AHY: Jabatan Tak Abadi, Fasilitas Negara Jangan Dipakai Politik

Mohammad Fadil Djailani, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 05 September 2026 | 22:35 WIB
AHY: Jabatan Tak Abadi, Fasilitas Negara Jangan Dipakai Politik
etua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan pidato politik dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat. [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • AHY ingatkan kekuasaan bukan milik seseorang dan punya batas waktu.
  • Fasilitas negara dilarang dipakai untuk kepentingan politik praktis.
  • TNI, Polri, dan ASN diminta tetap profesional dan netral.

Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melontarkan peringatan keras soal penggunaan kekuasaan dan fasilitas negara. Di tengah dinamika politik nasional, AHY mengingatkan bahwa jabatan pemerintahan bukanlah kekuasaan yang bisa dimiliki selamanya.

Pesan tersebut disampaikan AHY dalam pidato politik memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (5/9/2026) malam.

AHY menegaskan setiap jabatan memiliki masa bakti dan pada hakikatnya merupakan amanah yang diberikan rakyat. Karena itu, kekuasaan tidak boleh digunakan secara berlebihan ataupun diarahkan untuk kepentingan politik tertentu.

Menurut AHY, demokrasi yang sehat bukan hanya membutuhkan pemerintahan yang kuat dan efektif, tetapi juga pemerintahan yang mau menerima kritik dan masukan dari masyarakat.

"Demokrasi yang sehat membutuhkan pemerintahan yang kuat dan efektif, sekaligus terbuka terhadap kritik, menghormati perbedaan, menjunjung hukum, dan selalu siap mempertanggungjawabkan setiap keputusan kepada rakyat," ujar AHY.

AHY bahkan secara khusus mengingatkan aparatur negara, mulai dari TNI, Polri hingga aparatur sipil negara (ASN), agar tetap menjaga profesionalisme.

Ia menyoroti potensi penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan politik praktis. Menurutnya, fasilitas yang berasal dari negara semestinya digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk menguntungkan kelompok atau peserta politik tertentu.

"Fasilitas negara harus digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan politik praktis. Setiap peserta Pemilu harus memperoleh perlakuan yang adil," tegas AHY.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena penggunaan sumber daya dan fasilitas negara untuk kepentingan politik berpotensi mengganggu prinsip kesetaraan dalam kontestasi demokrasi.

baca juga

AHY juga menekankan pentingnya akuntabilitas pemerintah. Setiap keputusan yang diambil penguasa, menurut dia, harus dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

Dalam pidatonya, AHY turut merefleksikan pengalaman Partai Demokrat yang pernah berada di dalam maupun di luar pemerintahan.

Ia merujuk pada masa kepemimpinan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai salah satu pengalaman penting mengenai pergantian kekuasaan secara damai.

Bagi AHY, transisi kekuasaan yang berlangsung secara tertib merupakan salah satu indikator kematangan demokrasi. Sebaliknya, upaya mempertahankan kekuasaan dengan mengabaikan prinsip demokrasi justru dapat menjadi ancaman bagi kualitas pemerintahan.

"Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya, kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu," kata AHY.

AHY pun mengingatkan para pemegang kekuasaan agar tidak terlena dengan jabatan. Sebab, kekuasaan memiliki siklus, sementara pertanggungjawaban kepada rakyat tidak berhenti ketika masa jabatan berakhir.

"Para pejuang Demokrat di seluruh tanah air, kekuasaan datang dan pergi, jabatan ada waktunya, Pemilu memiliki siklusnya, tetapi tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah selesai," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AHY Tiba-tiba Soroti Aparat Negara Jadi Antek-antek Politik

AHY Tiba-tiba Soroti Aparat Negara Jadi Antek-antek Politik

News | Sabtu, 05 September 2026 | 21:41 WIB

AHY ke Kader Demokrat: Dukung Prabowo, Tapi Jangan Tutup Mata pada Masalah Rakyat

AHY ke Kader Demokrat: Dukung Prabowo, Tapi Jangan Tutup Mata pada Masalah Rakyat

News | Sabtu, 05 September 2026 | 21:40 WIB

AHY Bicara Keras di HUT ke-25 Demokrat: TNI-Polri dan ASN Jangan Jadi Alat Politik

AHY Bicara Keras di HUT ke-25 Demokrat: TNI-Polri dan ASN Jangan Jadi Alat Politik

News | Sabtu, 05 September 2026 | 21:45 WIB

Terkini

5 Bedak Tabur Wardah untuk Makeup Natural dari yang Termurah hingga Premium

5 Bedak Tabur Wardah untuk Makeup Natural dari yang Termurah hingga Premium

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 10:45 WIB

Modus Licik Ban Serep Terbongkar! Sabu 5,4 Kg Jaringan JakartaLombok Disergap di Surabaya

Modus Licik Ban Serep Terbongkar! Sabu 5,4 Kg Jaringan JakartaLombok Disergap di Surabaya

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 10:42 WIB

Hwang Minhyun Diincar Gantikan Lee Jong Suk dalam Drama Iseop's Romance

Hwang Minhyun Diincar Gantikan Lee Jong Suk dalam Drama Iseop's Romance

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 10:39 WIB

Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?

Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 10:37 WIB

WN China Berburu dan Makan Penyu di Raja Ampat, Kemenpar Minta Pihak yang Fasilitasi Ikut Diusut

WN China Berburu dan Makan Penyu di Raja Ampat, Kemenpar Minta Pihak yang Fasilitasi Ikut Diusut

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:35 WIB

Rupiah Terperosok ke Level Rp17.700-an Usai Ganti Menkeu, Ini Penyebab Utamanya

Rupiah Terperosok ke Level Rp17.700-an Usai Ganti Menkeu, Ini Penyebab Utamanya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 10:32 WIB

DPR Amerika Serikat Tolak Usulan Pemakzulan Donald Trump, Kenapa?

DPR Amerika Serikat Tolak Usulan Pemakzulan Donald Trump, Kenapa?

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:31 WIB

Bukan Sekadar HP Harry Potter, realme 16 Pro Dibuat seperti Koper Hogwarts hingga Mata Hedwig

Bukan Sekadar HP Harry Potter, realme 16 Pro Dibuat seperti Koper Hogwarts hingga Mata Hedwig

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 10:31 WIB

8 Cara Memilih Moisturizer Pertama untuk Remaja Pemula agar Tidak Salah Pilih

8 Cara Memilih Moisturizer Pertama untuk Remaja Pemula agar Tidak Salah Pilih

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 10:27 WIB

Pencarian Masih Berlangsung, Bantuan Mengalir untuk Lima Keluarga Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Pencarian Masih Berlangsung, Bantuan Mengalir untuk Lima Keluarga Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:24 WIB

×