Badan Anggaran DPR Dukung Penuh Vaksin Corona Karya Anak Bangsa

Iwan Supriyatna

Sabtu, 22 Agustus 2020 | 05:51 WIB
Badan Anggaran DPR Dukung Penuh Vaksin Corona Karya Anak Bangsa
Ilustrasi vaksin virus corona. (ANTARA/Shutterstock/am.)

Suara.com - Temuan vaksin corona hasil karya anak bangsa yang pengujiannya terus diupayakan pemerintah mendapat apresiasi dari Badan Anggaran (Banggar) DPR.

Vaksin Covid-19 hasil kerjasama TNI Angkatan Darat, Badan Intelijen Negara (BIN) dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya serta didukung oleh PT Kimia Farma (Persero) Tbk merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah mendorong upaya pemulihan kesehatan rakyat.

“Wajib kita apresiasi kegigihan berbagai pihak dalam menemukan obat dan vaksi di dalam negeri. Ini wujud ikhtiar nyata yang seharusnya patut kita banggakan bersama,” ujar Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah ditulis Sabtu (22/8/2020).

Menurutnya, pandemi Covid-19 telah berkembang sedemikian rupa, menjadi awan tebal bagi kesehatan umat manusia di seluruh dunia.

Karena itu, upaya bahu membahu dan gotong royong menemukan obat Covid-19 patut didukung oleh segenap anak bangsa.

Sebab bila pandemi ini berlarut-larut maka dunia akan menghadapi ancaman kehancuran ekonomi yang jauh lebih serius, termasuk juga angka kematian di berbagai negara yang kemungkinan akan terus meningkat.

“Begitu beratnya beban kesehatan, social dan ekonomi oleh warga dunia, berbagai negara berpacu dengan waktu menemukan obat dan vaksin untuk mengatasi Covid-19,” tegasnya.

Said mengaku, terdapat pro dan kontra beberapa soal obat dan vaksin covid-19 ini. Namun alangkah bijaknya jika perbedaan ini diselesaikan melalui mimbar akademik-klinis.

Sebab persengketaan opini para ahli di media massa justru akan menimbulkan ketidakpercayaan publik atas pihak-pihak yang sedang berupaya menemukan obat dan vaksin.

baca juga

“Jadi, jika para ahli menemukan beberapa kelemahan proses dan prosedur akademik-klinis maka alangkah baiknya dibicarakan dan diselesaikan melalui mimbar atau forum yang pas,” tegasnya.

Sejak Covid-19 muncul di Wuhan, Tiongkok akhir tahun lalu, hingga kini telah menjangkiti 22,57 juta warga dunia. Hal ini mengakibatkan 791 ribu manusia meninggal dunia.

Di Indonesia Covid-19 telah menjangkiti lebih dari 144,9 ribu warga. Bahkan penyakit dengan daya penularan yang tinggi ini menyebabkan 6.346 anak bangsa meninggal dunia.

Presiden Joko Widodo sendiri telah mendorong calon vaksin dari Sinovac Biotech Ltd menjalani uji klinis fase tiga di Universitas Padjajaran.

“Kita harapkan langkah ini segera sukses, sehingga target tahun depan untuk mendapatkan vaksin sebagai cara pencegahan medis terhadap Covid-19 segera dinikmati bangsa kita,” harapnya.

Lebih lanjut, Ketua DPP PDIP Bidang Perekonomian ini mendukung langkah BP POM dan Menteri Kesehatan (Menkes) bila telah memenuhi ketentuan medis dan peraturan perundang-undangan untuk segera menerbitkan surat izin edar obat.

“Saya mendorong sesegera mungkin Menkes memasukkan kombinasi obat baru tersebut dalam protocol kesehatan pada pasien treatment Covid-19 dan pendistribusiannya secara nasional bila izin edar obat tersebut telah dikeluarkan oleh BP POM,” ujarnya.

Sebelumnya, BP POM telah mengeluarkan rekomendasi terkait calon obat dan vaksin covid-19 buatan dalam negeri ini.

Rekomendasi tersebut antara lain pemberian izin uji klinis pada tanggal 3 Juli 2020 terhadap subyek yang dipersyaratkan sebanyak 696 pasien relawan.

