Pembangunan Embung di Kota Batu Bangkitkan Semangat Petani

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 16 September 2020 | 11:03 WIB
Pembangunan Embung di Kota Batu Bangkitkan Semangat Petani
Pembangunan embung di Dusun Sebrang Bendo, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. (Dok : Kementan).

Suara.com - Pembangunan embung yang dilakukan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, disambut antusias petani. Sebab, embung bisa memenuhi ketersediaan air untuk aktivitas pertanian. Embung yang dibangun Ditjen PSP Kementerian Pertanian dilakukan secara swakelola oleh Kelompok Tani Sumber Rejeki di Dusun Sebrang Bendo, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Untuk memaksimalkan embung tersebut, Ditjen PSP juga membenahi instalasi jalur air, juga tandon air. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan embung dibangun untuk memastikan air tetap tersedia selama kemarau. Sehingga pertanian bisa terus berlangsung.

“Kondisi kelangkaan air pada musim kemarau dan kelebihan air pada musim hujan sangat berpengaruh dalam usaha pertanian. Oleh karena itu, dibutuhkan manajemen air untuk mengelola hal tersebut. Salah satunya dengan pembangunan embung. Dengan cara ini, air akan selalu tersedia meski kemarau,” terang Mentan SYL, Rabu (16/9/2020).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan embung adalah upaya konservasi air. “Konservasi air dilakukan melalui pemanenan air hujan dan aliran permukaan (rain fall and run off harvesting) sangat dibutuhkan untuk dimanfaatkan pada saat terjadi krisis air, terutama pada musim kemarau sebagai bentuk adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Dan embung menjawab hal itu,” tuturnya.

Sarwo Edhy mengatakan, pola pemanenan air melalui Embung Pertanian diarahkan untuk menambah ketersediaan air untuk pertanian. “Tidak itu saja, embung dapat memperlambat laju aliran permukaan dengan meresapkan air. Teknologi ini dianggap efektif karena secara teknis dapat menampung volume air dalam jumlah relatif besar dan dapat mengairi areal yang relatif luas,” katanya. 

Ditambahkannya, kegiatan adaptasi melalui Pengembangan Embung Pertanian yang lokasinya relatif dekat dengan kawasan pertanian merupakan upaya konservasi air yang tepat guna, murah dan spesifik lokasi, serta dapat mengatur ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan air (water demand) di tingkat usaha tani. 

“Pola konservasi air yang sederhana tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan kemampuan petani yaitu menampung air limpasan atau dari mata air, dan atau meninggikan muka air dalam skala,” terangnya.

Beberapa syarat yang telah dipenuhi dari lokasi pembuatan embung meliputi, tekstur tanah sebaiknya lahan dengan tanah liat berlempung, kemiringan lahan areal pertanaman antara 8 - 30% agar limpahan air permukaan dapat dengan mudah mengalir ke dalam embung dan air embung mudah disalurkan ke petak-petak tanaman,  dekat dengan saluran air yang ada disekitarnya atau memiliki daerah tangkapan hujan

“Bantuan embung ini diharapkan dapat membantu petani dalam hal irigasi dan tidak mengandalkan air hujan lagi sehingga dapat meningkatkan hasil produksi pertanian, khususnya petani revit apel. Demi mewujudkan Desa Berdaya Kota Batu Embung pertanian merupakan solusi teknis pemanenan air (water harvesting) yang apabila dibangun sesuai kriteria teknis, mampu meningkatkan ketersediaan air dan indeks pertanaman,” ujar Sarwo Edhy lagi. 

baca juga

Embung bertujuan untuk menampung air hujan dan aliran permukaan (run off) pada wilayah sekitarnya. Serta sumber  air lainnya yang memungkinkan seperti mata air, parit, sungai-sungai kecil dan sebagainya dan untuk menyediakan sumber air sebagai suplesi irigasi di musim kemarau untuk tanaman palawija, hortikultura semusim, tanaman perkebunan semusim dan peternakan.

