Ekonomi Lebanon Makin Hancur Akibat Corona, Bank-bank Dibakar Massa

Iwan Supriyatna, Arief Apriadi

Rabu, 29 April 2020 | 11:38 WIB
Ekonomi Lebanon Makin Hancur Akibat Corona, Bank-bank Dibakar Massa
Kericuhan terjadi di kota Tripoli, Lebanon, Selasa (28/4/2020), akibat krisis ekonomi yang terjadi karena pandemi corona. [AFP]

Suara.com - Krisis ekonomi di Lebanon menimbulkan protes keras. Masyarakat turun ke jalan dan membuat kerusuhan dengan membakar bank-bank di tengah kota, Selasa (28/4/2020) malam.

Dilansir France24, Rabu (29/4/2020), inflasi dan gelombang pengangguran telah mengguncang Lebanon sejak Oktober tahun lalu. Pandemi virus Corona semakin memperparah keadaan.

Para pengunjuk rasa di utara kota Tripoli melancarkan aksinya dengan membakar bank. Kondisi itu memaksa para tentara menembakan peluru karet dan gas air mata.

Pada demonstrasi sehari sebelumnya atau Senin (27/4/2020), seorang pemuda dikabarkan tewas dalam kerusuhan tersebut, kendati tak diketahui tentara atau pihak lain yang harus bertanggung jawab.

Unjuk rasa tak hanya terjadi di kota Tripoli. Sidon dan Beirut juga dipenuhi dengan para demonstran yang berpawai melintasi kota-kota menggunakan topeng medis dengan meneriakan sistem keuangan negara.

Perdana Menteri Hassan Diab mendesak warga Lebanon untuk menahan diri dari kekerasan. Dia menyebut niat jahat orang-orang di balik layar hanya akan mengguncang stabilitas.

"Kami dihadapkan dengan realitas baru, kenyataan bahwa krisis sosial dan kehidupan telah memburuk secara cepat, terutama dengan naiknya nilai tukar dolar Amerika Serikat di pasar gelap," kata Diab dilansir dari French24, Rabu (29/4/2020).

Nilai tukar pound Lebanon terhadap dolar AS semakin merosot. Selama sepekan terakhir, nilai tukarnya merosot hampir 50 persen di mana kini 1 dolar AS setara 4.200 pound Lebanon.

Pengacara di kota Tripoli, Fahed Moukaddem, mengatakan bahwa pemerintahan yang dipimpin Hassan Diab yang didukung partai Hezbollah, sudah tak mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat.

baca juga

Hassan Diab dan kroninya diminta segera mengundurkan diri dan memberikan tampuk pimpinan kepada sosok yang lebih mampu membawa ekonomi Lebanon ke arah lebih baik.

"Orang-orang telah kehilangan daya beli mereka dan negara tidak memiliki rencana untuk melakukan apa pun," kata Fahed.

"Bank ditutup dan tidak memberikan uang kepada orang. Saya pikir pemerintah ini harus mengundurkan diri," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Corona: Krisis Ekonomi Terasa di Lebanon, Warga dan Aparat Bentrok

Dampak Corona: Krisis Ekonomi Terasa di Lebanon, Warga dan Aparat Bentrok

News | Selasa, 28 April 2020 | 17:12 WIB

Jarah Makanan di Tengah Pandemi, Seorang Pria Tewas Diterjang Timah Panas

Jarah Makanan di Tengah Pandemi, Seorang Pria Tewas Diterjang Timah Panas

News | Jum'at, 24 April 2020 | 16:36 WIB

Lebanon Legalkan Bertani Ganja untuk Kebutuhan Medis

Lebanon Legalkan Bertani Ganja untuk Kebutuhan Medis

News | Rabu, 22 April 2020 | 15:49 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×