Pelaksanaan uji klinis diawasi dan diverifikasi oleh BP POM dan Tim Komisi Nasional Obat.

Setelah mendapat izin uji klinis oleh BP POM, peneliti Unair bekerjasama dengan BIN dan TNI AD telah melaksanakan uji klinis secara multicenter dibeberapa rumah sakit seperti Rumah Sakit Secapa TNI AD, Rumah Sakit Polri, Poliklinik BIN, Rumah Sakit Unair, dan Gedung isolasi Lamongan sejak 7 Jul I sampai 4 Agustus 2020 dengan melibatkan 754 relawan.

Hasil pelaksanaan uji klinis fase 3 tersebut telah diserahkan ke BP POM tanggal 19 Agustus 2020.

Sayangnya, upaya keras menemukan obat Covid-19 ini justru mendapatkan narasi negative beberapa pihak melalui media massa.

Karenanya, Politisi Senior PDIP ini mengharapkan media membantu bangsa dan negara ini dengan menjadi clearing house dalam menghadapi pandemi Covdi-19 ini.

Sehingga konten-konten pemberitaan memberikan narasi optimisme dan kebangkitan bangsa Indonesia dari tekanan pandemi ini.

Sebab pembentukan narasi positif adalah energi besar yang bisa membangkitkan bangsa.

“Jangan ada mafia binis perdagangan obat bermain lewat berbagai media dan pendengung atas kerjasama Unair, TNI AD, BIN dan Kimia Farma ini,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ridwan Kamil Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac Selasa 25 Agustus

Ridwan Kamil Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac Selasa 25 Agustus

Jabar | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 17:10 WIB

Ketua DPR : Parlemen harus Berinovasi Demi Ringankan Beban Masyarakat

Ketua DPR : Parlemen harus Berinovasi Demi Ringankan Beban Masyarakat

DPR | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 10:10 WIB

Indonesia Akan Dipasok 40 Juta Vaksin Corona Sinovac Asal China

Indonesia Akan Dipasok 40 Juta Vaksin Corona Sinovac Asal China

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2020 | 09:58 WIB

Terkini

Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?

Ambisi Besar PSSI di Piala Asia 2027: 10 Pemain Naturalisasi Jadi Senjata Rahasia?

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 07:15 WIB

5 Rekomendasi Tas Exsport Stylish dan Awet 2026: Badak untuk Kuliah, Kerja, hingga Hangout!

5 Rekomendasi Tas Exsport Stylish dan Awet 2026: Badak untuk Kuliah, Kerja, hingga Hangout!

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 06:45 WIB

Sadap-Menyadap di Warkop: Dari Tiga Jenderal hingga Kasbon Berenkripsi

Sadap-Menyadap di Warkop: Dari Tiga Jenderal hingga Kasbon Berenkripsi

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 06:30 WIB

Apple Kirim Peringatan Spyware iPhone di 99 Negara dan Cara Mengatasinya

Apple Kirim Peringatan Spyware iPhone di 99 Negara dan Cara Mengatasinya

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 06:25 WIB

Bangun Papua Tak Cukup Fisik, Warga Ingin Ada Rasa Aman dan Damai

Bangun Papua Tak Cukup Fisik, Warga Ingin Ada Rasa Aman dan Damai

News | Minggu, 08 November 2026 | 06:24 WIB

4 Shio Paling Beruntung 8 November 2026: Macan hingga Babi Panen Hoki dan Rezeki

4 Shio Paling Beruntung 8 November 2026: Macan hingga Babi Panen Hoki dan Rezeki

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 06:15 WIB

Tak Siapkan Pidato, Penyanyi Cilik Etenia Croft Sukses Sabet Trofi AMI Awards 2026

Tak Siapkan Pidato, Penyanyi Cilik Etenia Croft Sukses Sabet Trofi AMI Awards 2026

Entertainment | Minggu, 08 November 2026 | 06:05 WIB

Dari Dapur hingga Bengkel Pelosok: 12 Inovasi Nyata Anak Bangsa Selamatkan Masa Depan Bumi

Dari Dapur hingga Bengkel Pelosok: 12 Inovasi Nyata Anak Bangsa Selamatkan Masa Depan Bumi

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 05:55 WIB

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 01:24 WIB

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

×