Kilau Emas Dunia Makin Kinclong, Tembus 1.947 Dolar AS per Ounce

Rabu, 29 Juli 2020 | 07:34 WIB
Kilau Emas Dunia Makin Kinclong, Tembus 1.947 Dolar AS per Ounce
Ilustrasi emas batangan.

Suara.com - Harga emas menguat pada Selasa, ketika The Fed memulai pertemuan yang diprediksi memberikan lebih banyak stimulus moneter untuk mendukung perekonomian Amerika yang terpukul virus corona.

Mengutip CNBC, Rabu (29/7/2020) harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi 1.947,19 dolar AS per ounce. Sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,7 persen lebih tinggi menjadi 1.944,60 dolar AS per ounce.

Sebelumnya, emas melonjak ke rekor tertinggi 1.980,57 dolar AS per ounce, tetapi kemudian harga merosot sebanyaknya 3,7 persen karena investor membukukan keuntungan dan dolar AS mulai bangkit kembali.

Kini, investor menunggu hasil pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve, setelah bank sentral AS itu mengumumkan perpanjangan beberapa fasilitas pinjaman hingga akhir tahun.

Saham Wall Street merosot ketika paket bantuan senilai 1 triliun dolar AS yang diumumkan Senat Partai Republik AS menghadapi penentangan dari anggota Demokrat dan Republik.

Perak menyusut setelah melambung 6,4 persen ke level tertinggi sejak April 2013 di 26,19 dolar AS per ounce. Terakhir, perak turun 2,2 persen menjadi 24,07 dolar AS per ounce.

Sementara platinum melemah 0,2 persen menjadi 943,80 dolar AS per ounce dan palladium melorot 1,2 persen menjadi 2.283,27 dolar AS per ounce.

Sebelumnya, petinggi Senat Amerika dari Partai Republik mengungkapkan, paket bantuan virus corona senilai 1 triliun dolar AS.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan Amerika Serikat (AS) kembali meluncurkan paket stimulus untuk bisnis dan warganya yang terdampak pandemi virus corona.

Baca Juga: Rekor! Harga Emas Antam Tembus Rp 1.022.000 per Gram

Dalam wawancara di program "State of the Union" CNN pada Minggu (26/7/2020), Kudlow mengatakan Partai Republik telah menyelesaikan RUU stimulus baru yang bernilai sekitar 1 triliun dolar AS.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, dengan analis juga menunjuk aliran besar-besaran menuju ETF emas sebagai pendorong di balik reli logam kuning.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI