- Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melantik Norman Joesoef sebagai Wakil Menteri Pertahanan pada Agustus 2026.
- Norman Joesoef merupakan CEO Republikorp dan sosok non-militer pertama yang mengisi jabatan wakil menteri pertahanan tersebut.
- Penunjukan ini bertujuan mempercepat kemandirian industri pertahanan melalui kerja sama strategis internasional yang telah dirintis sebelumnya.
Suara.com - Kabar adanya perombakan atau reshuffle kabinet pada bulan Agustus 2026, kembali menguat. Terbaru, Presiden Prabowo Subianto disebut-sebut akan melantik pengusaha muda sekaligus pakar industri pertahanan, Norman Joesoef sebagai Wakil Menteri Pertahanan RI.
Norman Joesoef masuk dalam jajaran pengusaha muda yang tengah naik daun. Dia adalah pendiri sekaligus CEO Republikorp, perusahaan swasta nasional bidang pertahanan serta teknologi strategis.
"Dia bukan dari kalangan militer. Tapi Norman akan masuk jajaran kabinet saat reshuflle bulan Agustus ini," kata Sumber yang mengetahui hal itu kepada Suara.com, Kamis (6/8/2026).
Munculnya nama Norman Joesoef sebagai pendamping Menhan sjafrie Sjamsoeddin, dinilai sebagai langkah strategis Prabowo mempercepat kemandirian industri pertahanan dalam negeri.
Sebagai sosok yang telah lama berkecimpung di sektor alutsista dan perlengkapan taktis, Norman dinilai memiliki kapasitas teknis dan manajerial yang mumpuni mewujudkan visi pertahanan Prabowo yang modern dan mandiri.
"Nama Norman Joesoef memang menguat di lingkaran istana. Beliau dianggap representasi profesional yang paham betul seluk-beluk industri pertahanan dari hulu ke hilir. Pelantikannya bulan Agustus ini bersamaan dengan beberapa penyesuaian posisi lainnya," ujar Sumber di lingkungan pemerintahan yang enggan disebutkan namanya.
Untuk diketahui, posisi Wamenhan RI saat ini dijabat oleh Marsekal (purn) Donny Ermawan Taufanto. Dia juga baru dilantik sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia.
Lebih Sering Dibawa Prabowo
Norman bukan orang baru di industri pertahanan. Ia tercatat sudah dipercaya Prabowo untuk memperkuat industri pertahanan nasional sejak sang presiden masih menjadi menteri pertahanan.
Tahun 2024, Norman menjadi pihak pengusaha yang meneken kerja sama pengadaan rudal permukaan-ke-permukaan Cakir dan rudal pertahanan udara Sungur.
Penandatanganan kerja sama itu diteken Norman di hadapan Prabowo sebagai menhan serta Secretary of Turkish Defence Industries, Haluk Gorgun, Senin 26 Agustus 2024.

Tahun 2025, saat Indo Defence 2025 Expo & Forum, Prabowo yang sudah menjadi presiden menyempatkan diri datang dan meninjau kapal rudal siluman (stealth missile boat) generasi terbaru yang diluncurkan Republikorp milik Norman.
Pada tahun yang sama, Prabowo memperkenalkan Norman kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang bertandang ke Indonesia.
Di hadapan kedua presiden, Istana Kepresidenan Bogor Rabu 12 Februari 2025, Norman meneken kerja sama antara Republikorp dan perusahaan Turki Baykar, terkait pembangunan pabrik pesawat nirawak atau drone di Indonesia.
Lalu, ketika Prabowo bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron dan PM Sebastien Lecornu, 28 Mei 2026, Norman Joesoef justru masuk dalam jajaran rombongan.

Prabowo juga memperkenalkan Norman kepada Narendra Modi, ketika Perdana Menteri India tersebut berkunjung ke Indonesia 8 Juli 2026.
Dalam pertemuan itu pula, Norman meneken perjanjian kerja sama rudal supersonik udara-ke-udara BrahMos.