Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Sri Mulyani Sebut UU Cipta Kerja Angin Segar Buat Pengusaha

Siswanto, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 10 November 2020 | 19:10 WIB
Sri Mulyani Sebut UU Cipta Kerja Angin Segar Buat Pengusaha
Sri Mulyani (kemenkeu.go.id)

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan peningkatan daya saing, produktivitas, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi fokus dari kebijakan pemerintah dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional disamping melalui instrumen-instrumen kebijakan makro seperti kebijakan moneter dan kebijakan fiskal.

Maka dari itu, salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas adalah dengan membahas Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja bersama Dewan Perwakilan Rakyat  yang disetujui pada bulan Oktober lalu.

“Omnibus law (ciptaker) adalah bertujuan untuk memperbaiki ekosistem investasi kita, mempermudah dan mendorong UMKM yang selama ini juga sudah didukung oleh berbagai program pemerintah, dan juga untuk mengefisienkan pemerintahan di dalam melaksanakan mandatnya sehingga tidak menimbulkan birokratisasi dan regulasi yang rumit. Inilah yang akan di menjadi salah satu motor penggerak pemulihan ekonomi dan memposisikan Indonesia berbeda dengan emerging developing country yang lain,” kata Sri Mulyani dalam webinar, Selasa (10/11/2020).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia berharap dengan omnibus law akan memberikan banyak sekali berbagai kemungkinan baru bagi perekonomian Indonesia, dimana potensi dari mulai usaha kecil menengah masyarakat dan berbagai keinginan untuk melakukan inovasi akan bisa terwadahi secara jauh lebih mudah dan efisien.

Menurut dia, ini dilakukan untuk membuat seluruh potensi ekonomi Indonesia di semua sektor dan di semua daerah bisa meningkat secara baik.

Oleh karena itu, Sri Mulyani mengharapkan bahwa dengan adanya omnibus law ini bisa menciptakan lingkungan ekonomi yang kompetitif dan produktif.

Namun di satu sisi, dirinya juga menegaskan bahwa bersamaan dengan pelaksanaan UU Omnibus Law ini, pemerintah juga akan terus memperbaiki pondasi-pondasi ekonomi Indonesia.

“Kita akan menggunakan tools seperti APBN bersama dengan tools reformasi struktural ini. Kalau negara lain hanya sibuk menghadapi Covid saja, namun saat ini selain kita tetap sibuk menghadapi Covid dan memulihkan ekonomi, kita juga bekerja keras untuk terus membangun reformasi. Banyak hal yang memang perlu untuk terus direformasi, untuk perbaikan fondasi ekonomi dan perbaikan kesejahteraan kita,” kata wanita kelahiran Lampung.

Sri Mulyani menyampaikan bahwa Presiden memprioritaskan lima hal yang harus menjadi area fokus bagi program reformasi struktural yaitu pengembangan SDM, pembangunan infrastruktur, deregulasi, debirokratisasi, dan mentransformasikan ekonomi.

baca juga

Ini berarti pemerintah saat ini melakukan pekerjaan simultan yang sangat penting bagi masa depan Indonesia dan tidak hanya fokus kepada krisis Covid-19 saja.

Sri Mulyani menambahkan langkah-langkah pemulihan ekonomi disertai dengan perbaikan reformasi struktural di berbagai bidang melalui pengesahan omnibus law yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia saat ini telah mendapat banyak pandangan positif dari lembaga pemeringkat maupun lembaga multilateral.

Moody's, Fitch Ratings, ADB, dan World Bank menyampaikan pandangan bahwa Undang-Undang Omnibus Law dan kebijakan reformasi struktural adalah upaya sungguh-sungguh Pemerintah Indonesia untuk memperbaiki iklim investasi, memberikan kesempatan kerja yang luas, dan juga memperhatikan lingkungan hidup.

“Ini semuanya adalah komitmen dari pemerintah untuk tidak hanya menangani Covid, namun juga terus bekerja secara detail mengenai pemulihan ekonomi dan mengakselerasinya serta membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat. Saya berharap optimisme dan kerja keras ini juga dishare oleh seluruh pelaku market dan oleh karena itu kita akan bisa mengambil kesempatan yang luar biasa penting saat ini untuk bisa mendudukan dan memposisikan Indonesia menjadi emerging market yang stabil dan terus bergerak maju,” kata Sri Mulyani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Tempo Scan (TSPC) Respon Penangkapan Richard Muljadi Terkait Kasus Penipuan

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Klarifikasi Purbaya soal Patriot Bond Bikin Investor Kebal Pajak-Hukum hingga Pencucian Uang

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:17 WIB

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Hutama Karya Catat Kinerja Positif dalam Pengelolaan 14 Ruas Tol di Wilayah Indonesia

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:59 WIB

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Minyakita Masih Mahal, CORE Sebut Produsen Sawit Lebih Pilih Ekspor Ketimbang Pasok Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:46 WIB

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Siapa Richard Muljadi? Cucu Konglomerat Terjerat Penipuan Batu Bara

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB

Teknologi AI Bikin Purbaya Lebih Cepat Endus Pakaian Bekas Impor Ilegal

Teknologi AI Bikin Purbaya Lebih Cepat Endus Pakaian Bekas Impor Ilegal

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:36 WIB

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp393 Miliar dari Pasar Saham di Sesi I

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:09 WIB

BUMI Resmi Tak Bagikan Dividen, Ke Mana Larinya Laba Bersih Tahun 2025?

BUMI Resmi Tak Bagikan Dividen, Ke Mana Larinya Laba Bersih Tahun 2025?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita

Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:46 WIB

Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal

Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:42 WIB