BUMN, Pupuk dan Ketahanan Pangan

Iwan Supriyatna

Senin, 25 Mei 2020 | 10:00 WIB
BUMN, Pupuk dan Ketahanan Pangan
Aktivitas warga berbelanja pangan murah. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Soal pangan merupakan soal hidup mati bagi suatu bangsa. Begitu Bung Karno mengungkapkan betapa pentingnya pangan. Jangan main-main dan anggap enteng soal pangan.

Jika pangan terganggu, dengan cepat menular ke masalah sosial, ekonomi, keaamanan dan politik. Dalam sejarah dunia, banyak rejim pemerintahan terpaksa berakhir karena dipicu krisis pangan. Bahkan di dalam sejarah di negara negara Afrika, krisis pangan sering memicu perang sipil berkepanjangan.

Begitu sensitifnya pangan bagi suatu bangsa, menjadikan ketahanan pangan (food security) sebagai bagian penting dari politik pembangunan setiap negara. Bahkan Mantan Menlu USA Henry Kissinger berpandangan bahwa “siapa kuasai pangan akan kendalikan masyarakat”.

Tidak satu pun negara yang menyerahkan ketahanan pangannya ke pasar bebas. Setiap negara hadir dalam memastikan terjaminnya ketahanan pangan baik melalui kebijakan ekonomi maupun melalui penugasan badan usaha milik negara (BUMN).

Ketahanan pangan bukan sekadar memproduksi bahan pangan. Lebih dari itu ketahanan pangan menyangkut bagaimana menyediakan pangan (feeding) secara 6-tepat (jumlah, mutu, tempat, waktu, harga, jenis). Atribut 6-tepat ini sebagian besar tidak bisa dipenuhi oleh mekanisme pasar.

Negara negara besar seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, China dan India, kehadiran negara dalam membangun ketahanan pangan sangat intensif dan all at cost. Keempat negara besar tersebut adalah negara yang memberi subsidi besar besaran untuk menjamin ketahanan panganya.

Sejarah mereka memberi pengalaman penting bahwa ketahanan pangan adalah kunci keberlanjutan pembangunan dan pemerintahan.

Indonesia juga menganut politik pembangunan yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas utama sejak rezim Orde Baru sampai saat ini. Bagaimana memberi makan setiap hari penduduk yang kini berjumlah 260 juta orang merupakan misi utama politik ketahanan pangan nasional.

Dalam sejarah pembangunan ketahanan pangan nasional, tidak dapat dilepaskan dari kontribusi pabrik pupuk BUMN seperti Petrokimia Gresik, Pupuk Sriwijaya, Pupuk Kaltim, Pupuk Kujang Cikampek dan Pupuk Iskandar Muda, yang kini tergabung dalam holding Pupuk Indonesia.

baca juga

Keberhasilan Indonesia berubah dari importir beras terbesar dunia awal Orde Baru menjadi swasembada beras tahun 1984, ikut dimotori pabrik pupuk Bumn tersebut.

Peran penting BUMN Pupuk dalam membangun ketahanan pangan nasional memang sangat vital. Pertama, sebagai perancang dan produsen teknologi pupuk (embodied technology) untuk peningkatan produksi bahan pangan. Tanpa teknologi pupuk, produksi pangan todak akan tercapai.

Kedua, mengantar teknologi pupuk sampai ke tingkat petani di seluruh pelosok. Petani pangan kita bukan di sekitar perkotaan yang mudah dijangkau kendaraan. Petani pangan kita berada di pelosok, di pinggiran, di pegunungan yang tidak dapat dijangkau mekanisme pasar yang ada.

Dan Ketiga, memastikan teknologi pupuk 6-tepat. Tidak boleh terjadi lock down atau alasan shutdown. Peran ini tidak mungkin dapat diselesaikan oleh mekanisme pasar.

Pada masa pandemi covid 19 ini peran BUMN pupuk tersebut dapat kita nikmati. Tersedianya bahan pangan yang cukup dan dengan harga yang terjangkau sejak bulan Februari sampai akhir Mei ini dimungkinkan karena penyediaan pupuk khususnya sejak akhir tahun 2019.

Tanpa terjaminnya pupuk secara 6-tepat di tingkat petani sejak musim tanam dan pemeliharaan pada akhir tahun 2019, mustahil masa panen bulan Februari- Mei 2020 produksi tercapai.

Selama masa pandemi Covid-19, sinergitas pangan dan pupuk telah terbukti mampu menjamin ketahanan pangan nasional. Maka pasca pandemi Covid-19, BUMN pupuk dan sektor pangan selain pastikan ketahanan pangan, juga dapat menjadi bagian lokomotif pemulihan ekonomi nasional.

Tulisan Opini Dr. Tungkot Sipayung Pengamat Ekonomi dan Agribisnis

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BUMN Bisa Jadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

BUMN Bisa Jadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2020 | 08:55 WIB

Erick Thohir Akan Gabungkan Bulog, PTPN dan RNI untuk Tekan Impor Pangan

Erick Thohir Akan Gabungkan Bulog, PTPN dan RNI untuk Tekan Impor Pangan

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2020 | 08:55 WIB

Erick Thohir Ngaku Lebih Bahagia Ngurus Inter Milan daripada Jadi Menteri

Erick Thohir Ngaku Lebih Bahagia Ngurus Inter Milan daripada Jadi Menteri

News | Kamis, 21 Mei 2020 | 03:05 WIB

Terkini

Kabar Duka! Mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan Meninggal Dunia

Kabar Duka! Mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan Meninggal Dunia

Jabar | Sabtu, 19 September 2026 | 13:06 WIB

Dari Media Sosial ke AI, Cara Orang Mencari Informasi Mulai Berubah

Dari Media Sosial ke AI, Cara Orang Mencari Informasi Mulai Berubah

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 13:05 WIB

Ulasan Novel Inestable: Belajar Pentingnya Komunikasi dalam Hubungan

Ulasan Novel Inestable: Belajar Pentingnya Komunikasi dalam Hubungan

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 13:00 WIB

Rapat Bareng Pukat UGM, DPR Ingin Cegah Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset

Rapat Bareng Pukat UGM, DPR Ingin Cegah Abuse of Power dalam RUU Perampasan Aset

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:43 WIB

Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya

Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 12:42 WIB

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:31 WIB

The Taming of the Shrew: Ketika Cinta, Kekuasaan, dan Gender Saling Berhadapan

The Taming of the Shrew: Ketika Cinta, Kekuasaan, dan Gender Saling Berhadapan

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:30 WIB

Cara Resmi Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan, Begini Langkah-langkahnya

Cara Resmi Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan, Begini Langkah-langkahnya

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 12:28 WIB

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10 Kilometer

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10 Kilometer

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:25 WIB

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:20 WIB

×