Masa Pandemi, Kemenparekraf Realokasi Anggaran dan Terapkan Program Khusus

Fabiola Febrinastri

Kamis, 23 April 2020 | 11:02 WIB
Masa Pandemi, Kemenparekraf Realokasi Anggaran dan Terapkan Program Khusus
Ilustrasi wisata. (Dok : Kemenparekraf)

Suara.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio, menyatakan, pihaknya telah merealokasi anggaran dan menerapkan program khusus selama masa tanggap darurat pandemi Covid-19. Realokasi akan diarahkan untuk berbagai macam program yang sifatnya pendukungan langsung penanganan Covid-19, yang dapat membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,

"Kami telah merealokasi anggaran dan menerapkan program khusus selama masa tanggap darurat Covid-19. Realokasi akan diarahkan untuk berbagai macam program yang sifatnya pendukungan langsung penanganan COVID-19 yang dapat membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," katanya, Jakarta, Rabu (22/4/2020)

Menurutnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) telah menetapkan langkah-langkah strategis bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di masa tanggap darurat Covid-19.

Pemerintah membagi tiga tahapan dalam penanganan Covid-19, yakni masa tanggap darurat, pemulihan (recovery), dan normalisasi. Di masa tanggap darurat ini, Kemenparekraf telah menggulirkan enam program sesuai dengan kewenangannya, dalam upaya mitigasi terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Program tersebut meliputi penyediaan fasilitas akomodasi, transportasi, dan konsumsi bagi tenaga medis dan tenaga pendukung RS rujukan penanganan Covid-19 sesuai rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

"Hingga saat ini, ada lebih dari 2000 tenaga kesehatan di Jakarta yang telah terfasilitasi. Kerja sama ini juga sebagai bentuk dukungan Kemenparekraf terhadap industri pariwisata yakni bisnis hotel dan transportasi agar tetap bisa mempekerjakan pegawainya," kata Wishnutama.

Selanjutnya berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait. Kemenparekraf/Baparekraf secara intensif memberikan usulan berbagai program yang dapat memberi keringanan bagi industri dan pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi Covid-19.

Kemenparekraf telah mengusulkan lapangan usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masuk dalam Permenkeu 23/PMK.03/2020. Subsektor yang masuk dalam lapangan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif akan dapat memanfaatkan insentif berupa Subsidi PPh 21, Pembebasan PPh 22 Impor, dan pengurangan PPh sebesar 30 persen.

Menparekraf berharap, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak pandemi Covid-19 bisa memaksimalkan kebijakan tersebut saat perluasan Permenkeu 23/PMK.03/2020 telah disahkan oleh Kemenkeu.

Kemenparekraf/Baparekraf secara mandiri juga menggulirkan program untuk memberdayakan pelaku UMKM di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, diantaranya melalui kampanye nasional #GerakanMaskerKain, #GerakanLaukSiapSaji, dan #SatuDalamKopi yang bertujuan menggerakkan perekonomian dalam masa penanganan dampak Covid-19.

#GerakanMaskerKain menargetkan pengadaan 1 juta masker kain secara nasional. Dalam program tersebut, Kemenparekraf melibatkan UMKM di sektor ekonomi kreatif untuk berperan serta, sehingga mereka tetap bisa menjalankan usaha di tengah pandemi, dan produk yang dihasilkan juga sangat bermanfaat untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

"Kemenparekraf sebelumnya juga telah mendata sekitar 213 ribu pekerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dari 34 provinsi (data hingga 22/4/2020) yang terdampak Covid-19. Data tersebut akan digunakan Kemenparekraf sebagai basis kegiatan, diantaranya melibatkan pelaku UMKM Ekraf yang terdampak dalam #GerakanMaskerKain," katanya.

Hal yang sama juga akan dilakukan dalam #GerakanLaukSiapSaji. Kemenparekraf/Baparekraf akan bekerja sama dengan pengusaha makanan, UMKM pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah untuk menyiapkan makanan bagi mereka yang terdampak, baik masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif sendiri serta masyarakat pada umumnya.

Terbaru, Kemenparekraf bersama Kemenperin dan didukung Tokopedia menggulirkan kampanye #SatuDalamKopi sebagai upaya bersama memajukan kopi nusantara sekaligus menggerakkan roda perekonomian pelaku industri kopi nasional agar tetap bergulir di tengah pandemi Covid-19.

"Kemenparekraf/Baparekraf pun telah menggandeng pelaku ekonomi kreatif untuk sama-sama memperkuat kampanye #JagaJarak. Dengan gerakan yang masif diharapkan dapat menimbulkan kesadaran yang tinggi di kalangan masyarakat," kata Wishnutama.

Program selanjutnya, di masa tanggap darurat ini Kemenparekraf/Baparekraf juga menggulirkan pelatihan online gratis untuk upskilling dan reskilling pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Lewat program-program ini diharapkan masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif semakin kompetitif dan siap bangkit bersama ketika pandemi dinyatakan selesai.

