Ahli Pertanian: Bercocok Tanam Jadi Solusi Penghasilan di Tengah Pandemi

Iwan Supriyatna

Selasa, 02 Juni 2020 | 10:33 WIB
Ahli Pertanian: Bercocok Tanam Jadi Solusi Penghasilan di Tengah Pandemi
Seorang warga menanam sayuran dengan sistem hidroponik di pekarangan rumahnya. [ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah]

Suara.com - Ahli pertanian Anton Apriyantono mengatakan, bertanam dapat menjadi solusi mendapat penghasilan di tengah pandemi terutama bagi pekerja di Jabodetabek yang terpaksa harus dirumahkan.

"Sebaiknya bertanam sayur karena masa panen lebih cepat dan pemeliharaannya lebih mudah," kata mantan Menteri Pertanian ini, ditulis Selasa (2/6/2020).

Anton juga mengatakan, bertanam sayuran tidak membutuhkan lahan yang luas bahkan di pekarangan rumah juga dapat dilakukan sehingga ideal untuk kawasan Jabodetabek.

Menurut Anton sesuai konsep dari pertanian perkotaan (urban farming) sebenarnya bisa mendapat penghasilan tambahan dari bertanam sayuran, bahkan bisa dikombinasikan dengan berternak ikan jenis lele dan nila.

Anton mengatakan untuk skala komersial memang dibutuhkan lahan minimal seribu meter persegi yang memang masih mudah di dapat di Jabodetabek dengan memanfaatkan lahan tidak terpakai.

"Sebelum memulai urban farming agar dihitung biaya-biayanya mulai dari sewa lahan, tenaga kerja, benih, pupuk, termasuk penggunaan listrik untuk pompa air," kata Anton.

Anton mengatakan salah satu urban farming telah diaplikasikan pekerja pariwisata yang kehilangan penghasilan selama masa pandemi ini karena hotel tempatnya berkerja harus tutup.

Akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Ni Wayan Sri Sutari, SP, M.P membenarkan ada sepuluh pekerja pariwisata yang kini beralih menjadi petani sayuran.

"Benar awalnya mereka berkerja sebagai chef, bartender, dan pemandu pariwisata namun mereka terpaksa libur dulu karena hotelnya tempat berkerja tutup sementara waktu," kata Sri.

baca juga

Para pekerja pariwisata ini mendapat pelatihan budidaya hortikultura dengan menggunakan benih cap Panah Merah yang merupakan produksi PT East West Seed Indonesia (Ewindo) seperti Pokcoy varietas NAULI F1, Sawi varietas SHINTA, Bayam varietas MAESTRO, Bayam merah MIRA.

Sri mengatakan konsepnya memang urban farming karena memanfaatkan lahan kosong seluas 2.000 meter persegi di tepi Jalan Danau Tempe Denpasar Selatan.

Menurut Sri kalau di Bali bisa berhasil, sebenarnya cara yang sama juga dapat diterapkan bagi para pekerja yang kehilangan mata pencahariannya akibat wabah COVID-19 di Jabodetabek.

"Tidak ada salahnya untuk mencoba, yang penting tekun untuk berlatih maka hasilnya akan sukses seperti pekerja hotel di Bali ini," kata Sri.

Salah seorang petani, Agung Amertajaya mengaku hanya membutuhkan waktu setengah bulan untuk beradaptasi sebagai petani lantaran sebelumnya juga sudah terbiasa orang tuanya bertani.

Menurut Agung di tengah pandemi ini membuat sejumlah rekan-rekannya mengalami kesulitan karena kehilangan penghasilan sebelum akhirnya bertemu dengan Sri Sutari yang mengajak untuk bercocok tanam.

Dalam menjalankan pelatihan termasuk bercocok tanam, juga menerapkan protokol kesehatan mulai dari menjaga jarak, menggunakan masker, serta mencuci tangan setelah beraktivitas seluruhnya dijalankan.

