Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.831

Tingkatkan Konektivitas, Pemerintah Bangun Infrastruktur Digital yang Kuat

Fabiola Febrinastri

Kamis, 05 November 2020 | 16:40 WIB
Tingkatkan Konektivitas, Pemerintah Bangun Infrastruktur Digital yang Kuat
Menkominfo Johnny G Plate. [Suara.com/Ria Rizki]

Suara.com - Untuk meningkatkan konektivitas telekomunikasi dalam mengurangi kesenjangan digital, pemerintah menerapkan tiga skema pendanaan untuk membangun infrastruktur digital yang kuat dan inklusif. Pandemi Covid-19 merupakan momentum tepat untuk membangun digitalisasi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Tidak hanya akan membantu pemulihan ekonomi, tetapi juga akan menuntun kita menuju masyarakat digital yang tangguh. Pandemi juga telah mengungkap ketidaksetaraan di domain digital," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, dalamThe Leadership Dialogue International Telecommunication Union Regional Development Forum Asia and The Pacific Region (RDF-ASP 2020) secara virtual di Jakarta, Senin (2/11/2020).

RDF-ASP 2020 digelar pada 2 - 5 November 2020 di platform virtual.

Tahun ini, RDF-ASP 2020 juga akan membahas persiapan dan perencanaan menuju World Telecommunication Development Conference 2021 (WTDC-21) yang akan diselenggarakan Ethiopia.

Menurutnya, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Kementerian Komunikasi dan Telekomunikasi (Kominfo) akan memastikan keberlanjutan proyek-proyek digital melalui tiga skema pendanaan.

"Pertama, Universal Service Obligation (USO) yang disumbangkan dari penyedia layanan telekomunikasi. Kedua, Penerimaan Negara Bukan Pajak dari sektor TIK; dan ketiga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara," jelasnya.

Johnny menegaskan, tiga skema pembiayaan itu merupakan bukti kuat komitmen pemerintah dalam pemerataan pembangunan infrastruktur konektivitas telekomunikasi.

"Pembiayaan campuran tersebut menunjukkan tindakan tegas Presiden Joko Widodo dan komitmen kuat untuk membangun infrastruktur yang kokoh dengan semangat inklusivitas, di mana tidak akan ada yang tertinggal," tandasnya.

Dalam acara yang dipandu DirekturTelecommunications Development Bureau ITU, Ms. Doreen Bogdan-Martin itu, Johnny mengajak semua negara anggota ITU untuk membangun infratsrukturdigital yang kuat dan inklusif.

baca juga

"Kita harus mengubah krisis ini menjadi lompatan besar dalam mengubah ekosistem digital kita, dengan membangun infrastruktur digital yang kuat dan inklusif. Semoga apa yang telah kita bagikan hari ini bermanfaat untuk pembahasan kita," ajaknya.

Untuk mempercepat transformasi digital, Johnny menyatakan, pihaknya memprioritaskan empat strategi, yakni penguatan infrastruktur digital, adopsi teknologi pendukung, pengembangan talenta digital, dan pembentukan hukum yang tepat untuk melengkapi regulasi primer.

"Strategi ini saling berhubungan dan sama pentingnya dalam upaya Indonesia untuk membangun infrastruktur digital di Indonesia," jelasnya.

Dalam pertemuan virtual itu, Johnny menyatakan, pemerintah Indonesia menggunakan serat optik untuk meningkatkan konektivitas digital hingga kebijakan meluncurkan High-Throughput Satelit SATRIA-1. Satelit multifungsi itu digunakan untuk melengkapi jaringan kabel serat optik yang sudah terbangun.

"Untuk jaringan inti Indonesia, kami telah meluncurkan lebih dari 348 ribu kilometer kabel serat optik darat dan bawah laut, termasuk 12.148 kilometer di bawah jaringan tulang punggung serat optik nasional Palapa Ring oleh Kementerian Kominfo," tuturnya.

Johnny menyatakan, pemerintah Indonesia memperhatikan pembangunan lapisan terakhir untuk memastikan bahwa layanan internet menjangkau seluruh masyarakat.

"Layer terakhir krusial untuk memastikan layanan internet secara efisien dan inklusif menjangkau pengguna akhir. Kami akan terus mengembangkan infrastruktur TIK di seluruh Nusantara untuk memenuhi permintaan TIK yang terus meningkat," paparnya.

Secara rinci, Johnny memaparkan, jaringan internet cepat yang telah dibangun di Indonesia. Jaringan itu ditopang dengan kombinasi kabel serat optik, microwave dan satelit HTS.

