Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Sri Mulyani Klaim Dampak Covid ke Ekonomi Indonesia Tak Separah Negara Lain

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 30 Juni 2020 | 14:26 WIB
Sri Mulyani Klaim Dampak Covid ke Ekonomi Indonesia Tak Separah Negara Lain
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Suara.com/Muslimin)

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, semua negara-negara maju di kuartal kedua kondisi ekonominya merosot cukup tajam akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Termasuk juga Indonesia, meski nasibnya masih jauh lebih baik menurutnya. Sri Mulyani lantas mencontohkan semisal negara Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman dan Prancis yang dari banyak laporan menyebut kontraksi pertumbuhannya bisa minus double digit.

"Estimasi di Amerika bisa sampai menjadi mendekati 10 persen, di Inggris bisa 15 persen, di Jerman kontraksinya 11 persen, di Prancis minusnya bahkan sampai 17 persen, Jepang minusnya 8 persen, bahkan India yang selama ini dianggap negara berkembang seperti Indonesia yang pertumbuhannya diperkirakan bisa (minus) mencapai 12 persen," kata Sri Mulyani dalam konkret pers virtual di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Bandingkan dengan Indonesia kata dia, yang diprediksi kuartal II ini pertumbuhannya kontraksi sebesar 3,8 persen. Menurut dia angka ini masih jauh lebih baik jika dibandingkan dengan negara lain.

"Bandingkan negara-negara maju yang tadi atau bahkan India, Singapura yang -6,8 persen. Namun ini adalah contoh estimasi yang berbasiskan indikator-indikator yang kita bisa track. Tentu kita nanti akan melihat BPS menyampaikan angka pastinya di kuartal kedua pada awal Agustus yang akan datang," katanya.

"Inilah yang menjadi tantangan bagi kita semua, bahwa Indonesia pun nanti akan terpengaruh. Karena kita melakukan berbagai langkah-langkah pencegahan covid dalam bentuk PSBB, yang kemudian mempengaruhi ekonomi kita di Kuartal kedua. Estimasi kami di kementerian keuangan negatifnya -3,8 persen," tambah mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wajar Jokowi Geram soal Anggaran Kesehatan, Sri Mulyani Ungkap Datanya

Wajar Jokowi Geram soal Anggaran Kesehatan, Sri Mulyani Ungkap Datanya

Bisnis | Senin, 29 Juni 2020 | 14:26 WIB

Corona Belum Berakhir, Insentif Pajak Diperpanjang Sampai Akhir Tahun

Corona Belum Berakhir, Insentif Pajak Diperpanjang Sampai Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 29 Juni 2020 | 13:35 WIB

4 Bank BUMN Diguyur Rp 30 Triliun, Sri Mulyani Beri Penjelasan ke DPR

4 Bank BUMN Diguyur Rp 30 Triliun, Sri Mulyani Beri Penjelasan ke DPR

Bisnis | Senin, 29 Juni 2020 | 12:24 WIB

Terkini

Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah

Sepanjang Tahun, Bulog Tetap Menyerap Gabah dan Beras Petani Sesuai Arahan Pemerintah

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:53 WIB

Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru

Strava Kena Pajak PPN PMSE, Biaya Langganan Naik? Ini Daftar Harga Terbaru

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:48 WIB

Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?

Rebalancing MSCI: Mengapa AMMN dan DSSA Lebih Tangguh dari Saham Prajogo Pangestu?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG Sampai Nol Rupiah, Tapi Akui Tak Bisa

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:22 WIB

Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber

Binus Resmikan Magister Hukum Bisnis, Fokus Perdagangan Internasional hingga Siber

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 11:19 WIB

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Program E20 Jadi Senjata Baru Kurangi Impor BBM, Ini Kebutuhan Etanol Indonesia

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:33 WIB

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 10:05 WIB

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Pasar Logistik ASEAN Tembus Rp6.958 Triliun, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Pemimpin

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:51 WIB

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.865 per Dolar AS, BI Disebut Lakukan Intervensi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:26 WIB

Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram

Sinyal untuk Beli, Harga Emas Antam Terus Turun Jadi Rp2.645.000/Gram

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:23 WIB

×