Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Covid-19, Kementan dan Jasindo Percepat Pembayaran Klaim Asuransi Pertanian

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Rabu, 15 April 2020 | 08:00 WIB
Covid-19, Kementan dan Jasindo Percepat Pembayaran Klaim Asuransi Pertanian
Ilustrasi pertanian. (Dok : Kementan)

Suara.com - Wabah Covid-19 yang telah menggemparkan dunia, terutama di Indonesia, sudah memporak porandakan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Tak dipungkiri, sektor ekonomi dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) paling terpukul. Bekerja dilakukan di rumah (Work From Home), hampir semua pelaku usaha kecil dan menengah mulai merubah cara agar daganganya tetap dibeli konsumen.

Banyak pengamat ekonomi dari berbagai kalangan menyebut, situasi ini bisa saja berlangsung selama 3 sampai 6 bulan ke depan, yang tentunya akan berimplikasi terhadap sektor-sektor utam, termasuk sektor pertanian yang merupakan jantung kehidupan karena berkaitan dengan pangan pokok masyarakat.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, atau yang disapa SYL, dalam beberapa kesempatan telah mengingatkan kepada jajarannya agar produksi pangan pokok, utamanya padi, harus tetap dijaga bahkan ditingkatkan selama masa pandemi Covid-19 berlangsung.

Senada dengan hal tersebut, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy mengungkapkan, untuk menjaga produksi pertanian, pihaknya telah memberikan banyak bantuan alat mesin pertanian dan bagi petani padi yang terdampak gagal panen maka telah dilindungi dengan asuransi pertanian.

“Untuk diketahui bersama, realisasi pelaksanaan asuransi pertanian tahun 2020, sampai dengan minggu pertama April ini untuk AUTP seluas 360.325,27 hektare dari total alokasi 1 juta hektare, dan realisasi Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) sebanyak 23.992 ekor dari target 120 ribu ekor,” katanya.

Apa yang disampaikan oleh Sarwo sangat berasalan, mengingat petani sebagai pelaku usaha juga tentunya memiliki beban yang tidak ringan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Walaupun kebutuhan pokok tersedia, boleh jadi sebagai bahan pendamping selain beras mereka harus berjuang keras untuk memenuhi itu semua, apalagi tatkala lahan usaha taninya mengalami gagal panen sehingga tak ada yang bisa di jual.

Pemerintah melalui peraturan UU No 19 Thn 2013 telah jelas mengamatkan adanya perlindungan usahatani dalam bentuk asuransi pertanian. Komoditas yang sudah berjalan yakni progran Asuransi Usahatani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) dimana alokasi yang telah disiapkan tahun 202, yaitu seluas 1 juta hektare dan 150 ribu ekor untuk asuransi ternak sapi dan kerbau.

Sebagai pelaksana program tersebut, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Saran Pertanian Direktorat Pembiayaan Pertanian menggandeng BUMN PT. Jasindo sebagai penanggung dari program tersebut yang tersebar di seluruh Indonesia.

Terus Koordinasi Selama Covid-19
Indah Megahwati, Direktur Pembiayaan Pertanian yang juga sebagai motor penggerak program menyatakan koordinasi akan terus dilakukan walau masih dalam pandemi Covid-19.

“Di tengah wabah Covid-19 ini, saya turut merasakan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh para petugas di pusat dan di lapangan, akan tetapi itu semua akan kami upayakan agar koordinasi tetap berjalan sebagaimana mesti nya tentu dengan pola komunikasi yang berbeda. Sebagai upaya peningkatan ekonomi petani yang terdampak Covid-19, saya mengupayakan agar pembayaran klaim asuransi pertanian untuk segera di bayarkan kepada petani, agar jangan sampai biaya produksi petani menggunakan dana yang lain sehingga memberatkan para petani, oleh karena itu Jasindo untuk segera membayarkan biaya klaim para petani," katanya, saat dihubungi melalui jaringan seluler, Selasa (14/4/2020) waktu setempat.

Di tempat terpisah, Ika Dwinita Sofa, Group Head Asuransi Pertanian Mikro dan Program Pemerintah Asuransi Jasindo menyatakan, total pembayaran klaim asuransi saat ini sudah cukup tinggi, yaitu di atas Rp 10 miliar.

“Total pembayaran klaim asuransi padi dan ternak sapi sampai awal April 2020 ini sudah mencapai Rp 10,1 miliar lebih. Kami percepat pembayarannya, karena situasi Covid-19 ini terasa sekali dampaknya, sehingga dana klaim bisa menjadi modal awal para petani untuk menanam padi dan membeli bibit ternak sapi,” katanya.

Kementan berharap, upaya kecil ini bisa berdampak signifikan bagi para pelaku usaha tani di lapangan, dan situasi bisa kembali normal seperti sediakala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Aksi Kemnaker, BLK Samarinda Serahkan 200 APD pada IDI

Program Aksi Kemnaker, BLK Samarinda Serahkan 200 APD pada IDI

News | Rabu, 15 April 2020 | 07:43 WIB

Cangih, Apple Maps Tampilkan Lokasi Tes Covid-19

Cangih, Apple Maps Tampilkan Lokasi Tes Covid-19

Tekno | Rabu, 15 April 2020 | 07:33 WIB

Pasien Corona Tembus 10.000, India Resmi Perpanjang Masa Lockdown

Pasien Corona Tembus 10.000, India Resmi Perpanjang Masa Lockdown

News | Rabu, 15 April 2020 | 07:23 WIB

Best 5 Otomotif Pagi: Fortuner Jadi Ambulans, Lelang Porsche Atasi Corona

Best 5 Otomotif Pagi: Fortuner Jadi Ambulans, Lelang Porsche Atasi Corona

Otomotif | Rabu, 15 April 2020 | 07:00 WIB

Cegah Corona, Bayi Baru Lahir Dipakaikan Penutup  Wajah

Cegah Corona, Bayi Baru Lahir Dipakaikan Penutup Wajah

Foto | Rabu, 15 April 2020 | 06:47 WIB

2 Band Ini Bernama COVID-19, Musiknya Brutal!

2 Band Ini Bernama COVID-19, Musiknya Brutal!

Entertainment | Rabu, 15 April 2020 | 07:15 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB