Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Pilot Batik Air Ditawari Cuti Hingga 2 Bulan Tanpa Dibayar

Iwan Supriyatna

Sabtu, 18 April 2020 | 18:01 WIB
Pilot Batik Air Ditawari Cuti Hingga 2 Bulan Tanpa Dibayar
Pesawat Batik Air di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Penerbangan menjadi salah satu sektor yang terdampak virus corona atau Covid-19. Batik Air yang merupakan salah satu maskapai Lion Air Group bahkan memberikan penawaran cuti untuk para pilotnya.

Hal ini diketahui dari pesan berantai yang memberikan penjelasan terkait program cuti tersebut. Berikut petikannya.

Management Batik Air telah mengambil langkah-langkah strategis demi mempertahankan kelangsungan perusahaan kita tercinta ini, salah satunya dengan memberikan penawaran bagi rekan-rekan Pilot yang kami cintai untuk mengikuti program 'Cuti di Luar Tanggungan Perusahaan' selama periode dan kurun waktu sebagai berikut :

  1. Bulan Mei (1 bulan)
  2. Bulan Juni (1 bulan)
  3. Bulan Mei dan Juni (2 bulan)

Bagi yang berkenan dapat mengajukan permohonan atau pendaftaran untuk program Cuti di Luar Tanggungan Perusahaan ini, untuk periode bulan Mei (1 Bulan) atau bulan Mei dan Juni (2 Bulan) paling lambat pada hari Rabu, tanggal 22 April 2020 dan untuk periode bulan Juni (1 bulan) paling lambat pada hari Jumat, tgl 24 April 2020 melalui email ke: [email protected]

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, semoga kita semua tetap diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalani masa-masa yang cukup berat ini dengan baik.

Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro pun dalam hal ini membenarkan adanya program tersebut.

"Sebagai salah satu upaya mengurangi beban perusahaan, maka kami menawarkan kepada karyawan termasuk pilot untuk cuti di luar tanggungan perusahaan secara sukarela," kata Danang kepada Suara.com, Sabtu (18/4/2020).

Menurut Danang, hal tersebut perlu dilakukan demi kelangsungan industri penerbangan itu sendiri di tengah pandemi Covid-19.

"Pandemi covid-19 (corona virus disease) ini menyebabkan beberapa/ banyak rute domestik dan internasional tidak diterbangi (dioperasikan), sehingga produksi layanan penerbangan menurun signifikan," pungkas Danang.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dicibir Pilotnya Banyak yang Impor, Susi Pudjiastuti Semprot Warganet

Dicibir Pilotnya Banyak yang Impor, Susi Pudjiastuti Semprot Warganet

News | Sabtu, 11 April 2020 | 18:39 WIB

Kemenhub Benarkan Ada 1 Pilot Meninggal Dunia Akibat Terpapar Corona

Kemenhub Benarkan Ada 1 Pilot Meninggal Dunia Akibat Terpapar Corona

Bisnis | Senin, 23 Maret 2020 | 18:18 WIB

Menhub Akhirnya Blak-blakan Alasan Pilih Batik Air Jemput WNI di Wuhan

Menhub Akhirnya Blak-blakan Alasan Pilih Batik Air Jemput WNI di Wuhan

Bisnis | Selasa, 18 Februari 2020 | 10:54 WIB

Terkini

Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen

Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:56 WIB

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:36 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:14 WIB

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:01 WIB

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit

SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:45 WIB

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:39 WIB

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:34 WIB

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB