid-19.

"Memang kita harus melokalisasi limbah medis ini, jangan semuanya kita coba larikan ke pengelola limbah yang mungkin saat ini mengirim limbahnya ke tempat yang cukup jauh," kata Lina.

Berita ini sebelumnya dimuat Solopos.com jaringan Suara.com dengan judul "Satu Pasien Bisa Hasilkan 14,3 Kg/ Hari, Limbah Medis Covid-19 Mendesak Ditangani"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Orang-orang yang Harus Menggunakan Masker N95 Selama Wabah Corona

Ini Orang-orang yang Harus Menggunakan Masker N95 Selama Wabah Corona

News | Kamis, 09 April 2020 | 21:00 WIB

Dari Polos Sampai Batik, Ini Gaya Nyentrik Jubir Covid-19 Pakai Masker Kain

Dari Polos Sampai Batik, Ini Gaya Nyentrik Jubir Covid-19 Pakai Masker Kain

Lifestyle | Kamis, 09 April 2020 | 17:47 WIB

Berikut Panduan Mengenai Masker dan Anak Terkait Upaya Pencegahan Covid-19

Berikut Panduan Mengenai Masker dan Anak Terkait Upaya Pencegahan Covid-19

Health | Kamis, 09 April 2020 | 17:30 WIB

Terkini

Cari Bedak yang Cocok untuk Kulit Kering? Ini 3 Pilihan dan Harganya

Cari Bedak yang Cocok untuk Kulit Kering? Ini 3 Pilihan dan Harganya

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:35 WIB

Cara Mengatasi HP Cepat Panas Saat Dipakai Hotspot dan Livestreaming

Cara Mengatasi HP Cepat Panas Saat Dipakai Hotspot dan Livestreaming

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 15:34 WIB

Pungli Parkir Terus Berulang, Kabupaten/Kota Jogja Didesak Tak Sekadar Buat Aturan

Pungli Parkir Terus Berulang, Kabupaten/Kota Jogja Didesak Tak Sekadar Buat Aturan

Jogja | Kamis, 24 September 2026 | 15:34 WIB

Daftar QRIS BRI di Indogrosir Bisa Dapat Sembako Gratis, Ini Caranya

Daftar QRIS BRI di Indogrosir Bisa Dapat Sembako Gratis, Ini Caranya

Bri | Kamis, 24 September 2026 | 15:33 WIB

AC Ini Bisa Dinginkan Ruangan Kurang dari 4 Menit, Dayanya Cuma 680 Watt

AC Ini Bisa Dinginkan Ruangan Kurang dari 4 Menit, Dayanya Cuma 680 Watt

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 15:31 WIB

Peran AI di Dunia Kepenulisan: Ancaman atau Partner Kerja bagi Penulis?

Peran AI di Dunia Kepenulisan: Ancaman atau Partner Kerja bagi Penulis?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 15:30 WIB

Drakor Makin Pendek, Benarkah Efek Samping TikTok Bikin Penonton Susah Fokus?

Drakor Makin Pendek, Benarkah Efek Samping TikTok Bikin Penonton Susah Fokus?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 15:29 WIB

AGRA Tak Percaya UU Reforma Agraria Bisa Atasi Monopoli Tanah

AGRA Tak Percaya UU Reforma Agraria Bisa Atasi Monopoli Tanah

News | Kamis, 24 September 2026 | 15:28 WIB

Transaksi BRI Ini Bisa Kasih Kamu Voucher Tokopedia Rp100 Ribu

Transaksi BRI Ini Bisa Kasih Kamu Voucher Tokopedia Rp100 Ribu

Bri | Kamis, 24 September 2026 | 15:27 WIB

Rambut Rontok dan Ketombe? Ini 4 Rekomendasi Hair Tonic Ampuh Beserta Reviewnya!

Rambut Rontok dan Ketombe? Ini 4 Rekomendasi Hair Tonic Ampuh Beserta Reviewnya!

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 15:27 WIB

×