Tingkatkan Kualitas Kopi Lewat Pengendalian OPT Sejak Pembenihan

Iwan Supriyatna

Selasa, 27 Oktober 2020 | 11:53 WIB
Tingkatkan Kualitas Kopi Lewat Pengendalian OPT Sejak Pembenihan
Ilustrasi kopi.

Suara.com - Komoditas kopi sangat potensial dikembangkan karena memiliki pasar yang luas. Agar tanaman kopi bisa berkembang dengan baik, produktivitas tinggi dan berkualitas, perlu dilakukan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) sejak dari pembenihan.

Peneliti Proteksi Tanaman Balittri, Samsudin mengatakan, agar bibit kopi aman dari serangan OPT, saat melakukan pembenihan harus dipasang plastik alas perbenihan.

Pemasangan plastik ini sangat efektif untuk mengurangi gula, dan dalam rangka mengendalikan ulat tanah.

“Agar bibit kopi tumbuh dengan baik, tambahkan pupuk hayati dan agen hayati. Lakukan penyulaman dan penyiangan manual. Bisa juga menggunakan pestisida apabila sangat diperlukan. Dan jangan lupa gunakan bibit bersertifikat,” kata Samsudin, dalam sebuah webinar, ditulis Selasa (27/10/2020).

Menurut Samsudin, untuk menekan tingginya OPT, kopi yang ditanam harus terintegrasi sejak tanam. Artinya, jangan tanam kopi arabika di dataran rendah. Apabila tanam kopi arabika harus di tempat yang tinggi (800-2.000 mdpl).

“Jarak tanamnya juga diperhatikan. Kalau arabika jarak tanamnya 2 x 1,5 meter. Dalam satu hektar sekitar 2.000-2.400 batang,” ujarnya.

Sedangkan untuk robusta, lanjut Samsudin bisa ditanam di dataran rendah ( 100-600 mdpl). Jarak tanamnya 2,5 x 25 atau 3 x 2 meter.

“Kopi robusta yang ditanam di dataran rendah akan lebih tahan terhadap serangan karat daun,” ujarnya.

Menurut Samsudin, agar tanaman kopi lebih tahan serangan OPT dan produktivitasnya tinggi, cara tanamnya harus benar (sesuai GAP).

baca juga

Sehingga sebelum tanam, petani harus membuat lubang tanam untuk pupuk organik dan agen hayati. Lubang tanam dibuat 6 bulan pra tanam dengan luas permukaan 60 x 60 Cm, dan yang bawah 40 x 40 Cm.

Samsudin juga mengatakan, ketika tanaman sudah beranjak dewasa jangan lupa untuk melakukan penyiangan dengan membuat piringan (bobokor) di bawah pohon. Piringan ini berfungsi untuk melakukan pemupukan.

“Rumput yang ada di sekitar piringan dibiarkan tumbuh. Akan lebih baik di sekitar tanaman kopi ada tanaman refugia,” katanya.

Agar tanaman kopi produktivitasnya tinggi, lanjut Samsudin, petani harus melakukan pemupukan berimbang dengan agen hayati. Limbah dari daun sebaiknya ditanam untuk member tambahan nutrisi pada kopi.

“Lakukan pemangkasan untuk menghilangkan sumber hama dan penyakit. Pemangkasan juga membentuk tanaman lebih sehat, mengatur tinggi tanaman, sinar matahari akan masuk, sehingga populasi hama berkurang,” kata Samsudin.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong jajarannya untuk lebih sigap melakukan antisipasi perlindungan tanaman pada sektor pertanian maupun perkebunan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak 8 Tahun Semalaman Tunggu Ayahnya yang Meninggal karena Terseret Banjir

Anak 8 Tahun Semalaman Tunggu Ayahnya yang Meninggal karena Terseret Banjir

News | Senin, 26 Oktober 2020 | 13:19 WIB

9 Rempah Ini Bisa Ditambah Saat Seduh Kopi Sumsel, Silakan Dicoba!

9 Rempah Ini Bisa Ditambah Saat Seduh Kopi Sumsel, Silakan Dicoba!

Sumsel | Senin, 26 Oktober 2020 | 08:23 WIB

Ini Risiko yang Mengintai Jika Ibu Hamil Minum Kopi Berlebihan

Ini Risiko yang Mengintai Jika Ibu Hamil Minum Kopi Berlebihan

Health | Minggu, 25 Oktober 2020 | 14:05 WIB

Terkini

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

×