Saji dari Kelompok Tani Sumber Rejeki yang juga pelaksana lapangan pembangunan embung, mengucapkan terima kasih ke Ditjen PSP Kementan atas realisasi embung. “Bantuan embung akan bermanfaat untuk mendukung revit tanaman apel di demplot. Embung bisa bermanfaat dan memenuhi kebutuhan air pertanian. Untuk air, kami memang masih kemarau jadi belum terpenuhi maksimal, tapi saat hujan akan sangat bermanfaat,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Food Estate Bakal Digarap Kementan dengan Maksimal

Program Food Estate Bakal Digarap Kementan dengan Maksimal

Bisnis | Selasa, 15 September 2020 | 14:16 WIB

Dengan Asuransi, Petani Sinjai Tidak akan Rugi

Dengan Asuransi, Petani Sinjai Tidak akan Rugi

Bisnis | Senin, 14 September 2020 | 13:09 WIB

Cuaca Tak Bersahabat, Mentan Ingatkan Petani Ikut Asuransi Usaha Tani Padi

Cuaca Tak Bersahabat, Mentan Ingatkan Petani Ikut Asuransi Usaha Tani Padi

Bisnis | Minggu, 13 September 2020 | 11:39 WIB

Mentan Kunjungi Food Estate Hortikultura, Program Super Prioritas Kementan

Mentan Kunjungi Food Estate Hortikultura, Program Super Prioritas Kementan

Bisnis | Sabtu, 12 September 2020 | 11:10 WIB

Mentan : Petani harus Antisipasi Kondisi yang Bisa Ancam Lahan Pertanian

Mentan : Petani harus Antisipasi Kondisi yang Bisa Ancam Lahan Pertanian

Bisnis | Jum'at, 11 September 2020 | 12:44 WIB

Banjir di Kabupaten Landak, Mentan Minta Petani Data Lahan yang Kebanjiran

Banjir di Kabupaten Landak, Mentan Minta Petani Data Lahan yang Kebanjiran

Bisnis | Kamis, 10 September 2020 | 14:55 WIB

Terkini

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:24 WIB

Saat Kecantikan dan Fashion Bertemu dalam Gaya yang Lebih Personal

Saat Kecantikan dan Fashion Bertemu dalam Gaya yang Lebih Personal

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 21:11 WIB

Dugaan Napi Huni 'Rumah Apartemen' di Lapas Cibinong, Ditjenpas: Ini Rumah Dinas

Dugaan Napi Huni 'Rumah Apartemen' di Lapas Cibinong, Ditjenpas: Ini Rumah Dinas

Video | Kamis, 24 September 2026 | 21:10 WIB

Bangkai Paus Terdampar di Hutan Mangrove Sungai Bahale Indragiri Hilir

Bangkai Paus Terdampar di Hutan Mangrove Sungai Bahale Indragiri Hilir

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 20:59 WIB

Sinopsis Take Charge of My Heart: Romansa Fantasi, Tayang 9 Oktober

Sinopsis Take Charge of My Heart: Romansa Fantasi, Tayang 9 Oktober

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 20:55 WIB

Dari Bawah Laut hingga Pegunungan, Tren Adventure Makin Beragam

Dari Bawah Laut hingga Pegunungan, Tren Adventure Makin Beragam

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 20:54 WIB

Vaksin Hewan Indonesia Tembus Pasar Afrika, Vaksindo Ekspor Rp1,9 Miliar

Vaksin Hewan Indonesia Tembus Pasar Afrika, Vaksindo Ekspor Rp1,9 Miliar

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 20:52 WIB

Ketemu KDM, Surya Kades Terpilih Mekarwangi Sampaikan Keluhan Pembangunan

Ketemu KDM, Surya Kades Terpilih Mekarwangi Sampaikan Keluhan Pembangunan

News | Kamis, 24 September 2026 | 20:51 WIB

Muncul Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Muncul Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Bogor | Kamis, 24 September 2026 | 20:49 WIB

Faktor X yang Buat Beckham Putra Cs Tak Dipanggil John Herdman, Masalah Attitude?

Faktor X yang Buat Beckham Putra Cs Tak Dipanggil John Herdman, Masalah Attitude?

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 20:48 WIB

×