Naik 1,5 Persen, Harga Emas Dunia Tembus 1.842 Dolar AS per Ounce

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Naik 1,5 Persen, Harga Emas Dunia Tembus 1.842 Dolar AS per Ounce
Ilustrasi emas batangan.

Harga emas melonjak ke level tertinggi karena didorong aksi jual dolar AS.

Suara.com - Harga emas melonjak ke level tertinggi karena didorong aksi jual dolar AS dan ekspektasi untuk peningkatan stimulus guna membantu pemulihan ekonomi yang terpukul pandemi virus corona.

Sementara, perak melesat melewati ambang 20 dolar AS ke tingkat tertinggi lebih dari enam tahun.

Mengutip CNBC, Rabu (22/7/2020) harga emas di pasar spot melejit 1,5 persen menjadi 1.842,52 dolar AS per ounce. Emas mencapai level tertinggi sejak September 2011 dan berada di jalur untuk mencatat kenaikan harian terbesar sejak awal Mei.

Sedangkan emas berjangka patokan Amerika Serikat ditutup melambung 1,5 persen menjadi 1.843,9 dolar AS per ounce.

Dolar AS, dipandang sebagai saingan safe-haven untuk emas, mencapai level terendah lebih dari empat bulan.

Pemimpin kongres AS akan membahas paket stimulus baru pekan ini, dan pemimpin Uni Eropa menyetujui kesepakatan "bersejarah" pada rencana stimulus besar-besaran.

Logam lainnya, perak melonjak 6,4 persen menjadi 21,18 dolar AS per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak Juli 2014 di posisi 21,20 dolar AS per ounce.

Sementara paladium meroket 5 persen menjadi 2.156,71 dolar AS per ounce, setelah mencapai puncaknya sejak 21 April. Platinum melonjak 5,2 persen menjadi 886,97 dolar AS per ounce, setelah naik ke level tertinggi sejak 10 Maret.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS