Lebaran Sudah Lewat, Harga Bawang Merah Masih Rp 45.000 per Kilo

Iwan Supriyatna

Senin, 25 Mei 2020 | 14:38 WIB
Lebaran Sudah Lewat, Harga Bawang Merah Masih Rp 45.000 per Kilo
Pedagang bawang merah menunggu pembeli. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Harga bawang merah di Sragen saat momentum Lebaran meroket Rp 45.000/kg. Padahal, pekan lalu harga bawang merah masih berkisar Rp 20.000-an.

Naiknya harga bawang merah itu disebabkan karena barang susah didapat sementara permintaan tinggi.

Salah satu pedagang di Pasar Bunder Sragen, Sri Giman (62) menyampaikan komoditas perdagangan yang harganya melonjak signifikan selama momentum Lebaran hanya bawang merah. Harga bawang merah mencapai Rp 45.000/kg sedangkan komoditas lainnya relatif stabil.

Dia mengatakan naiknya harga bawang merah itu terjadi sejak sepekan yang lalu, yakni dari harga Rp 20.000/kg naik jadi Rp 45.000/kg atau naik 125 persen.

“Naiknya harga bawang merah di Sragen itu dipicu karena tidak ada barangnya. Biasanya saya kulakan dari Boyolali. Sekarang hanya menunggu kiriman dari petani. Bawang merah di Sragen saja juga tidak ada,” kata Sri, Senin (25/5/2020).

Pedagang Pasar Bunder lainnya, Budi Albert (45) mengaku tak berani kulakan bawang merah karena harganya melonjak tinggi. Dia mengatakan harga bawang merah itu mencapai Rp 45.000 - Rp 48.000/kg.

Harga bawang merah yang tinggi itu sejak sebelum Lebaran.

“Saya tidak berani jualan bawang merah,” kata pedagang asal Kedawung itu.

Kasi Pengawasan Distribusi Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen, Kunto Widyastuti, mengatakan selama libur Lebaran Disperindag tidak melakukan survei harga karena pasar biasanya sepi. Dia mengatakan perkembangan harga masih sama dengan survei harga terkahir, yakni H-1 Lebaran.

baca juga

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Sragen, Suratno, menyampaikan lonjakan harga bawang merah memang sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Dia mengatakan harga bawang merah di tingkat pedagang ada yang sampai Rp 50.000/kg.

Dia mengatakan berbeda dengan harga di tingkat petani yang masih rendah, yakni Rp 35.000/kg.

“Hitungannya dengan harga Rp 35.000/kg itu sudah lumayan tetapi banyak petani Sragen yang belum waktunya panen sehingga belum bisa menikmati harga tinggi. Selama ini harga selalu mengikuti harga pasar. Pemerintah belum bisa menyetabilkan harga pascapanen, sehingga petani sering kali spekulasi saja,” ujarnya.

Berita ini sebelumnya dimuat Solopos.com jaringan Suara.com dengan judul "Lebaran, Harga Bawang Merah Di Sragen Tembus Rp45.000/Kg"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Balas Dendam, Wanita Ini Kirim Berkarung-karung Bawang Merah untuk Mantan

Balas Dendam, Wanita Ini Kirim Berkarung-karung Bawang Merah untuk Mantan

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2020 | 20:52 WIB

Harga Bawang Merah Masih Tinggi, per Kilo Rp 60.000

Harga Bawang Merah Masih Tinggi, per Kilo Rp 60.000

Bisnis | Senin, 18 Mei 2020 | 10:30 WIB

Jokowi Curiga Ada Pemain yang Membuat Gula dan Bawang Jadi Mahal

Jokowi Curiga Ada Pemain yang Membuat Gula dan Bawang Jadi Mahal

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2020 | 09:17 WIB

Terkini

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:32 WIB

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:31 WIB

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial

Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

×