Kemudian selama dilapangan selain melibatkan rekan-rekan sesama pekerja pariwisata juga dari keluarga serta tetangga. Sehingga pekerjaan menjadi jauh lebih ringan.

Secara terpisah Anton Apriyantono menegaskan dengan masuknya era normal baru, sektor pertanian diharapkan juga bisa menjadi jaring pengaman sosial mengingat pelatihannya tidak terlalu sulit namun dampak yang diberikan sangat besar.

Jabodetabek menjadi percontohan pertanian perkotaan meski di lahan yang sempit namun dengan optimalisasi akan memberikan panen yang melimpah.

"Kuncinya tekun dan memiliki kemauan untuk mempelajari cara bertani," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan Ton Bawang Merah Ilegal Asal Malaysia Gagal Masuk Indonesia

Puluhan Ton Bawang Merah Ilegal Asal Malaysia Gagal Masuk Indonesia

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2020 | 09:20 WIB

Komisi IV Minta Pemerintah Petakan Daerah Rawan Pangan

Komisi IV Minta Pemerintah Petakan Daerah Rawan Pangan

DPR | Rabu, 27 Mei 2020 | 14:15 WIB

Jaga Ketahanan Pangan, Warga Desa di Bantul Bercocok Tanam di Lahan Kosong

Jaga Ketahanan Pangan, Warga Desa di Bantul Bercocok Tanam di Lahan Kosong

Jogja | Selasa, 26 Mei 2020 | 19:35 WIB

Terkini

KPK Terus Dalami Dugaan Titip-Menitip Mahasiswa di Unsoed

KPK Terus Dalami Dugaan Titip-Menitip Mahasiswa di Unsoed

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 12:12 WIB

Bingung Pilih Sunscreen? Begini Cara Memilih Produk yang Sesuai Jenis Kulit

Bingung Pilih Sunscreen? Begini Cara Memilih Produk yang Sesuai Jenis Kulit

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 12:12 WIB

Bapak-bapak Bejat di Bengkalis Rudapaksa Anak Kandung

Bapak-bapak Bejat di Bengkalis Rudapaksa Anak Kandung

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 12:11 WIB

Harga Karet Sumsel Tembus Rp43 Ribu, Naik Rp1.199 dalam Dua Hari

Harga Karet Sumsel Tembus Rp43 Ribu, Naik Rp1.199 dalam Dua Hari

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 12:10 WIB

BRI Hadir Meriahkan Festival Musik Pestapora 2026

BRI Hadir Meriahkan Festival Musik Pestapora 2026

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 12:07 WIB

Eye Cream dan Eye Mask, Mana yang Lebih Efektif untuk Mencerahkan?

Eye Cream dan Eye Mask, Mana yang Lebih Efektif untuk Mencerahkan?

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 12:06 WIB

Toner Hada Labo untuk Kulit Apa? Ini 5 Variannya, Bisa Atasi Penuaan Sesuai Klaim

Toner Hada Labo untuk Kulit Apa? Ini 5 Variannya, Bisa Atasi Penuaan Sesuai Klaim

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 12:05 WIB

Ditinggal Jualan Tempe, Empat Rumah Perajin di Ngawi Ludes Terbakar

Ditinggal Jualan Tempe, Empat Rumah Perajin di Ngawi Ludes Terbakar

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 12:04 WIB

4 Zodiak Paling Lihai Menyembunyikan Rasa Cemburu di Depan Pasangan

4 Zodiak Paling Lihai Menyembunyikan Rasa Cemburu di Depan Pasangan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 12:03 WIB

Belum Lupa Kegagalan di Piala AFF, Timnas Indonesia Ingin Balas Kekalahan dari Singapura

Belum Lupa Kegagalan di Piala AFF, Timnas Indonesia Ingin Balas Kekalahan dari Singapura

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 12:00 WIB

×