Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Anggaran Pilkada Serentak Membengkak Akibat Corona

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 22 September 2020 | 14:25 WIB
Anggaran Pilkada Serentak Membengkak Akibat Corona
Ilustrasi Pilkada. (Antara)

Suara.com - Pemerintah tetap kekeh menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada akhir tahun ini meski di tengah-tengah pandemi wabah virus corona atau Covid-19.

Bahkan akibat pagebluk corona ini, pemerintah harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk mensukseskan pesta demokrasi ini.

"Total anggaran dari Pilkada yang sebelum ada protokol kesehatan Rp 15,23 triliun yang didanai APBD, dengan adanya protokol kesehatan anggarannya menjadi Rp 20,46 triliun," kata Sri Mulyani dalam konfrensi pers APBN Kita melalui video teleconference di Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Sri Mulyani merinci dari Rp 20,46 triliun anggaran yang diperlukan, sebesar Rp 15,23 triliun sudah direalisasikan.

"Posisi awal September, adalah sebesar Rp 14,2 triliun atau 93,2 persen dan sedang dalam proses pencairan lainnya sebesar Rp 1,025 triliun, itu dari APBD," papar Sri Mulyani.

Kemudian karena adanya pandemi virus corona dan untuk menjaga protokol kesehatan selama pemilu, KPU meminta adanya tambahan anggaran sebesar Rp 15,01 triliun.

"Anggarannya KPU di mana Rp 10,24 triliun berasal dari APBD, dan Rp 4,77 triliun dibantu APBN dan sudah dilakukan pencairan Rp 941,4 miliar dan tahap II Rp 2,84 triliun berproses, ini posisi awal September," ucapnya.

Sedangkan untuk anggaran Bawaslu sebesar Rp 3,93 triliun, berasal dari APBD Rp 3,46 triliun dan tambahan dari APBN sebesar Rp 474,9 miliar.

"Ini sudah kita cairkan dalam dua tahap, tahapan pertama Rp 157,4 miliar dan tahap II Rp 237,4 miliar," katanya.

baca juga

Sementara untuk pengamanan pemilu anggaran yang dipersiapkan sebesar Rp 1,52 triliun sudah dialokasikan lewat APBD sesuai dengan penganggaran tersebut.

"Itu yang dipakai untuk Pilkada 2020. Pilkada itu memang seharusnya berasal dari APBD dan lebih dari 246 daerah sudah mentransfer 100 persen dan masih ada yang belum, itu nanti akan kita track terus," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tes Kesehatan Bakal Calon Independen Pilkada Malang Ditunda Sebab Covid

Tes Kesehatan Bakal Calon Independen Pilkada Malang Ditunda Sebab Covid

Jatim | Selasa, 22 September 2020 | 14:23 WIB

Bahayakan Nyawa Umat, Habib Rizieq Berseru Boikot Pilkada 2020

Bahayakan Nyawa Umat, Habib Rizieq Berseru Boikot Pilkada 2020

News | Selasa, 22 September 2020 | 14:23 WIB

Saran Ustaz Hilmi Jika Pilkada Tetap Desember 2020, Masalahnya KPU Tak Siap

Saran Ustaz Hilmi Jika Pilkada Tetap Desember 2020, Masalahnya KPU Tak Siap

News | Selasa, 22 September 2020 | 13:55 WIB

Terkini

RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham

RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:39 WIB

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:56 WIB

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:55 WIB

Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO

Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:38 WIB

Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah

Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:18 WIB

RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar

RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:18 WIB

PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus

PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:06 WIB

Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen

Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855

Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:36 WIB

Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual

Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:32 WIB