Hasil kerajinan sektor wisata dan ekonomi kreatif. (Dok : Kemenparekraf)
Hasil kerajinan sektor wisata dan ekonomi kreatif. (Dok : Kemenparekraf)

Presiden Joko Widodo, usai rapat terbatas terkait Mitigasi Dampak Covid-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif beberapa waktu lalu memperkirakan, sektor pariwisata akan booming usai pandemi dapat teratasi. Presiden secara khusus meminta agar mitigasi terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif benar-benar diperhatikan dengan baik dan tepat sasaran.

"Kami akan merealokasi anggaran dan melakukan program yang melibatkan para pelaku parekraf hingga dapat membantu keberlangsungan pendapatan dan peningkatan kualitas destinasi serta usaha sektor parekraf. Hal ini akan dikaji lebih lanjut melalui rencana mitigasi dan bantuan langsung di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan berbagai program lainnya," kata Wishnutama.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ikut Rapid Test, Empat Anggota DPRD Bangkalan Positif Covid-19

Ikut Rapid Test, Empat Anggota DPRD Bangkalan Positif Covid-19

Jatim | Kamis, 23 April 2020 | 11:00 WIB

Tolak Klorokuin sebagai Obat Covid-19, Dokter AS Dimutasi

Tolak Klorokuin sebagai Obat Covid-19, Dokter AS Dimutasi

News | Kamis, 23 April 2020 | 10:55 WIB

RS Darurat Wisma Atlet Rawat 694 Pasien, 605 Orang Positif Covid-19

RS Darurat Wisma Atlet Rawat 694 Pasien, 605 Orang Positif Covid-19

News | Kamis, 23 April 2020 | 10:44 WIB

Lawan Covid-19, ASRI Peduli Sesama Galang Donasi Online, Yuk Ikutan!

Lawan Covid-19, ASRI Peduli Sesama Galang Donasi Online, Yuk Ikutan!

Press Release | Kamis, 23 April 2020 | 10:41 WIB

Ikut Imbauan Pemerintah, Zee Zee Shahab Sudah Sebulan Tak Keluar Rumah

Ikut Imbauan Pemerintah, Zee Zee Shahab Sudah Sebulan Tak Keluar Rumah

Entertainment | Kamis, 23 April 2020 | 10:33 WIB

CDC Sebut Gelombang Kedua Covid-19 Bisa Terjadi Akhir 2020

CDC Sebut Gelombang Kedua Covid-19 Bisa Terjadi Akhir 2020

Tekno | Kamis, 23 April 2020 | 10:30 WIB

Terkini

Ulasan Film Ritual Gaib: Nyai Randasura, Teror Mencekam Tumbal Pesugihan!

Ulasan Film Ritual Gaib: Nyai Randasura, Teror Mencekam Tumbal Pesugihan!

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 11:30 WIB

Bukan Cuma Modal, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Beri Kejutan Bagi UMKM

Bukan Cuma Modal, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Beri Kejutan Bagi UMKM

Bri | Senin, 21 September 2026 | 11:29 WIB

Nongkrong Seharian di Blok M Hub Makin Seru Bareng BRIZZI ARKIV

Nongkrong Seharian di Blok M Hub Makin Seru Bareng BRIZZI ARKIV

Jawa Tengah | Senin, 21 September 2026 | 11:26 WIB

Perjalanan Karier Amanda Rigby, Sempat Kuliah di Singapura dan Ingin Kerja Kantoran

Perjalanan Karier Amanda Rigby, Sempat Kuliah di Singapura dan Ingin Kerja Kantoran

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 11:25 WIB

8 Gejala Kampas Rem Mobil Habis, Segera Ganti untuk Mencegah Kecelakaan

8 Gejala Kampas Rem Mobil Habis, Segera Ganti untuk Mencegah Kecelakaan

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 11:24 WIB

BRIZZI x ARKIV Hadir di Blok M Hub, Saatnya Eksplor Seni, Kuliner, dan Berburu Hadiah

BRIZZI x ARKIV Hadir di Blok M Hub, Saatnya Eksplor Seni, Kuliner, dan Berburu Hadiah

Jabar | Senin, 21 September 2026 | 11:23 WIB

Changan Serahkan Nevo Q05 Perdana ke Konsumen Indonesia

Changan Serahkan Nevo Q05 Perdana ke Konsumen Indonesia

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 11:23 WIB

Media Singapura Sorot Tukang Becak hingga UMKM Sengsara karena Kebakaran Hutan Sumatra

Media Singapura Sorot Tukang Becak hingga UMKM Sengsara karena Kebakaran Hutan Sumatra

News | Senin, 21 September 2026 | 11:23 WIB

Membaca Karakter Amanda Rigby Berdasarkan Weton Senin Wage: Sifat, Karier, hingga Garis Rezeki

Membaca Karakter Amanda Rigby Berdasarkan Weton Senin Wage: Sifat, Karier, hingga Garis Rezeki

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 11:22 WIB

Tersangka Karhutla di Siak Ditangkap: Sempat Buron, Halangi Pemadaman demi Sawit

Tersangka Karhutla di Siak Ditangkap: Sempat Buron, Halangi Pemadaman demi Sawit

Riau | Senin, 21 September 2026 | 11:20 WIB

×