Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ekonom Faisal Basri Tuding Dana Talangan Buat BUMN untuk Bayar Utang

Chandra Iswinarno, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 10 Juni 2020 | 19:18 WIB
Ekonom Faisal Basri Tuding Dana Talangan Buat BUMN untuk Bayar Utang
Faisal Basri. (Suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Suara.com - Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengkritik keras kebijakan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang memberikan dana talangan kepada sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terdampak Pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Menurut Faisal, dana talangan yang diberikan pemerintah hanya akal-akalan saja. Karena menurutnya, dana talangan tersebut hanya untuk membayar utang sejumlah BUMN yang sudah mulai jatuh tempo.

"Dana talangan investasi sebenarnya nggak bisa bayar utang, jadi akibat utang BUMN non sektor keuangan naik terus. Kita lihat dua tahun terakhir naik terus. Karena proyek belum menghasilkan ada miss match cash flow yang mengakibatkan tidak bayar utang," kata Faisal dalam sebuah diskusi online di Jakarta pada Rabu (10/6/2020).

Faisal kemudian mencontohkan, dari sejumlah BUMN yang mendapatkan data talangan, seperti Perumnas, Garuda Indonesia memiliki utang jatuh tempo dengan masing-masing mencapai Rp 650 miliar dan Rp 8,5 triliun.

"Perumnas yang jatuh tempo, yang mereka tidak bayar Rp 650 miliar, Garuda 500 juta dolar AS kalau dikurs rupiah menjadi Rp 8,5 triliun. Jadi inilah sebetulnya harus ditanggung rakyat juga. Dan oleh karena itu, data di APBN itu undervalue sekali. Dan ini, sangat menggangu kita menilai betapa ada kemunduran dalam disiplin fiskal. Oleh karena itu, jangan coba-coba membuat program yang membuat moral hazard yang lain," katanya.

Sehingga, kata dia, kucuran dana-dana itu tidak tepat. Apalagi dengan dalih dampak ekonomi Corona. Sebab, menurutnya, banyak sektor lain yang lebih butuh perhatian karena dampak pandemi.

Untuk diketahui, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjamin dana talangan yang diberikan pemerintah kepada sejumlah BUMN, bukan kepada perusahaan-perusahaan yang sedang mengalami masalah hukum atau sedang mengalami masalah likuiditas.

"Kami menyampaikan di sini bawa kalau ada yang sedang menghadapi masalah hukum dana dana tersebut tidak berarti akan diberikan begitu saja. Tapi ini akan dilakukan dengan tata kelola dan akuntabilitas dan transparansi yang tinggi, sehingga fungsi dari BUMN tetap terjalankan dan tidak kemudian terjadi penyalahgunaan dana talangan tersebut," katanya.

Total sedikitnya ada 11 BUMN yang dibantu oleh pemerintah, yang terdiri dari PT PLN, Hutama Karya, Askrindo, Garuda Indonesia, Kereta Api Indonesia, PTPN, PNM, Krakatau Steel, Perumnas, PT Pertamina dan ITDC.

baca juga

"Sehingga total dukungan pemerintah kepada BUMN adalah Rp 104,38," kata Sri Mulyani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Senang Dulu Rupiah Menguat, Ini Analisis Ekonom Senior Faisal Basri

Jangan Senang Dulu Rupiah Menguat, Ini Analisis Ekonom Senior Faisal Basri

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2020 | 18:08 WIB

Menteri Erick Sebut Utang Pemerintah ke BUMN Capai Rp 143,63 Triliun

Menteri Erick Sebut Utang Pemerintah ke BUMN Capai Rp 143,63 Triliun

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2020 | 20:43 WIB

Menteri Erick Rampingkan Jumlah BUMN dari 142 Jadi 107 Perusahaan

Menteri Erick Rampingkan Jumlah BUMN dari 142 Jadi 107 Perusahaan

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2020 | 18:29 WIB

Bos Garuda Harap Proses Dana Talangan dari Pemerintah Berjalan Cepat

Bos Garuda Harap Proses Dana Talangan dari Pemerintah Berjalan Cepat

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2020 | 18:41 WIB

Dana Talangan Pemerintah ke BUMN Hanya Sebagai Jaminan Pinjaman

Dana Talangan Pemerintah ke BUMN Hanya Sebagai Jaminan Pinjaman

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2020 | 13:07 WIB

Dana Talangan Jumbo BUMN Saat Corona, Menkeu Jamin Tak akan Disalahgunakan

Dana Talangan Jumbo BUMN Saat Corona, Menkeu Jamin Tak akan Disalahgunakan

Bisnis | Senin, 18 Mei 2020 | 16:20 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×