"Kami menghubungkan kota-kota dengan deployment jaringan fiber dan microwave, serta menggunakan 5 satelit nasional, dan 4 satelit asing yang disewa. Indonesia telah membangun lebih dari 533 ribu BTS untuk mengirimkan jaringan broadband seluler ke penerima," jelasnya.

Johnny juga menegaskan, pemerintah Indonesia berencana meluncurkan High-Throughput Satellite SATRIA-1 pada kuartal ketiga tahun 2023.

"Kami berharap, proyek ini dapat menyediakan akses internet di 150 ribu titik akses publik, dari total 501 ribu titik akses publik di seluruh Nusantara. Satelit ini akan memiliki total kapasitas 150 Gbps yang akan tiga kali lebih besar dari 9 satelit yang ada di orbit Indonesia," tuturnya.

Pasca peluncuran, menurut Johnny, pemerintah Indonesia berharap bisa mengurangi blank spot di titik layanan publik yang sulit dijangkau oleh penyedia jaringan terestrial.

"Dari 150 ribu titik akses publik, 93.900 titik untuk mendukung sektor pendidikan, 47.900 titik untuk melengkapi pelayanan publik daerah, 7.600 untuk mendukung pelayanan pemerintah lainnya termasuk kesehatan," ungkapnya

The Leadership Dialogue dalam RDF-ASP 2020 mengambil tema "Kolaborasi Lintas Sektoral untuk Mendorong Perkembangan Digital dan Kemajuan Menuju SDGs. Dialog ini diharapkan dapat memberikan arah diskusi dan mengembangkan cetak biru digital regional untuk ekonomi dan masyarakat digital yang inklusif dan berkelanjutan di Asia dan Pasifik.

Selain Menteri Kominfo, hadir juga Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Syarat Lowongan Kerja untuk Konten Kreator di Kominfo

Ini Syarat Lowongan Kerja untuk Konten Kreator di Kominfo

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 11:03 WIB

Kominfo Buka Lowongan Kerja untuk 3 Posisi, Cek di Sini

Kominfo Buka Lowongan Kerja untuk 3 Posisi, Cek di Sini

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 09:14 WIB

Lowongan Kerja Kominfo Terbaru, Buruan Cek Syaratnya di Sini

Lowongan Kerja Kominfo Terbaru, Buruan Cek Syaratnya di Sini

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2020 | 09:04 WIB

UU Ciptaker Dukung Percepatan Tranformasi Digital dan Lapangan Kerja

UU Ciptaker Dukung Percepatan Tranformasi Digital dan Lapangan Kerja

News | Senin, 26 Oktober 2020 | 14:06 WIB

Apresiasi Karya Jurnalis saat Pandemi Covid-19, Kominfo Gelar AJK 2020

Apresiasi Karya Jurnalis saat Pandemi Covid-19, Kominfo Gelar AJK 2020

News | Senin, 26 Oktober 2020 | 12:10 WIB

Registrasi Kartu Perdana Kelak Harus Pakai Pindai Sidik Jari

Registrasi Kartu Perdana Kelak Harus Pakai Pindai Sidik Jari

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2020 | 03:05 WIB

Terkini

Meriahkan HUT ke-81 RI, BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa

Meriahkan HUT ke-81 RI, BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:47 WIB

ROG AI Masterclass 2026: ASUS ROG Buka Edukasi AI di Yogyakarta, Kota Pertama Rangkaian Nasional

ROG AI Masterclass 2026: ASUS ROG Buka Edukasi AI di Yogyakarta, Kota Pertama Rangkaian Nasional

Jogja | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:45 WIB

Sempat Rendahkan Timnas Indonesia, Sergio Aguero Ngamuk Usai Media Vietnam Sebut Malaysia Tim C

Sempat Rendahkan Timnas Indonesia, Sergio Aguero Ngamuk Usai Media Vietnam Sebut Malaysia Tim C

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:43 WIB

Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas per 15 Agustus 2026

Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Bright Gas per 15 Agustus 2026

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:37 WIB

Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih

Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:36 WIB

Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal

Menkeu Purbaya Atur Layer Cukai Baru Guna Berantas Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:26 WIB

5 Rekomendasi Cushion Ringan untuk Harian dan Sekolah sesuai Review

5 Rekomendasi Cushion Ringan untuk Harian dan Sekolah sesuai Review

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:20 WIB

Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bangladesh Ngebet Gantikan India Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah

Kesaksian Warga Nagekeo Saat Gempa M 7 Guncang NTT: Kami Lari Bawa Lansia dan Tinggalkan Rumah

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:07 WIB

5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet

5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:05 WIB

×